dan Kau masih di situ, bukan?

kala hatiku membatu
dan mengharapkan bisikanMu
tak kudengar suara itu
di antara gelegar dunia
memekakkan

namun kuyakin Kau masih membisiku
pasti …

tatkala Kau memanggilku
aku tahu itu panggilan dariMu
namun aku acuhkan
kuabai
terlena kuasa dunia

namun kutahu Kau masih di situ, bukan?

dengan setia Kau membisikiku
bisikan agung
dan memanggilku
panggilan agung

haruskah telingaku selalu tuli?
bisakah hatiku selalu beku?

bolehkah aku masih bersimpuh
luruh
di depan singgasanaMu
dan balik berbisik
lirih
di gelap malam ini

Cag, 24 Juli 2009, 04.21am

Judul dan satu baris yang sama saya ambil dari puisi Kang Yudha Octavinanda yang bagus sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s