anak

Mendengar kata itu, saya selalu terngiang lagu yang dibawakan Victor Wood dan dinyanyikan lagi oleh Fredy Aquilar, dulu berbahasa Tagalog berjudul Anak, yang artinya juga anak. Melodi dan musiknya begitu menyentuh seperti tersentuhnya memori saya ketika saat itu membolak balik album foto anakku.

Satu halaman demi halaman album foto saya perhatikan, dan saya temui sebuah pemandangan yang menakjubkan, sebuah perjalanan seorang bayi mungil, gemuk, berpipi tembem dengan keriting di ujung rambut, yang lucu dan ceria. Telingapun tanpa dipaksa menuju ke saat itu sewaktu bayi mungil tertawa renyah sewaktu digelitikin, berlanjut dengan kecerewetan membanjirnya pertanyaan seorang anak TK yang tidak terputus.

Itulah masa lalu anakku, dan tentunya itu pula bayangan semua orang yang memiliki anak yang sekarang beranjak remaja atau dewasa. Alhamdulillah saya diberi kesempatan sebuah kesadaran saat itu untuk menyisihkan waktuku untuk bercengkerama dan menikmati tumbuh berkembangnya anakku. Waktu yang rasanya tidak seberapa jika dibandingkan dengan waktu yang dipakai untuk bekerja. Namun waktu yang sedikit itu pula yang memberikan hadiah tidak terhingga, sebuah kedekatan batin ayah dan anak, dan juga sebuah pelajaran batin dan emosional.

…Bersama anakku, saya mempunyai kesempatan untuk menyuburkan kesabaran dan rasa humor, memperdalam kecerdasan hati, belajar menemukan kekayaan terpendam dalam kehidupan sehari-hari dan memperoleh kebahagiaan yang tidak disangka-sangka datangnya….

Bersama anakku pula … hadir pula cobaan-cobaan yang menantang, tempat semua kelemahan kita mucul dan terlihat dari respon sang anak, kebohongan dan kemunafikan kita yang begitu halus juga terbongkar dengan keluguan pertanyaan anak, keraguan dan ketidakkonsistenan kita kentara, dan kekurangan kita pun terbeberkan dengan jelas, dikuliti kepolosan sang anak…

Anak ternyata mengajarkan banyak hal bagi orangtuanya, terutama mengenai kehidupan. Pelajaran seperti di atas didapatkan dari anakku sewaktu kecil dan masih lucu dan polos. Saya yakin, di masa sekarang di kala dia remaja pun, dia akan memberikan pelajaran kehidupan bagiku dengan cara berbeda. Yang diperlukan hanyalah keikhlasan dan perenungan, serta mencoba menata tanya di satu masa, tidak dengan “apa yang harus anakku pelajari?” tetapi “apa yang bisa aku pelajari dari anakku?”

Hidup anak dan orangtua akan begitu indah jika anak belajar dari orang tuanya dan orang tua pun belajar dari anaknya.

Cag, 23 Juni 2009, 09:00pm

Mencoba memahami dan memaknai apa yang telah dan sedang terjadi, setelah membaca sebuah buku yang cukup bagus berjudul: ‘Apa yang diajarkan oleh anak kita’ oleh Piero Ferrucci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s