yuk solat subuh di mesjid

Ternyata apa yang saya tulis di notes dahulu terjadi juga. Gairah saya solat subuh di mesjid masih sinusoidal, dan beberapa minggu terakhir berada di lembah -1. Memang untuk istiqamah teh susah, perlu dukungan dari dalam diri diiringi perilaku kebaikan yang berulang.

Pagi ini Allah megijinkan saya untuk mencoba belajar beristiqamah lagi dalam mengerjakan solat subuh berjamaah. Dan hari ini saya begitu terharu. Sepanjang tinggal di kompleks ini, baru kali ini saya ikut solat subuh dengan jamaah yang mengisi separuh ruangan dalam mesjid, atau sekitar lima shaf. Ini membahagiakan tentunya, karena dengan dua shaf penuh jamaah saja sudah ada rasa bahagia di dada.

Alhamdulillah, ternyata gairah solat berjamaah dan kegiatan keagamaan sedang tumbuh dengan baiknya. Membahagiakan jika seorang teman yang sudah mempunyai posisi sebagai camat tidak bisa dihubungi lewat telepon karena sedang mengikuti pengajian rutin dengan pak bupati. Rasanya indah nian memperhatikan ternyata cukup banyak rekan kerja yang menyempatkan diri untuk solat dhuha di musola kantor. Dan alangkah senangnya – bahasa bule mah ‘fantastic’ – mengikuti solat dhuhur dan ashar berjamaah di mesjid Al Ikhlas Polda Metro Jaya yang megah dan karena terlambat, mendapatkan shaf paling belakang. Ya barisan paling belakang dan di luar ruangan, karena tiap solat fardu, mesjid penuh dengan jamaah, persis seperti sedang Jumatan.

Dari semua gairah keIslaman, tetap saja solat subuh memegang posisi penting cerminan seberapa ikhlas kita bersungguh-sungguh di depan Allah (selain solat isya, dua waktu paling sulit untuk solat berjamaah, karena begitu banyak godaan). Rasanya masuk akal kenapa solat subuh membantu kesehatan juga. Menghirup udara segar subuh hari sudah jelas memberikan manfaat. Tapi yang jarang disadari adalah dengan solat subuh, kita belajar hidup teratur dan hidup sehat, terutama dengan tidur cukup dan teratur, kualitas dan kuantitasnya bagus.
Manusia adalah makhluk, dan Allah menciptakan badan kita yang hebat sehingga badanpun memiliki jam biologis, dan tahu kapan tubuh ini harus beristirahat. Dengan berniat solat subuh berjamaah, kita akan digiring untuk tidur pada saat badan kita membutuhkan istirahat, pada saat jam ‘tunduh’. Tiap orang mempunyai jam ngantuknya masing-masing, yang jika terlewati, akan muncul masalah gak bisa tidur. Tidurlah pada saat tubuh memintanya, dan insya Allah, tubuh pun akan memberitahukan saat untuk bangun. Tubuh sendiri yang akan beradzan: ‘as-shalatu khairum minan naum’.

Di jaman modern ini, karena tuntutan kerjaan dan pemuasan keinginan, jam tubuh sendiri kadang kehilangan irama. Banyak sekali insan manusia yang sudah hebat menandingi kelelawar, baik untuk bekerja, clubbing, nobar, midnight movie atau sejenisnya.

Musim bola sudah lewat kan? MU sudah menang dan Barcelona sudah menunjukan kualitasnya di piala Eropa. Yuk temans penggila bola, jika masih ‘nyileuk’ (terjaga) dan. tidak bisa tidur karena sudah terbiasa manteng depan tivi, istirahat sebentar, ambil air wudlu, dan solat tahajud – tidak sampai sepuluh menit kok. Subuh menjelang, cobain ikut ke mesjid deh, gak ada yang ngetawain. Nikmati segarnya udara pagi yang menyentuh raga dan jiwa, membuat fresh.

Aktivitas yang selama ini dilakukan, dan kadang menyita waktu malam, adalah hak kita dan kita yang menentukan, apapun aktivitas itu. Kita sadar dengan konsekuensinya, termasuk konsekuensi terhadap tubuh dan pikiran serta jiwa. Yuk kita imbangi aktivitas ini dengan aktivitas yang memperkaya batin, dan menyehatkan dan menyegarkan lahir dan batin.

Segalanya harus dicoba, dan langkah pertama ke arah kebaikan pasti sulit. Dengan niat yang tulus dan berpikir positif lah, kita bisa coba mensinergikan aktivitas-aktivitas yang sepertinya berada di dua kutub tersebut. Alangkah indahnya jika di tengah fasihnya menganalisa pertandingan Barca dan MU, kita juga bisa nyambung dengan pembicaraan bapak-bapak selepas solat subuh.

Dari grafik sinusoidal keimanan saya yang berada di lembah -1, saya sedang berusaha kembali ke puncak keimanan dan berusaha beristiqomah. Dan dalam usaha untuk istiqamah dalam kebaikan, godaan pasti datang bertubi-tubi.

Yuk, kita isi hari dengan kebaikan. Yuk kita awali dengan aktivitas penyegaran rohani dan jasmani. Yuk kita solat subuh di mesjid.

Cag, 31 Mei 2009 05.45am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s