Gunawan

Saya selalu heran dengan komentar beberapa teman lama yang selalu bilang kalau mereka gak ngenalin saya kalau tidak melihat foto saya yang lama. Apa sih yang salah di diriku sampai teman dekat pun gak ngenalin lagi. Apakah karena aku terlihat gendut? Gak juga ya. Apakah aku menjadi lebih ganteng (cuih… cuih …). Atau sekarang tampil lebih pede, tidak seperti dulu yang cupu (istilah anakku – culun punya). Wah jadi geer nih.

Itulah kenapa saya tampilkan dua foto di fesbuk ini. Biar semua yang kenal saya waktu remaja sampai kuliah tahu bahwa Rifki yang ini memang benar Rifki yang dulu, tanpa tipuan, tanpa polesan.

Lantas kenapa jadinya orang tidak mengenaliku?

Wah, ternyata saya mendapat jawaban yang cukup menohok kemarin sewaktu reuni kecil. Seorang sahabat kuliahku dengan sambil lalu bilang bahwa yang membikin pangling adalah bagian kepala, di atas hidung. Bukan alis. Lebih atas lagi. Dahi? Bukan, di atas lagi. Halah, rumit amat. Ya, rambut. Ternyata rambutku yamng membuat rekan-rekan pangling. Benarkah?

Kok baru sadar ya kalau memang itu yang terjadi. Kalau melihat rambutku yang sekarang, tidak selebat dulu. Sekarang aku sudah diingatkan akan umurku yang sudah menua – bukan uban, tapi BOTAK.

Saya gak begitu care mengenai rambut di kepala, mungkin karena saya terlalu sibuk mikirin lingkar perut yang gak pernah bisa mengecil. Nasib…. nasib ….. Six pack gak dapat, rambut yang menderita. Tapi ada hal lain yang menyebabkan saya gak sadar kalau saya itu botak, karena saya masih selalu berpikir kalau saya tidak botak, tapi sulah (bahasa Sunda – susah diIndonesian). Sulah pan tandanya orang pintar ck….ck…ck….

Banyak orang menderita karena ingin punya rambut hitam dan lebat. Sekian jenis shampo dicoba. Juga dicoba Gondowangi Sariaji katanya. Ada terapi mengatasi kebotakan. Hiptonis untuk mencegah kebotakan. Teknik kloning sel rambut. Malah ada yang bilang resep paling jitu adalah dijilat kambing. Bahkan juga ada yang menyamakan masalah kebotakan untuk pria sederajat dengan masalah impotensi. Halah.

Ah, sayah mah syukuri saja yang terjadi. Memang sudah tanda-tandanya menua. Berpikir positif sajalah biar nikmat. Kebetulan botaknya cuman di depan, sehingga masih bisa bangga. Katanya, nih katanya, kalau botak di depan tandanya orang yang suka berpikir. Lumayan lah, meskipun botak di belakang katanya nunjukin orang pintar. Gak apa apa lah, orang yang berpikir kayaknya lebih “berisi” dibanding orang pintar? Yang paling saya syukuri adalah saya belum botak penuh, di depan dan di belakang. Kan itu artinya parah, dia pikir dia pintar. Heuheuy …

Yag paling penting mah bukan penampilan fisik, tapi penampilan hati yang tercermin dalam bentuk fisik. Pernah lihat Nicole Kidman? Cantik bukan. Tapi buat saya mah seorang ustazah PKS lebih terlihat cantik, karena cantik hatinya mnyembul ke luar. (Punten yeuh, mohon dimaklum, bobotoh PKS saya teh). Cantik hati bermula dari kebaikan yang dilakukan sehari hari. Istilahnya mah amal shalih. Karena kebaikan akan menghasilkan kebaikan. Dan kebaikan akan menuntun seseorang untuk berpikir positif. Berpikir positif menjauhkan seseorang dari iri dan dengki. Dan ujung dari semuanya adalah perasaan tenang dalam menikmati kehidupan, yang kemudian terpantul dari wajah yang berseri.

Itulah kenapa saya tidak peduli kalau saya botak. Karena saya juga adalah Gunawan … Gundul tapi Menawan. Lebih tepatnya Bonawan … Botak tapi menawan. Ha…. ha ….

Cag, 23-04-09, 9:46am

“barang siapa yang berserah diri pada Allah, sedangkan ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” QS 2.112

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s