All New Ertiga – Membuat Mudik Jadi Tambah Nyaman

“Eh Yah. Mobil Ertiga sudah ada yang baru loh”, kata si Ade – anak bungsu – suatu hari. Tumben dia kasih tahu Ayah info seperti ini. Bisa jadi sih, karena kita memang pengguna Ertiga. Iya, jatuh ke lain hati nih setelah pensiun. Sudah setahun lebih mobilnya ganti merk. Yang irit, nyaman dan perawatannya gak mahal. Jadi masuk akal si Ade kasih info. Entahlah apa berharap si Ayah ganti mobil dengan All New Ertiga? Atau jangan-jangan dia sudah dapat bocoran keunggulan Ertiga.

All New Ertiga dikelupas | Foto: Rifki Feriandi

“Ade tahu dari mana?”, si Ayah penasaran. “Tadi Ade dapat brosurnya”, kata dia. Ah, beruntung. Ayah masih yang lebih tahu ya, De. Soalnya, baru kemarennya si Ayah ikutan Blogger Gathering bersama Suzuki Ertiga di Mall Summarecon. Jangan sampai si Ayah ketinggalan informasi dari si Ade wkkwk.

All New Ertiga, bagasi besar, tempat duduk lapang

Dalam Blogger Gathering ini, para blogger diperkenalkan dengan keluaran terbaru Suzuki. All New Ertiga. Beberapa inovasi terbaru yang diterapkan dalam keluaran ini. Keren. Membuat mobil MPV Suzuki ini terlihat lebih kece. Dan, yang paling membuat si Ayah bahagia itu adalah inovasi terbaru dalam hal storage – penyimpanan. Iya. Untuk mobil keluarga, inovasi dalam penyimpanan itu penting sekali loh.

Legaaaa | Foto: Rifki Feriandi

Ketika meneluri tampilan dalam terbarunya, awalnya terlihat tidak ada yang berbeda dengan tempat penyimpanan. Iya, bagasi yang berada di belakang, dan juga ruang penyimpanan ketika kursi belakang dilipat. Tetapi jika ditelisik, ternyata ketika kursi belakang dilipat penuh itu tidak membuat kursi tengah menjadi sempit. Kursi tengah tidak perlu ditarik ke depan dulu agar kursi belakang rebah penuh. Ini penyempurnaan banget. Membuat ruang belakang sebagai garasi menjadi lega dengan tetap membua kursi tengah lapang. Dan ini sangat cocok untuk mobil keluarga seperti saya yang akan sering melipat kursi belakang saat berjalan jauh bersama keluarga. Bahkan, jika kursi belakang dan kursi tengahnya dilipat bersamaan, maka saya – dengan tinggi 170 kurang dikit, bisa tiduran penuh. Dan itu pun yang dikatakan Bang Aris Harvenda – Editor Otomotif Kompas.com dalam review All New Ertiga, bahwa dia pun bisa dengan nyaman tiduran penuh. Beliau ungkapkan dalam acara diskusi di the Breeze bersama blogger. Wah, bisa pasang Kasur mobil nih.

Memang dari spesifikasi All New Ertiga, ada perubahan dalam dimensi bodi mobil dibanding keluaran sebelumnya. Ada penambahan 13 cm panjang bodi dan 4cm lebar. Lebih gemuk, tetapi dari luaran tidak terlihat. Selain membuat bagasi lebih luas, tentunya penambahan panjang ini membuat membuat nyaman jadinya. Kursi belakang pun bisa diduduki dengan nyaman, termasuk oleh pria dewasa dengan postur tinggi. Itu juga yang dikatakan oleh Bang Aris.

Kembali ke masalah bagasi, kejutan lainnya yang membahagiakan untuk mobil keluarga adalah bagasi tersembunyinya yang juga jauh lebih luas. Hampir lebih dari dua kali lipat luasnya. Bagasi yang berada nekuk ke bawah dari level lantai mobil ini, sangat bermanfaat untuk tempat penyimpanan.

Lapang | Foto: Rifki Feriandi

Wah, dengan tampilan interior yang lapang dan nyaman ini, All New Ertiga beneran akan membuat mudik lebih nyaman. Eh, itu belum seberapa. Apalagi dengan tambahan banyak inovasi di luar itu seperti aksen kayu di dashboard yang membuat kece, mesin yang menjadi 1500cc dan termasuk pintu yang menutup lebih mantap. Pokoknya kece badai 🙂

Begini nih keseruan blogger | Foto: Rifki Feriandi

Acara yang dilanjutkan dengan Test Drive serta talkshow dalam Blogger Gathering Suzuki Indomobil Sales – dengan Harold Donnel selaku Head of Brand Development Marketing Research dan Yulius Purwanto selaku Product Development & Accessories Head dan Aris Harvenda dari Kompascom berperan sebagai moderator itu memang seru.

Toto-Chan, Buku ‘Wajib’ Hibah Buku

Sudah mengenal buku ini cukup lama. Banyak yang merekomendasikan untuk dibaca. Sayangnya sampai sebegitu lama belum kesampaian.

Akhirnya, saat membantu komunitas dalam pembuatan rynah baca di pelosok nusantara, sata dapatin buku itu dari hibah seseorang. Langsung deh minta ijin baca. Dan….. Buku itu bagus banget.

Buku itu menceritakan seorang anak kecil yang kreatif, tidak bisa dikekang yang lalu pindah ke sebuah sekolah yang justru mengerti akan kebutuhannya sebagai seorang anak kecil.

Buku ini bagus sekali untuk melihat bagaimana pola pendidikan anak selagi dini. Tidak salah jika rekan relawan sata, Mbak Yoga, memberi pesan untuk tidak melupakan buku ini dalam aksi sosial literasi.

Dan…. Saya pun membeli buku ini untuk Rumah Baca di Kerinci nanti

[Harta Karun Papap] Aa Gym – Idola Papap

Dalam penggalan terakhir dalam hidupnya, Papap betul-betul mendekatkan diri dengan Allah. Baca Qur’an, buki agama, dengerin ceramah. Envy banget. Nah salah satu topik yang paling kena di Papap adalah tentang hati. Itulah kenapa Papap senang sekali dengan ceramah dan buku Aa Gym.

Termasuk dalam harta karun peninggalan Papap itu adalah seri manajemen hati atau manajemen kalbu. Buku-buku nya kecil, tipis, membahas topik spesifik. Dari mulai kekuatan do’a, persoalan hidup, indahnya ramah sampai topik yang adak aneh gitu kalo Papap juga suka baca. ‘Mengatasi minder’ dan ‘Seni Menata Hati dalam Bergaul’.

[Harta Karun Papap] Klasifikasi Ayat Al Qur’an

Buki ini mengingatkan saat itu, sekitar awal masuk kuliah. Papap meni rajin pisan membaca Al Qur’an. Terus sambil mengisi waktu, beliau bikin kategori isi Al Qur’an sendiri. Ketika dilihat ada buki ini di toko buku, lalu dibeli – entahlah apa saya yang beli, tapi kan saat itu belum berpenghasilan – Papap begitu bahagia.

Meski sudah ada di kategori, tetap saja Papap mah melanjutkan kesukaannya nulis. Lihat saja tulisannya. Bagus. Rapi sekali. Kerapian tulisan itu gak nurun ke anak-anaknya. Eh ketang, tulisan Aa – kakak tertua – lumayan ada mirip-miripnya.

Di tiap buku – eh gak semuanya deng, Papap bubuhi tanda tangan. Khas banget. Tanda tangan yang gampang ditiru anak-anak. Tapi gak ada yang berani memalsukannya. Da takut sama Papap teh. Di bawah tanda tangan, Papap biasanya nulisin alamat. ‘Madurasa Sel 3’. Alamat yang selalu ada di benak.

Di halaman yang sama, bagian atas, bisa dilihat harga buku itu, yang untungnya belum kehapus.

Seribu lima ratus rupiah

[Harta Karun Papap] Juz ‘Amma

Buku ini amat sangat sederhana. Tipis. Cuman Juz ‘Amma doang. Tapi buku ini membawa kenangan kepada penerbitnya. Penerbit Toko Buku Dahlan. Toko Buku paling terkenal saat itu, jauh sebelum ada konglomerasi Gramedia.

Berlokasi di Tegallega, di toko buku ini bisa ditemui banyak buku terutama buku agama. Rak buku nya teh tinggi sampai ke plafon ruangan. Pegawainya juga cekatan. Kalo belanja di sini, pulang bisa bawa banyak. Sebelum pulang, mampir duly ke sebelah. Minum cendol Elizabeth.

Terakhir ke sini beberapa tahun lalu, toko buku ini sudah mengecil. Mereketetet. Tapi jasanya tidak akan lekang waktu.