Berbahasa

Saya dibuat tertegun dalam beberapa minggu belakangan ini akan kesalahan berbahasa masyarakat Indonesia. Padahal ada pepatah: Bahasa menunjukkan bangsa. Namun apa jadinya jika suatu bangsa tidak berbahasa dengan baik, bahkan seperti kesulitan membedakan bentuk kalimat – aktif atau pasif. Apakah kebingungan berbahasa ini mencerminkan kebingungan kita sebagai bangsa?

Dalam sebuah kartu ucapan perpisahan dari seorang rekan bule, saya begitu tersentuh mendapatkan satu kalimat dalam bahasa Indonesia: “Rifki, kami telah dinikmati persahabatan anda. Kebahagiaan di masa datang”. Bukan kalimatnya yang menyentuh, tapi bagaimana dia berusaha memberi kesan mendalam dengan menggunakan bahasa Indonesia meskipun saya tahu bahwa dia sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia. Jadi suatu hal yang wajar menemukan kesalahan penggunaan bentuk pasif dan aktif, seperti dalam penggunaan kata dinikmati – yang seharusnya memakai awalan “me”.

Dua minggu berselang, saya membaca sebuah laporan teknik seorang rekan, yang nota bene berpengalamann dalam bidangnya. Laporan teknik yang berbahasa Inggris itu membuat saya menghela napas panjang, karena saya menemukan begitu banyak kesalahan penggunaan bentuk aktif dan pasif di dalamnya. Awal minggu ini pun saya menemukan kesalahan serupa dari rekan lainnya, kali ini dalam bentuk percakapan. Hal-hal demikian masih juga bisa dimengerti karena bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu kita.

Namun, cobalah kita perhatikan pengumuman standar yang dibacakan takmir mesjid setiap Jumatan sebelum khatib naik mimbar: “Insya Allah, yang bertindak sebagai imam dan khatib akan disampaikan oleh al ustadz kh fulan”. Saya menemukan kerancuan seperti ini cukup sering dan terjadi di beberapa mesjid yang pernah saya kunjungi.

Kalau diperhatikan kalimat tersebut, terlihat rancu dan membingungkan. Menurut saya, meskipun awan sastra namun cukup mengerti mengenai tata bahasa sederhana, kalimat yang benar adalah:
“… yang bertindak sebagai imam / khatib ADALAH al ustadz….”, atau
“… CERAMAH akan DIsampaikan oleh khatib kita al ustadz….”. Yang akan disampaikan kepada jamaah adalah “ceramah”nya kan, dan bukan “katib”nya.

Ternyata saya mendapatkan kejutan yang lebih besar lagi kemarin. Kali ini datang dari media nasional sekelas Koran Tempo. Silakan lihat halaman A10, dan di sana tertera judul: “DPRD disetujui Propinsi Cirebon”. Berita ini terkait pembenukan Propinsi Cirebon.

Jika kita coba baca sekali lagi dan perhatikan predikat kalimat tersebut. DIsetujui. Bentuk pasif. Dari kalimat tersebut, jika diajukan pertanyaan “Siapa yang menyetujui?”. Jawabannya: Propinsi Cirebon. Dan apa yang disetujui? Jawabannya: DPRD. Apakah itu yang dimaksud?

Saya yakin seratus persen bahwa kalimat tersebut terbalik, karena menurut hemat saya yang menyetujui adalah DPRD dan yang disetujui adalah Propinsi Cirebon. Jadi yang benar seharusnya adalah “Propinsi Banten disetujui DPRD” atau “DPRD menyetujui Propinsi Banten”.

Aneh. Kesalahan seperti ini dilakukan oleh media nasional sekelas Koran tempo, yang mempunyai editor-editor handal dan mumpuni dalam berbahasa..

Apakah hal ini menjadi alat pembenaran atas pendapat yang mungkin akan muncul bahwa suatu hal wajar jika terjadi kesalahan berbahasa di masyarakat, jika media massa – dengan kumpulan jagoan sastra dan bahasa di dalamnya – pun melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa, bahkan pada tajuk beritanya.

Atau kita maafkan saja hal tersebut – maklum kita kan bangsa pemaaf – karena mungkin itu kesalahan penulisan dan pengetikan, dan persolannya pun sepele – hanya masalah penggunaan kalimat aktif dan pasif saja.

Saya tidak mau berpolemik dengan masalah pemaafan dan masalah sepele atau tidak. Saya hanya mencoba memahami kalimat “Bahasa menunjukkan bangsa” dengan realita yang terjadi. Itu saja.

Cag, 26 – 03 -09, 9:31am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s