“Masa sih kita harus nonton sinetron?” – Solusi satu

Sempat saya melirik sebuah iklam sinetron baru. “Melirik” karena saya tidak pernah menonton sinetron, baik yang episode lepas, atau yang bersambung terus menerus tanpa selesai. Iklan itu mempertunjukan sinetron dengan lima orang cowok SMA dan beberapa cewek, dengan dandanan rapi jali dan tampang kinclong. Dari sepintas saja saya berkesimpulan bahwa sinetron itu meniru atau menjiplak atau mengekor sinetron korea yang sedang digandrungi. Kentara sekali tidak adanya kreatifitas dan originalitas ide dari sutradara atau produser. Karena itu saya sangat mafhum dan sadar akan kekecewaan dan ke”mual”an beberapa segmen masyarakat akan sebuah sinetron, sampai tahapan seperti sebuah status facebook teman saya: “Masa sih kita harus nonton sinetron?”

Pagi ini saya berkesempatan menonton teve – chanel Australia ABC, berjudul New Inventor. Acara itu mengupas penemuan-penemuan baru yang dilakukan oleh warga Australia sendiri, baik yang berusia muda atau tua. Salah satu penemu adalah anak muda yang mengenalkan sebuat alat pemotong bambu, seorang perempuan yang membuat tikar tidur yang sederhana yang bisa dipergunakan sebagai selimut juga, dan seorang insinyur tua yang menciptakan sebuah alat di truk kerjanya yang terhubung dengan komputer dan internet yang bisa memetakan daerah-daerah mana saja di jalan yang dilalui yang berada dalam kondisi rusak. Dalam acara ini juga ditampilkan tiga orang panelis: seorang insinyur, seorang desainer dan seorang ahli kayu, yang akan bertanya segala hal mengenai temuan-temuan baru tersebut.

Saat itu pikiran saya hanya ada satu tanya: kapan ya acara seperti ini ada di televisi kita. Acara seperti itu mungkin bisa dijadikan sebuah solusi untuk mereka yang mual dengan sinetron. Saya bayangkan jika di saluran televisi kita ada ada acara seperti ini, bisa jadi akan menjadi sebuah oase yang menyegarkan. Segar rasanya menemukan sesuatu acara yang berisi pengetahuan, menambah khasanah ilmu baru, di tengah kesumpekan hujat-ancam-olah emosi dalam bentuk berita, umbar aib atau kelakuan negatif selebriti atau sinetron “up to the sky” – sebagai lawan kata “down to earth”.

Dan sebenarnya acara seperti ini bisa dengan mudah dibuat di negara kita karena Indonesia mempunyai anak-anak muda yang kreatif di bidangnya masing-masing dan mayoritas mereka memerlukan sebuah wahana pengekspresian karya kreatifitas mereka. Indonesia mempunyai anak-anak bangsa yang hebat-hebat. Lihat saja mereka yang banyak meraih prestasi di beberapa olimpiade, atau mereka peneliti muda yang banyak beriprah di lomba LIPI, atau mereka pemenang lompa tulis ilmiah dan lain-lain. Mereka-mereka seperti itulah yang bisa membuat bangga negara kita dan mereka butuh wahana populer untuk mengaktualisasikan pemikiran dan penemuannya. Dan jika kita mempunyai wahana seperti itu, insya Allah kita mempunyai sebuah oase saluran televisi – sebuah keteduhan, kesegaran dari acara yang berisi, jauh dari sumpah serapah sampah.

Mudah-mudahan ada satu dua produser yang berani untuk menerobos kebekuan ide.

Cag, 27 Februari 2011

:

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s