Humble

Sudah empat atau lima kali saya lihat youtube ini. Masih saja tidak bosan. Dan mungkin saya masih bisa menikmati sekali lagi, atau dua kali lagi tanpa bosan. Dan sepertinya, itu juga mungkin yang dirasakan orang-orang yang mengakses youtubenya. Bayangkan, videonya sudah dilihat 37.8 juta kali. Dialah Susan Boyle.

Sepintas sama sekali tidak ada yang istimewa dengan perempuan ini. Begitu biasa, sebiasa orang desa. Lihat juga penampilannya, jauh dari kesan siap untuk tampil di muka kamera, tanpa riasan, tapi pulasan, tanpa tipuan. Bersahaja dan apa adanya. Sifat manusia yang melihat seseorang dari penampilan terlihat dimana sepertinya tidak ada orang yang mendukungnya.

Namun setelah dia bersuara, I dreamed a dream, semua dibangunkan dari mimpi ke dalam realiti. Penampilan hanya pulasan, dan kemampuan adalah yang utama.

Tapi, lihatlah efek yang ditimbulkannya. Keluguan seorang perempuan dari desa – yang bisa kita artikan sebagai sebuah kearifan.

Lihatlah bagaimana dia makan sandwich dengan santai dan tenang, tanpa hirau akan pandangan orang. Bagaimana juga kepercayaan dirinya yang seadanya dalam menjawab pertanyaan pembawa acara, tanpa sungkan memberi tahu usianya. Tetap ceria dan riang. Kepolosan yang tidak ditutupi dalam menghadapi kesulitan mencari kata “villages” dengan gerak badan yang lugu.

Tanpa gentar dan ragu, konfiden bernyanyi. Apa coba yang anda rasakan ketika melihat segmen ini. Rasanya hati ini ikutan bergembira. Coba rasakan. Puas rasanya melihat dia begitu santai dan percaya diri dan bernyanyi begitu bagusnya. Adakah sesuatu di dada kita yang seperti pengen ikutan berteriak menyemangatinya. Itulah mungkin perasaan normal. Suwer gak bosen saya ngeliatnya.

Langkah selanjutnya pun jelas memperlihatkan keluguan, dengan santai langsung meninggalkan arena seperti layalknya seorang dusun yang baru saja melaksanakan tugasnya, dan tidak meminta untuk dinilai. Dan bagaimana langkah dia yang kembali ke pusat area untuk berdialog dengan juri. Polos banget kan. Apa komentar juri, bisa disaksikan lah leat youtube. Tapi asyiknya, dia menerima itu dengan santai dan tidak jaim. Ekspresif. Kaget ya kaget. Ketawa ya ketawa. Teriak ya teriak. Lihat di menit 5:53, atau 6:00 atau 6:09 dan 6;25.

Coba lihat gerakannya yang tidak disembunyikan sebagai seorang dusun yang sudah berumur di menit 6:30. Atau ekspresinya di 6:41 atau 6:50 atau &:03. Begitu natural.

Itulah bagi saya yang disebut humble – sederhana apa adanya.

Cag, 22-04-09, 6:56pm

Seperti yang disuarakan oleh juri wanita, ini adalah wake up call buat kita semua untuk tidak sinis dengan melihat penampilan dan kemampuan orang lain yang dipandang sebelah mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s