Gugatan untuk sepuntung rokok

Gugatan untuk sepuntung rokok

by Rifki Feriandi on Monday, April 5, 2010 at 8:09pm
Kemarin, tatkala kubeli segelas susu dari abang yang lewat,
Tanganku tersengat bara kecil dari sepotong rokoknya yang ditaruh di sela-sela rangka gerobak,
Sengatan yang tidak seberapa sakit,
Apalagi dengan permohonan maaf atas keteledorannya..

Namun tetap kejadian itu berefek bagiku,

Hari ini, efek itu kurasakan
resmi kulayangkan sebuah surat
Kepada manajemen gedung tempat kantorku berada,
Untuk segera tegas mengirimkan sebuah surat edaran untuk semua tenant,
Terutama tenant di lantaiku,
Untuk menegur karyawannya yang merokok di toilet
Di mana jelas-jelas terpampang tulisan ‘DILARANG MEROKOK’ di dinding
Seperti yang kualami hari ini

Hari ini juga, kuminta pengelola
Memberikan wewenang penuh kepada cleaning service
Untuk menegur siapapun yang kedapatan merokok di tempat itu

Padahal minggu lalu, kudapati sebuah video yang terkenal
Dengan seorang balita pandai meniru orang dewasa,
Dalam berkata cabul dan mempermainkan asap rokok
Seorang Balita, saudara-saudara
Seorang anak di bawah lima tahun

Padahal minggu-minggu lalu, juga kudapati
Perselisihan pendapat, debat kusir tidak karuan
Hanya karena sebuah fatwa haram yang sebenarnya tidak mengikat semua warga
Karena bukan berbentuk undang-undang

Dan sekarang AKU MENGGUGAT
Terhadap sepotong puntung rokok yang kau bakar dan hisap
Karena kau, manusia melihat tapi tidak membaca
Karena kau, manusia berotak tapi tidak berpikir
Karena kau, manusia berhati tapi tidak bernurani

Maaf akan kuabaikan semua gugatan balik
Orang-orang yang merasa tersinggung
Karena yang kugugat hanyalah sepuntung rokok

Gugat baliklah gugatanku dengan jawaban nalarmu

Bukankah kau baca tulisan jelas itu,
Di toilet, di tempat-tempat umum
Dengan istilah ‘Dilarang Merokok’ atau sekeren ‘No smoking’
Tapi, bukankah kamu melihat, membaca tapi tidak ‘membaca’

Bukankah kau baca tulisan peringatan di bungkus rokokmu
‘Merokok dapat menyebabkan bla…bla…bla…’
Dan kamu mengerti artinya, mengerti akibatnya, namun tetap melakukannya
Bukankah itu bukti kamu berakal tapi tidak berpikir

Oke, lakukanlah itu
Seenak perutmu, karena itu adalah langkahmu
Tapi janganlah kau bawa-bawa aku, orang lain, ke dalam sakitmu
Janganlah kau nikmati sedapnya hirupan asapmu dan kau semburkan penyakitnya ke sekelilingmu
Padahal sebagian alergi, sebagian asma dan sebagian sinus
Bukankah itu bukti kamu berhati tapi tidak bernurani

Kamu nikmatilah tembakaumu
Kamu hiruplah asapnya
Dan kamu TELAN semuanya
Jangan semburkan
Dan jika kau tidak bisa melakukan itu
TUTUP MULUTMU

Karena telah kuharamkan rokok bagiku
Karena telah kuputuskan menyingkir sementara dari orang yang melakukannya

Kini aku menggugat sepuntung rokok

Cag, 05 April 2010

Untuk saudaraku perokok, mungkin mengerti kenapa saya menulis artikel ini: saya tidak merokok, saya alergi asap rokok. Namun kau tetap saudaraku yang saya harap bisa mengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s