Facebook – boleh gak?

Selama beberapa minggu terakhir, sering saya mendapatkan bahasan mengenai facebook ditinjau dari segi hukum Islam disangkutpautkan dengan perang di Gaza. Di beberapa milis diulas kalo pembuat Facebook adalah seorang Yahudi dan anggota sebuah kelompok persaudaraan Yahudi si sebuah universitas yang ujung-ujungnya facebook ternyata membiayai Perang di Gaza.

Ini membuat saya mutar otak. Putar otak, karena di satu sisi kita mendukung perjuangan rakyat Palestina. Di sisi lain, kita tidak ingin ketinggalan teknologi dan tidak mau ketinggalan oleh orang lain dan dijajah oleh orang Barat. Apakah pada tempatnya jika saya pribadi melakukan suatu “ijtihad” sekarang? Apakah hal seperti ini sudah pantas di-ijtihadkan?

Waduh bingung. Untuk sementara saya masih tetap menggunakan Facebook dengan beberapa dasar pemikiran pribadi.

Hari ini, saya begitu berbahagia. Setelah dua puluh tahun terputus informasi, akhirnya hari ini saya berkesempatan berbicara dengan karib saya sewaktu di SMA 4, Bandung, Pak Camat, Kang Ruli Hadiana. Waas pisan Kang. Dua puluh tahun gak ketemu, bahkan gak ada kabar, sekarang kita bisa lihat foto masing-masing, bisa sempat bercakap-cakap, tukar informasi, tukar nostalgia. Bisa saling ngasih kabar rekan-rekan kita yang lain yang selama dua puluh tahun juga tidak ada kabarnya.

Nyeredet hate teh, waas pisan. Apalagi waktu Kang Ruli ngasih tahu beberapa nama, yang mungkin saya sendiri sudah lupa, padahal teman sekelas. Indah banget rasanya, mengenang masa lalu, membayangkan roman wajah rekan kita dulu, kebandelan kita dulu. Ujung-ujungnya kita menginginkan bertemu tatap muka. Masya Allah.

Kang Ruli, saya juga sempat ngobrol sama rekan kita Teti Aryanti. Wah, pasti jadi obrolan yang menyenangkan nanti kalau ketemu. Nuhun Kang Ruli, kana informasina.

Ini yang saya manfaatkan dari facebook. Saya pergunakan facebook untuk sarana mempererat silaturahim. Ada fungsinya kan, silaturahim yang dulu terputus, itu sekarang bisa disambung lagi.

Yang menjadi kebingungan adalah, apakah benar keuntungan facebook dipakai untuk memerarngi Gaza? Ataukah facebook hanya punya keterkaitan tidak langsung karena pembuatnya adalah seorang Yahudi. Ini mungkin harus melalui penelitian lebih jelas, tidak hanya berlandaskan satu sisi dari Wikipedia saja. Kalau memang jelas-jelas untuk memerangi Islam, sebagai muslim, mau tak mau kita harus mengambil sikap.

Mudah-mudahan ada ulama yang mumpuni dalam bidang hokum Islam, dan juga mengerti dengan kemajuan teknologi, bisa memberikan urun rembug. Mudah-mudahan ada yang mau sharing link terhadap masalah ini.

Yang saya pribadi inginkan adalah jangan sampai Islam ketinggalan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, namun jangan sampai syariah Islam disishkan karena alasan teknologi.

Wis ah curhatnya,

01 February 2009, 11.45am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s