“Apakah perkataan Bang Foke ini penyebab Jakarta macet?

Terus terang saya sangat terperanjat membaca sebuah berita dari vivanews. Dari petikannya saja sudah membuat saya bertanya “benar gak sih yang saya baca”. Sebuah kalimat yang saya copy langsung dari laman itu: Membatasi orang membeli mobil tidak mungkin, kalau membatasi orang tidak menggunakan mobil itu mungkin. Untuk itu kita masih menunggu peraturan ERP, baru dijalankan,” jelasnya.

Kenapa saya terkejut?

Sebagai pribadi dan pengguna kereta – karena sudah sebal berkendara – saya meyakini bahwa solusi utama pemecah kemacetan adalah BATASI jumlah kendaraan. Busway, monorail, MRT dan lain-lain tidak akan berpengaruh efektif jika kendaraan yang melintas tidak dibatasi. Kemacetan akan menjadi-jadi jika panjang jalan tidak bertambah tetapi kendaraan penghuni jalan terus beranak-pinak. Prediksi lalu lintas Jakarta bisa mati tahun 2014 bahkan mungkin akan lebih cepat terjadi. Bukankah itu pikiran yang paling logis selogis-logisnya? Selogis jika kita punya anak terus menerus, sementara rumah petak 21 tidak berubah, ya batasi punya anak. Pakai KB. Kan bisa?

Pertanyaan mendasar saya, apa dasarnya sehingga Bang Foke bisa berkata bahwa membatasi orang membeli mobil tidak mungkin? Bang Foke, bukankah pembatasan kendaraan adalah justru alternatif utama pemecah macet. Bukankah terlihat pada saat macet bahwa kendaraan yang lewat sudah terlalu banyak – dan berisi satu orang lagi. Dan bukankah itulah area di mana seorang pejabat membuat suatuaturan untuk kepentingan bersama. Bukankah itu wewenang PEMDA membuat sebuah pegangan untuk penatalaksanaan wilayahnya? Mungkin pelarangan atau pembatasan itu takut membatasi hak asasi manusia karena uang yang dipakai adalah uang sendiri? Lalu, bagaimana dengan hak asasi manusia pengguna angkutan kota?

Pembatasan sebenarnya bisa dilakukan bertahap. Misalnya dengan melarang kendaraan yang sudah berumur sangat tua melintas – selain mencegah mogok juga mencegah kecelakaan – hal ini dilakukan di Singapura – dan ini akan mengurangi kendaraan cukup drastis. Atau membatasi satu keluarga maksimum mempunyai sekian motor dan mobil – karena banyak kejadian satu keluarga dengan dua orang anak yang mempunyai lebih dari empat mobil. Tapi jangan lupa, pembatasan ini harus diikuti dengan program lainnya, seperti realisasikan moda pengangkut masal seperti MRT, atau tambah armada busway.

Saya hanya berdoa, mudah-mudahan Bang Foke kelepasan bicara, dan ada koreksian nantinya. Mudah-mudahan berita di vivanews itu benar, sehingga saya mengangkat issue dari berita yang benar. Dan mudah-mudahan Pemda Jakarta bisa membuat suatu aturan yang TEGAS termasuk pembatasan kendaraan bermotor.

Cag, 25 Februari 2010

/

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s