CLBK

Saya menyadari kalau saya termasuk dalam golongan pria terbelakang. Ya, maksudnya selalu berada paling belakang dalam memahami bahasa pergaulan ank-anak muda sekarang. Istilah yang sudah begitu populer untuk orang lain, ternyata baru saya mengerti sekarang-sekarang ini. Kasihan deh gue.

CLBK. Singkatan yang saya dengar waktu saya asyik memperhatikan dialog Mamah Dedeh dan Aa di acara Mamah & Aa di salah satu teve swasta hari ini. Saat itu topik yang sedang dibahas adalah curhatnya seseorang yang bertemu dengan mantan suaminya.

CLBK. Cinta Lama Bersemi Kembali. Singkatan dengan arti yang terus terang membuat saya tersenyum. Sebuah pernyataan yang menurut saya – seorang awam dalam sastra – terasa puitis dan romantis. Ungkapan yang memperlihatkan indahnya kisah kasih masa lalu yang setitik demi setitik muncul dan tumbuh kembali.

Seiring dengan begitu populernya facebook dan merebaknya aktifitas temu-kangen, mencuat pula keresahan beberapa kawan terhadap “fenomena” CLBK. Ehem.

Seorang rekan begitu memanfaatkan ajang facebook demi mencari keberadaan “cinta pertama”nya dan seterusnya kembali menautkan percakapan yang terputus oleh waktu dan jarak. Berbeda dengan sobat yang lain yang mulai mengurangi penggunaan facebook demi menghindari “bahaya” yang datang demi menjaga hubungan rumah tangganya. Bahaya dalam bentuk pertemuan dengan mantan pacar di dunia maya. Sedangkan seorang rekan lainnya, sama sekali menghindari facebook karena – waduh – istrinya begitu cemburu dan sengaja memonitor lalu lalang informasi di accountnya.

Memang sulit melupakan kenangan indah masa lalu, seperti kenangan indah masa kecil, bermain bola bersama bapak, bertamasya naek kuda. Atau kenangan indah waktu smp – ikutan lomba gerak jalan, atau pramuka atau jambore. Apalagi ini kenangan menyangkut cinta pertama. Indah nian. Seperti yang dinyanyikan Nikka Costa:

….my first love
what I dreaming on
when I go to bed
when I lay my head upon my pillow
don’t know what to do…..

Peristiwa sederhana – namun karena cinta pertama – begitu menyenangkan. Ngobrol berdua sewaktu istirahat, di bawah pohon di depan kelas, meskipun di sekelilingnya begitu ramai teman-teman sekelas bercengkerama dan main basket ball. Atau berfoto di depan api unggun di sebuah Vila di Pangalengan sewaktu study tour, dipaksa berpasangan dengan yang seseorang yang menurut rekan-rekan sekelas cocok menjadi pacarnya. Atau tidak logisnya mengabaikan dan menolak paksaan sobat bermaen bola hanya untuk duduk menerawang di atas motor menunggu bidadari selesai menari. Halah.

… yes, I still dream about you
my world is lost without you…..

the love I left behind me
comes back to remind me
that you were my first love, and
first love never ever die…..

Begitu yang dinyanyikan oleh The Cascades. Bahkan sekelas Jalaludin Rumi pun sempat-sempatnya menyentil cinta pertama: “The minute I heard my first love story, I started lloking for you, not knowing how blind that was. Loves don’t finally meet somewhere. They’re in each other all along.”

Aaah, sudahlah. Lupakanlah masa lalu. Biarkanlah masa indah itu sebagai kenangan. Tinggalkanlah romantika itu sebagai sebuah peristiwa manis di saat dulu, karena kita sekarang hidup di masa kini. Jangan biarkan dan coba-coba membuka jalan berseminya kasih lama. Perlakukan mantan kekasihmu seperti kamu memperlakukan seorang teman. Tidak ada keistimewaan lagi, karena keistimewaan yang ada adalah milik masa lalu. Memang dia menawan, namun menawannya dia menarik perhatianmu dulu, tidak sekarang. Tapi dia masih mempesona? Iya, dia masih mempesona, bagi orang lain. Namun bagiku sekarang, pasanganku adalah yang terbaik. Ungkapkan rasa cintamu kepada pasanganmu dengan kata. Tunjukkan kasihmu dengan perhatian ragawi dan hati. Dan lengkapi wujud sayangmu dengan keterbukaan, pengertian dan komunikasi.

Mengutip Mario Teguh: hiduplah dengan pengertian dan bukan hidup dengan ingatan. Karena hidup dengan ingatan diatr oleh masa lalu, sedangkan hidup dengan pengertian mengatur semua masa.

Lantas, apakah ini membuat bahagia mereka-mereka yang pasanganannya sekarang ini – istrinya atau suaminya – adalah Cinta Pertamanya, sehingga mereka tidak akan resah dengan fenomena CLBK? So pasti iya. Selamat dari Cinta Lama Bersemi Kembali. Namun tantangan tidak akan berhenti, dalam bentuk CBMT – Cinta Baru Mulai Tumbuh …..

Karena mengutip Oscar Wilde:

Men always want to be a woman’s first love.
Woman like to be a man’s last romance.

Halah

Cag, 24-03-09, 9:00pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s