Gempa? Beramal salehlah…

Setelah gempa Jogjakarta, Tasikmalaya, Padang dan Kerinci terjadi, saya termenung memikirkan apakah evacuation procedure standar gempa selama ini efektif apa tidak. Prosedur yang juga diterapkan di Jepang adalah berlindung di bawah meja, di sebelah pinggir kursi atau kasur.

Tapi, silakan akses youtube, dan cari video mengenai ‘earthquake’ atau ‘earthquake caught on tape’. Perhatikan apa yang terjadi jika kita berada di dalam sebuah gedung atau rumah ketika gempa terjadi. Bumi bergoyang kesamping, begitu pula bangunan. Gempa berkekuatan besar menimbulkan goyangan yang besar juga. Jika ini terjadi, apa yang kita selama ini pelajari dan persiapkan, berlindung di balik meja dll, sudah tidak terpikirkan dan tidak sempat dilakukan, karena mungkin saja bangunan rusak dan rubuh sebelum kita sempat menyelamatkan diri.

Apakah itu berarti evacuation prosedurnya salah? Bukan! Dalam kondisi tertentu, tindakan pencegahan itu akan efektif. Namun dalam kondisi lainnya, apapun yang kita lakukan tidak akan ada artinya. Inilah yang terjadi di Padang dimana gedung bimbel Gama rubuh, hotel Ambacang juga goyah dan hancur dan tiga desa hilang dari peta.

Saat itulah makna takdir sudah bekerja. Kita hanya bisa melakukan sebisa apa yang manusia lakukan. Selebihnya adalah kehendak Tuhan yang berbicara, dan manusia tidak ada daya dan upaya.

Itulah kenapa selain evacuation procedure standar di atas, dibutuhkan juga prosedur tetap menerus yang dilakukan manusia. Itulah beramal saleh dan bersodaqoh.

Dengan beramal saleh, kita senantiasa berjalan di muka bumi dengan bijaksana sebagai seorang manusia paripurna. Untuk seorang muslim, jadilah muslim yang baik dan saleh. Untuk seorang kristiani, jadilah seorang kristiani yang baik dan saleh. Untuk seorang penganut hindu, budha dan lainnya, jadilah umat yang baik dan saleh.

Kebaikan dan kesalehan yang mencerminkan pemahaman manusia akan kuasa Tuhannya dan ketidakberdayaan manusia atas dirinya sendiri di hadapan Tuhannya.

Dengan bersodaqoh, kita senantiasa berjalan di muka bumi dengan menoleh ke sekeliling. Kita bahagiakan sekeliling kita dengan apa yang kita punya. Orang miskin kita bahagiakan dengan sodaqoh harta. Orang kaya kita bahagiakan dengan sodaqoh senyum. Orang kesepian kita bahagiakan dengan sodaqoh pertemanan. Orang stress kita bahagiakan dengan sodaqoh percakapan. Sodaqoh adalah cerminan seseorang sebagai rahmat bagi sekalian alam.

Tidak berarti dengan bersodaqoh dan beramal saleh lalu kita selalu terbebas dari musibah dan malapetaka, meskipun tidak dipungkiri bahwa amal saleh dan sodaqoh terkadang ajaib. Kita serahkan kepada Allah Maha segala Maha. Jika Beliau berkehendak, Beliau selamatkan makhlukNya dan Dia juga matikan makhlukNya. Namun setidaknya jika Allah berkehendak menjemput ajal kita, kita sedang berada dalam kondisi siap dan bersih karena beramal saleh dan bersodaqoh. Husnul khatimah.

Berusaha mengikuti prosedur gempa baku kita lakukan. Berusaha beramal saleh kita dilakukan. Berusaha berserah diri juga kita lakukan.

Cag, 6 September 2009

One thought on “Gempa? Beramal salehlah…

  1. Leres Kang Rifki… upaya transedental memohon kepada Rabb agar dijauhkan dari malapetaka adalah preventive motion yang sangat efektif namun kadang tak terukur. Hanya dengan renungan, tafakur dan tasyakur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s