Dunia Pertemanan Facebook – Tipe-tipe facebookers

Menyambung tulisan sebelumnya, ternyata kalau diperhatikan kita bisa mendapatkan beberapa tipe pribadi pemakai facebook, dengan melihat aktivitasnya di facebook:

Pertama adalah tipe supel dan mudah bergaul sehingga wajar jika jaringan temannya begitu banyak dan pada dasarnya semua yang ada di dalam daftar temannya adalah memang benar teman atau sahabat. Jikalau pun ada teman baru dalam daftarnya, orang tipe ini cenderung tetap memperlakukan orang itu sebagai seorang teman, seperti tetap berinteraksi dalam bentuk menyapa, kirim salam, menyebut namanya dalam bercanda dan sejenisnya.

Kedua adalah tipe “politisi” (mohon maaf yang jadi politisi) dimana mereka memperlakukan facebook sebagai media “proklamasi” diri. Tipe ini cenderung memperbanyak daftar teman sebagai pembuktian diri kalau dia termasuk tipe supel. Hal ini bisa dilihat dari jumlah temannya yang “extraordinary” – tidak lagi dalam hitungan ratusan tapi ribuan. Ya, extraordinary atau Ruarr Biasa. Kenapa disebut tipe “politisi”? Yak arena umumnya yang mempunyai friend ribuan kan politisi.

Ketiga adalah tipe ibu pejabat (mohon maaf yang jadi pejabat dan jadi ibu-ibu) dimana mereka memperlakukan facebook untuk ajang show off. Deretan artis-artis adalah incarannya untuk di add friend. Obrolannya pun tidak jauh berputar di kisaran gaya hidup: clubbing, dining, shopping, dengan sederet foto-foto pendukung.

Keempat adalah tipe politisi beneran. Gak perlu diuraikan terlalu detail, karena intinya mereka memanfaatkan facebook untuk menggalang dukungan.

Kelima adalah tipe jadul, dimana pribadi tipe ini cenderung lebih selektif dalam memilih teman, namun jika sudah menyangkut sesuatu yang berbau nostalgia, seperti kawan sekampus, rekan sealmamater atau murid seperguruan, langsung di add sebagai friend, tidak peduli apakah rekannya itu seangkatan atau bahkan rekan ABG (se Angkatan Buyut Gue).

Keenam adalah tipe narsis, yang menggunakan arena facebook untuk memperlihatkan potensi dan kebanggan diri yang terpendam, yang selama ini – sadar atatu tidak sadar – disembunyikan dan tidak banyak orang yang tahu.

Ketujuh adalah tipe jaga diri. Tipe ini cenderung menambah teman seperlunya dan memang teman yang bergaul dekat. Tipe ini pun cenderung menghindari menambah friend yang tidak punya kedekatan emosional, dan cenderung tidak memulai menambah teman – add friend – yang tidak terlalu dekat kecuali teman tersebut mengajukan request.

Kedelapan adalah tipe ekonomis, yang mempunyai dan menambah friend yang bisa memberi keuntungan bagi karir dan ekonominya. Contoh yang mudah dilihat adalah jika teman yang bsangkutan tidak mengajukan request sebagai friend sampai dengan mendapatkan informasi bahwa orang yang di add memiliki posisi yang lebih tinggi atau lebih bagus sehingga bisa dimanfaatkan sebagi peluang menambah rekanan bisnis.

Kesembilan adalah tipe malu malu kucing (kalo gak mau dibilang malu-maluin). Bukti jelasnya adalah jumlah friend-nya yang bisa dihitung jari, tidak ada data profil yang lengkap, tidak ada foto dan tidak ada aktifitas. Entah karena memang begitu gapteknya (hari genee….) atau begitu kupernya, atau gak minat nerusin accountnya (atau ssst… dipelototin pasangannya sambil kacak pinggang).

Lalu, tipe apakah kita ini?

Cag, 01-04-09, 2:22pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s