Tujuh keajaiban dunia baru dan Borobudur

Sekedar informasi buat anak-anak kita, bahwa tanggal tujuh bulan tujuh tahun ke tujuh, 07-07-07, sebuah komunitas dunia telah memproklamasikan Tujuh Keajaiban Dunia baru, menggantikan Tujuh Keajaiaban lama yang sudah kita kenal. Sayangnya proses pemilihan ketujuh keajaiban itu mengikuti kompetisi idol-idolan, yaitu melewati pemungutan suara lewat internet, sehingga suatu situs di Negara yang keterlibatan masyarakat dalam teknologi belum tinggi tidak mempunyai pendukung yang banyak. Ini terlihat dengan tidak termasuknya Borobudur dalam ketujuh keajaiban tersebut, bahkan tidak termasuk dalam finalis.

Untuk mengingatkan, Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, yang berdasarkan daftar yang disusun oleh sejarawan Heredotus dan ilmuwan Callimachus adalah (diambil dari wikipedia):
1. Piramida Giza Mesir
2. Taman Gantung Babilonia
3. Patung Zeus of Olympia
4. Kuil Arthemis di Ephesus
5. Musoleum Maussollos di Halicarnassus
6. Collossus of Rohodes
7. Mercusuar Alexandria

Tujuh Keajaiban Dunia jaman Pertengahan
1. Stonehenge, Inggris
2. Colosseun Roma, Itali
3. Catacomb of Kom el Shoqafa, Mesir
4. Tembok Besar Cina
5. Menara Porcelen Cina
6. Hagia Sophia, Turki
7. Menara Miring Pisa

Ketujuh keajaibian dunia yang baru tersebut adalah (saya sarikan dari http://www.new7wonders.com/)
1. Piramida Chichen Itza, Semenanjung Yucatan, Mexico, berdiri tahun 800 Masehi
2. Coloseeum, Roma, Itali, berdiri tahun 70-83 Masehi
3. Tembok Besar Cina, berdiri sejak tahun 220 sebelum Masehi
4. Taj Mahal, Agra, India, berdiri tahun 1630 Masehi
5. Machu Picchu, Peru, berdiri tahun 1460 Masehi
6. Petra, Jordan, berdiri sejak tahun 9 sebelum Masehi
7. Patung Yesus Penebus, Rio de Janeiro, Brasil diresmikan tahun 1931

Sementara finalis lainnya adalah:
1. Istana Acropolis, Yunanu
2. Istana Alhambra, Spanyol
3. Candi Angkor, Kamboja
4. Menara Eiffel, ,perancis
5. Hagia Sophia, Turki
6. Kuil Kiyomizu, Jepang
7. Istana Kremlin dan Lapangan Merah, Moskow, Rusia
8. Kastil Neushwanstein, Jerman
9. Piramida Giza, Mesir
10. Patung Liberty, Amerika Serikat
11. Stonehenge, Inggris
12. Sydney Opera House, Australia
13. Timbuktu, Mali

Aneh ya Borobudur sama sekali tidak termasuk, bahkan sebagai finalis. Atau justru tidak aneh.

Akhir tahun 2008 saya bersama keluarga melakukan wisata ke Borobudur. Memalukan bagi saya pribadi, karena itu adalah kali pertama saya berkunjung dan melihat Borobudur secara langsung. Mungkin komentar saya sudah sangat terlambat, tapi terus terang saya kagum sekali akan bangunan tersebut. Megah sekali, jelimet, teliti dan gak kebayang dulu membangunnya gimana.

Mungkin bisa disamakan dengan Piramida Mesir, tetapi dengan skal jauh lebih kecil. Yang saya kagumi, seperti saya mengagumi Piramida, adalah teknologi dahulu ternyata bisa membuat suatu bangunan yang megah, tanpa ada semen atau beton. Untuk Borobudur, saya angkat topi dengan detail-detail pahatan yang begitu rumit dan katanya semua pahatan dari bawah sampai puncak mencerminkan cerita yang ada di kitab suci Budha. Bayangkan membikin satu cerita dalam bentuk pahatan, dimana satu segmen dipahat di atas beberapa bongkah batuan yang lepas. Artinya, satu segmen dan segmen lain harus betul-betul presisi. Lihat foto pertama.

Belum lagi peletakan bongkahan-bongkahan batuan yang satu dengan yang lainnya, sehingga betul-betul stabil dan tidak goyah. Perencana dan pelaksana di lapangan tanpa sadar – atau justru karena sadar – sudah menerapkan ilmu yang kemudian menjadi fisika dan teknik konstruksi yang dalam banget. Mereka sudah perhitungkan dimana titik berat satu bongkahan dan juga pengaruhnya terhadap bongkahan lain. Saya ambil satu sudut menarik – ini dari Prambanan, yang kalau dipikir-pikir begitu hebat. Lihat foto kedua.

Coba dibayangkan dengan Sydney House Opera. Borobudur hanya kalah terkenal. Opera House adalah bangunan modern, dimana konstruksinya sudah mulai mengenal teknologi semen dan teknik sipil. Saya sempat menengok dari dekat gedung tersebut, ternyata tidak ada hal yang terlalu spesifik yang bisa dibanggakan. Dan kenyataan tidak selalu seindah di dalam buku panduan wisata atau televisi.

Di mana salahnya ya, sehingga Borobudur tidak dikenal?

Yah, mungkin sudah pada tahu jawabannya. Indonesia tidak mempunyai PR yang mumpuni. Departemen Pariwisata belum menunjukan taring yang tajam dalam hal mengenalkan Indonesia kepada dunia. Dalam pengalaman saya tinggal beberapa saat di luar negeri, saya menyadari bahwa dunia luar mengetahui potensi wisata Indonesia justru dari rakyatnya sendiri – dalam hal ini khususnya mahasiswa-mahasiswa yang belajar di luar negeri. Merekalah Public Relation yang paling berjasa.

Sederhana pembuktiannya. Datanglah pada saat pesta tujuh belasan di suatu Negara. Umumnya ide-ide kesenian dan lain-lain datang dari kelompok mahasiswa. Ya, mungkin kedutaan terlibat, sebagai fasilitator.

Pekerja-pekerja Indonesia di luar negeri, baik sebagai professional maupun pegawai rendahan, tanpa sadar turut berjasa juga mengenalkan Indonesia, sehingga sedikit demi sedikit masyarakat luar sudah mulai mengenal keindahan Lombok, tidak hanya Bali yang sekarang terasa terlalu ramai bagi ukuran wisatawan.

Andaikan pemerintah mempunyai niat yang kuat dan baik – atau kerennya good will – kita bisa mengharapkan tidak akan muncul pertanyaan yang bodoh seperti “Indonesia itu di sebelah mana Bali ya?”. Saya yakin, jika mereka lebih mengenal Indonesia, mereka akan menyukainy karena mereka begitu tertarik dengan budaya yang eksotis di pandangan mereka. Mereka akan takjub melihat Borobudur yang rumit dan megah. Atau merka akan begitu tertarik dengan upacara pemakaman di Tana Toraja.

Tapi gimanapun juga, inilah negeriku. Saya bangga sebagai orang Indonesia.

Cag,

14 Feb 2009, 1:43pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s