Lelang abad ini

Memang seru memperhatikan perilaku manusia terutama di Negara Barat yang seringkali aneh di mata orang Timur. Bagaimana tidak. Di suatu pelelangan yang dianggap sebagai pelelangan abad ini, selembar lukisan Picasso dihargai 446 milyar rupiah, dan total semua koleksi diperkirakan berharga 2.9 – 4.4 trilyun rupiah (lebih besar dari pendapatan perkapita negara Dominica). Gusti…. ampun.
(Silakan baca Kompas terbitan kemarin, 24/02/09 – Luar Negeri tentang lelang kolesinya Yves Saint Laurent).

Ada yang berpendapat bahwa kemahalan suatu koleksi adalah tergantung dengan kelangkaan dan ke-eksklusifan barang tersebut. Tapi kenapa semahal itu? Kalau harga sepotong fosil T-Rex sedahsyat itu sih masih bisa dimengerti, karena keuntungannya pun untuk seluruh umat manusia melalui ilmu pengetahuan. Tapi sepotong karya seni karya seorang manusia, demikian diagung-agungkan. Wah, apa orang sudah gila atau justru saya yang gila?

Coba dong yang punya pengetahuan mengenai lelang-melelang untuk memberi pencerahan kenapa ini bisa terjadi.

Yang juga disesalkan, kenapa keuntungannya dipergunakan untuk penelitian HIV AIDS? Bukankah sudah terlalu banyak hartawan, semisal Bill Gates, yang beramal untuk kepentingan penelitian AIDS? Manakah hasil penelitian selama ini? Adakah titik terang? Kenapa juga keuntungannya tidak disalurkan untuk dana sosial lainnya, semisal pengentasan kemiskina di negara dunia ketiga (siapa lagi yang bikin istilah ini?), atau pengentasan kelaparan,

Bayangkan. 4.4 trilyun rupiah. Dengan uang sebesar itu , berapa banyak sekolah bisa didirikan, berapa banyak rumah sakit sederhana yang bisa dibangun, berapa banyak orang buta yang jadi melek huruf, dan berapa banyak orang yang terhindar dari maut hanya akibat kolera dan disentri. Kalau dihitung dengan ukuran kerupuk, dengan satu trilyun rupiah, satu kota Bandung bisa tenggelam dalam lautan kerupuk tuh ….

Apakah itu artinya saya tidak setuju dengan penelitian AIDS? Tergantung dari sisi mana kita melihat. Pencegahan AIDS rasanya gampang-gampang saja kok: Hindari seks bebas, hargai lembaga perkawinan, jauhi narkoba.

Percuma juga penelitian AIDS jika sebab terjadinya AIDS masih dibiarkan:
• seks bebas – bahkan anak kecil berusia 13 tahun sudah menjadi Bapak
• seks berganti-ganti pasangan – bahkan seorang gadis 15 tahun kebingungan siapa bapak dari anaknya yang baru lahir
• pemakaian narkoba suntik dan berganti-ganti jarum suntik.

Kalau ber-negative thinking mah, jangan-jangan penelitian AIDS mempunyai maksud berbeda. Jangan-jangan (ini jangan-jangan loh) jika sudah diketemukan obat penyembuhnya, manusia bisa menjadi jauh lebih bebas – sebebas bebasnya seperti burung camar yang terbang diangkasa. Tidak takut berkumpul kebo, mau berganti pasangan beribu-ribu kali, bahkan seperti piala bergilir gak peduli, atau mau suntik macam-macam narkoba, gak takut dan gak peduli. Modalnya satu: Hak Asasi Manusia.

Kalau itu terjadi, apa bedanya manusia dengan binatang, yang hanya menuruti naluri syahwat hewaniah.

Halah. Edan tenan.
Naudzubillahi mindzalik

Cag, 24 February 2009

Rifki

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. QS 17:32.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.QS 5:90.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s