Pemilu indah – laporan pagi hari

Pagi yang segar. Butir-butir air hujan tadi malam masih tersisa di atas dedaunan. Jalanan lembab. Mentari masih betah di peraduan dan terlambat menyembul di ufuk timur. Kalah gagak oleh rembulan lingkar penuh yang merona sempurna di arah barat. Kicauan indah burung saling bersahutan, kali ini datangnya dari burung-burung liar termasuk cicitan burung gereja.

Inilah suasana pagi di Vila Dago tempat tinggalku, pagi kala insan di sekitar kita bersemangat menyambut hari besar penentuan arah negaranya. Antusiasme tulus – kali ini – tercermin dalam obrolan satu topik bapak-bapak sepulang solat Subuh. Satu topik itu pula yang pada umumnya muncul pada status facebook akhir-akhir ini, ajakan simpatik untuk menggunakan suaranya.

Meski terdapat kelemahan di sana dan di sini, termasuk nasibku yang tidak ada di dalam daftar pemilih, kita patut berbangga dengan proses pendidikan demokrasi yang sudah dan sedang kita jalani. Insya Allah, rakyat Indonesia sekarang sudah bisa berpikir dewasa.

Cag, 09-04-09, 6:23am

“If liberty and equality, as is thought by some, are chiefly to be found in democracy, they will be best attained when all persons alike share in the government to the utmost”. (Aristoteles)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s