Mengalirlah hidup dengan tujuan

(diambil dari gugel)

Ada seorang teman yang memperhatikan kehidupanku selama lima belas tahun, dan suatu saat dia bilang: ‘Ki, kehidupanmu itu kok lancar-lancar banget. Bersyukurlah, dan berhati-hatilah, karena mungkin saja kelancaran itu adalah suatu cobaan’.

Alhamdulillah saya mendapatkan seorang teman yang masih suka menasehati saya ke jalan kebaikan.

Ketika banyak orang luar sering melihat kehidupan seseorang begitu lancar, tanpa kerikil masalah yang berarti, hidup bahagia tanpa tekanan, mereka mungkin hanya melihat keadaan luarnya saja. Seperti halnya yang menimpa semua orang, seseorang itu pun mengalami kehidupan naik turun, beban dan masalah, dan suatu ketika pernah merasakan kondisi yang begitu terpuruk, mental, material maupun spiritual.

Namun, apakah lantas kondisi-kondisi itu harus diperlihatkan kepada orang lain? Selama kita mempunyai pasangan hidup yang bisa diajak bicara, saling menjadi telinga di kala pasangannya ingin berkeluh kesah dan saling mengisi dalam menjalani kehidupan, insya Allah kita akan mengarungi kehidupan apa adanya, lepas. Persis seperti air, mengalir ke mana alam membawa. Namun mengalirlah seperti air tapi dengan tujuan. Janganlah kita lalu mengalir seperti air tapi berlabuh di comberan.

Insya Allah, selama aktivitas keseharian dipenuhi dengan kebaikan, hidup akan mengalir apa adanya, seperti air yang mengalir ke sungai yang jernih, yang mengairi sawah dan ladang, yang membantu menyemaikan bulir-bulir kehidupan.

Ikhlaslah dan ikhlaskan apa yang terjadi. Apapun yang terjadi, baik atau buruk, percayalah itu yang terbaik bagi kita, asal kita sudah berusaha. Insya Allah semua terasa lapang dan lancar.

Jadi ingat ajaran bacaan Bapakku waktu kecil setelah solat fardu yang saya terus lakukan, meski tidak mengerti artinya: ‘Rabbisyrahlii shadrii wa yassirlii amrii’. Kelak di kemudian hari kala remaja dan dewasa kita akan pahami sebuah doa yang luhung itu, doanya Nabi Musa (Thaha 25-26): ‘Ya Tuhanku. Lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku’.

Jadi kawan, mengalirlah hidup apa adanya. Mengalirlah seperti air, namun mengalirlah dalam kebaikan.

Cag, 13 Juli 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s