Flu Babi

“WHO ups pandemic alert as Mexico flu deaths climb”. Judul artikel terbaru dari Yahoo News. Setelah Flu burung, sapi gila, sekarang kembali mucul penyakit baru yang telah memakan korban 149 orang meninggal dan diperkirakan akan menjadi pandemik.

Pandemik artinya adalah penyakit menular yang menyebar dalam skala yang luas, seperti melingkupi sebuah benua, atau bahkan dunia.

Haruskah kita panik? Apakah kita harus takut kejadian pandemik di tahun 1918 akibat flu Spanyol yang menyebabkan 50 sampai 100 juta orang meninggal terjadi lagi?

Gak usah panik lah, panik tidak menyelesaikan masalah kan? Lebih baik kita jutru melakukan langkah pencegahan, dimulai dari yang sederhana sekali: cuci tangan dengan bersih dan kering. Agar flu tidak menyebar, Pemerintah Mexico menyarankan untuk tidak salaing bersalaman. Namun hemat saya, yang penting bukan tidak bersalaman, tetapi membiasakan cuci tangan.

Cuci tangan yang disarankan adalah yang biasa kita lakukan, dengan sabun, dengan lebih menekankan ke sela-sela jari yang biasanya jarang tecuci dengan baik. Juga diingatkan bahwa penggunaan dryer untuk mengeringkan tangan tidak sebagus dan sehigienis penggunaan tissue (meskipun masih dalam pengkajian). Tapi untuk berjaga-jaga, kembalilah ke kearifan orang tua dulu lah, bawa sapu tangan.

Langkah lain yang sederhana, dan bisa menunjukan kesantunan seorang insan, adalah lindungilah mulut dan hidungmu sewaktu bersin atau batuk. Dan kearifan orang tua dulu pun masih layak diterapkan, pakai sapu tangan. Sepele kan.

Insya Allah. Bagi yang punya iman kepada Tuhannya, semua ini bisa diambil hikmahnya, dan yakin bahwa Tuhan menyediakan obat atas segala penyakit, asal manusia berpikir.

Cag, 28-04-09, 5:53am

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhna Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang” QS 16.115

“Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNy yang telah diikatNy dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati”. QS 5.7

Ingatlah makna “sami’na wa ato’na”, kami mendengar dan kami taati, karena tidak semua yang difirmankan Tuhan tidak harus bisa diterima nalar manusia dan dicari pembenaran ilmiah, karena ilmu manusia tidak ada artinya dibandingkan kasihNya. Yakinlah bahwa Tuhan memberi panduan yang terbaik buat umatNya. Itulah kenapa kami tidak memakan babi, bukan karena cacing pita atau penyakit swine flu (yangbaru ditemukan). Kami melakukannya sebagai bentuk ketaatan kepaan Tuhan kami, dan kami biarkan ilmu pengetahuan sekarang atau yang akan datang yang membuktikan kebenaran ayat-ayat Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s