Keringat ….

Hari ini Selasa pagi, 10 February 2009 pukul 7.39am, total 175 orang sudah meninggal akibat kebakaran semak-semak (bush fire) di Negara bagian Victoria, kota kecil Kinglake dan Marysville dan sekitarnya. Menyedihkan sekali, karena diduga kebakaran terjadi karena kerjaan orang jahil yang memantik api, pada saat udara panas, dan kelembaban udara rendah.

Yang membuat saya terperanjat adalah sebuah informasi bahwa kelembaban udara pada saat kejadian di daerah tersebut sangat rendah, berkisar di 10%. Demikian kering. Bandingkan dengan Jakarta dengan kelembaban di kisaran 70%an. Dengan udara sangat kering tersebut, sedikit percikan apa saja sudah cukup membuat kebakaran besar. Bahkan gesekan-gesekan di antara ranting yang kering pun sudah cukup sebagai pemicunya.

Kelembaban yang tinggi di Negara kita, adalah nikmat lain yang terkadang kita tidak pahami. Demikian sepele. Bahkan kelembaban tinggi umumnya tidak disukai karena artinya kita akan berkeringat dan ujung-ujungnya bermuara ke permasalahan utama manusia: bau badan. Jujur saja, inilah alas an utama banyak orang tidak menyukai pekerjaan luar ruang.

Padahal kelembaban udara tinggi dan keringat penting dalam melindungi tubuh kita. Silakan di-gugel arti keringat bagi tubuh (diluar sebagai “pembangkit gairah” dan “berkeringat itu seksi lho..”). Satu yang saya dapatkan adalah bahwa keringat akan menjaga suhu tubuh. “Berkeringat pada dasarnya diperlukan bagi tubuh. Meningkatnya perspirasi merupakan cara tubuh mengatur kandungan air, mineral, suhu tubuh, serta menyingkirkan racun-racun ,elalui system kulit. “Tubuh memang tidak bisa mendingin tanpa keringat” ungkap Prof Nina Jablonski dari Penn State University” (cuplikan dari Cybermed).

Di luar arti ilmiah tersebut, saya merasakan pengalaman bagaimana “menyakitkannya” tidak berkeringat itu. Pada suatu saat, di antara musim panas dan musim dingin, kelembaban udara di Brisbane begitu rendah bagi ukuran saya, dan saya tidak berkeringat. Ini mengasyikan pikirku, karena artinya saya bisa jalan-jalan jauh tanpa perlu menyeka peluh. Tapi lama kelamaan saya mulai merasa sakit di beberapa permukaan kulit, terutama di daerah tangan dan punggung. Terlihat sekali kalau kulit mulai pecah-pecah. Sebagai cowok, kulit pecah tidak terlalu saya pedulikan. Tapi sakitnya itu yang mengganggu. Jangan bandingkan dengan sakit tertusuk pisau. Tidak sesakit itu lah. Bayangkan sakitnya jari terluka akibat sodetan ujung kertas. Bukan sakit, tapi perih.

Solusi mengatasinya di sini yaitu memakai lotion – krim pelindung, yang berarti mengeluarkan biaya tambahan, selain tentu saja merepotkan. Dan kalau itu terjadi di punggung lebih merepotkan lagi, karena pasti membutuhkan orang lain untuk mengoleskannya. Kasihan yang menjadi bujangan dong.

Allah begitu sayang ya sama kita yang tumbuh di Indonesia. Kita jarang sekali merasakan kulit perih karena udara kering. Berapa uang yang bisa dihemat dari pembelian lotion – krim pelindung untuk seluruh keluarga, yang harus dipakai tiap hari pada waktu udara kering. Semuanya hanya karena satu hal yang kita tidak sukai: keringat. Makin saya sadari bahwa nikmat Allah begitu banyak dan datang dari arah tidak terduga dan dari sesuatu yang tidak terbayangkan. Kalau sudah demikian “Nikmat Allah apalagi yang kamu dustakan”.

Cag,
10 February 2009 8.10am

Pengertian kelembaban (dikutip dari http://one.indoskripsi.com/node/7140)
Dalam atmosfer (lautan udara) senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban (lengas udara). Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat. Kelembaban udara adalah persentase kandungan uap air dalam udara.
Kelembaban udara ditentukan oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Total massa uap air per satuan volume udara disebut sebagai kelembaban absolut. Perbandingan antara massa uap air dengan massa udara lembab dalam satuan volume udara tertentu disebut sebagai kelembaban spesifik. Massa udara lembab adalah total massa dari seluruh gas-gas atmosfer yang terkandung, termasuk uap air;jika massa uap air tidak diikutkan, maka disebut sebagai massa udara kering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s