Andaikan bola tidak bundar?

Pada tanggal 3 Juli malam ini ceritanya saya jadi Gatotkaca, terbang ke awang-awang dan melihat dari kejauhan dunia yang biru sebagian dan gelap berkerlap kerlip di bagian lain. Dengan mengambil mata bionic-nya Superman saya pandangi aktivitas penduduk bumi. 

Saat itu saya melihat miliaran manusia pada saat yang sama memandangi kotak kaca ajaib di tengah rumahnya masing-masing. Tidak saja di rumah si kaya atau si miskin, si hitam atau si putih, bangsawan atau pelayan, Sunda atau Madura, sahabat atau musuh.

Sebagian besar lainnya juga ditemui berkumpul di majelis-majelis bernama Nobar, baik itu majelis Nobar di warung kopi, majelis Nobar di kafe ‘kasta’ the have, majelis Nobar di mall atau sesederhana majelis Nobar pinggir jalan.

Mereka kulihat dengan khusunya memperhatikan jalannya sebuah ‘ceramah tanpa kata’ dan larut dengan emosi dan hati.

Dan pukul sembilan malam lewat lima menit bagi manusia di Jakarta, keheningan pecah menjadi sebuah kebahagiaan di satu tempat atau kesedihan di tempat lain, yang bisa jadi hanya terhalang dinding setengah bata. Kebahagiaan dan kesedihan yang pada saat yang sama juga saya lihat sore itu di sebuah negara ujung Afrika atau pagi itu di ujung Pasifik. Dan juga kebahagiaan yang persis sama dirasakan sore itu di negara Jerman. Dan juga kesedihaan yang persis sama dirasakan pagi menuju siang itu di sebuah negara bernama Argentina.

Terlihat dari mata bionicku – ceritanya kan masih jadi Gatotkaca, terjadi sebuah jalinan perasaan sedih kasat mata antara mereka yang berada di Argentina dan di Bekasi, juga jalinan bahagia di Jerman serta di Pamulang. Jalinan lintas batas, lintas negara, lintas agama, lintas waktu. Sebuah jalinan yang dibuat oleh sebuah ‘agama’ yang bernama bola. Dan beruntunglah karena takdirnya si Jabulani yang bundar, sehingga dia mengalir dari kaki Klose ke kaki Mueller dengan lancarnya, atau melesak membentuk kurva melenting seperti pelangi, yang tidak bisa ditangkap oleh Sergio Romero yang bergerak terbang indah. Goool.

Andaikan bola tidak bundar, tentu tidak terjadi simfoni kompak sebuah panser, karena sang bola mogok bergulir di tanah, dan malah betah memeluk bumi. Andaikan bola tidak bundar, tidak akan terjadi majelis-majelis Nobar penyebar silaturahim lintas segala batas, meski hanya sesaat. Andaikan bola tidak bundar, tidak akan kudapati teriakan emosi gembira atau cucuran sedu sedan penyesalan dalam satu masa. Andaikan …

Ah, tinggalkan pengandaian bola tidak bundar. Itu sudah fitrahnya si Jabulani. Bagaimana jika kita berandai yang lain. Andaikan toleransi ummat seperti seorang Loew yang menyalami dan memeluk Maradona yang lara. Andaikan manusia tertarik mendatangi majelis-majelis rohani seperti penuhnya majelis Nobar oleh pendamba bola bundar. Andaikan politisi memainkan permainan cantik pemberantasan korupsi dengan kerjasama apik di semua lini, persis kompaknya pasukan putih-kuning-hitam mendobrak lawan. Andaikan penguasa menghormati peran sejawatnya seperti seorang lini mengumpan bola kepada penyerang, dan tidak egois ingin mencetak skor. Andaikan…

Aargh, ternyata sang Gatotkaca sudah harus kembali menjejak tanah, kembali ke dalam realita sebuah manusia yang miris terkoyak batin melihat 80 anggota pengurus PSSI menghabiskan miliaran kepeng untuk belajar yang belum mereka pelajari dan mustahil mereka pelajari karena tidak punya nurani.

Cag, 3 July 2010

Saya bukan penggila bola, dan lebih memilih tidur daripada begadang menyaksikan Liverpool yang melorot terus. Baru kali ini saya nikmati menonton bola. Go Jerman.

Tahukah anda perbedaannya bulat dan bundar? Ternyata judul di atas salah. Harusnya “Andaikan bola tidak BULAT”. Lingkaran adalah dua dimensi, sementara bulat dan bundar adalah tiga dimensi. Uang logam: bundar. tutup kaleng: bundar, piring: bundar, bola: bulat, mata: bulat. Jadi ingat saja lagu: “Topi saya BUNDAR”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s