Anakku adalah Aku

Banyak teman-temanku yang bilang jika anakku mirip banget denganku, bahkan istilahnya copy paste. Bahkan ada yang bilang jika anak kita sangat mirip bapaknya, itu tandanya sang ibu begitu mencintai suaminya. Geer deh jadinya – atau malu bagi istriku yang ketahuan besar cintanya.

Setelah dipikir-pikir dan disambung-sambungkan dengan apa yang telah terjadi, saya kadang suka merenung, kok ya mereka mirip denganku. Lihat saja anakku dan lihat saja dari cara tidur. Dulu sewaktu si Kakak masih balita, dia suka tidur mepet dan menghadap ke dinding, alasannya biar adem. Ini persis yang saya lakukan sewaktu kecil bahkan sampai remaja. Sekarang si Ade kecil pun tingkahnya mirip denganku. Jika dia tidur tangannya suka menutupi mata persis yang saya lakukan dulu karena dalam gelap saya bisa cepat tidur. Kaki si Ade pun paling seneng jika mengimpit guling. Itu juga kebiasaanku dulu. Bahkan sekarang posisi kepalanya suka melenting ke belakang. Istriku bilang itu posisi saya tidur beberapa bulan belakangan. Di luar tidur juga sama. Jika si Ade marah-marah, atau keliatan seperti bergumam atau ‘kukulutus’, bapakku langsung bilang: ‘gede ambekna jiga si Iki’ (cepat marahnya kayak si Iki – panggilanku waktu kecil).

Namun cobalah kita pikirkan kenapa anak-anak kita – utamanya sewaktu dia balita atau bayi – melakukan hal-hal yang persis pernah kita lakukan? Meniru? Gimana bisa. Dia kan belum ada ketika kita kecil, ya toh? Gimana akal sama otak bisa menjelakannya?

Yakinilah bahwa hal itu memperlihatkan bahwa anak adalah cerminan orang tua dan pasti ada suatu jalinan kasat mata antara orang tua dan anak. Sering-seringlah kita perhatikan apa yang terjadi dan rabalah diri kita.

Suatu saat anak kita gelisah, susah tidur, miring kiri miring kanan, nangis dan rewel. Dikasih minum susu tidak mau, diberi mainan dibuang. Bahkan digendong pun berontak. Cobalah saat itu raba diri sendiri atau pasangan kita – ayah dan ibu anak kita. Apa yang saat itu sedang dirasakan? Sering kita dapatkan jika anak kita gelisah karena kita – atau salah satu dari kita sebagai orang tua -juga sedang gelisah. Gelisah karena mungkin kecapekan fisik. Gelisah karena ngantuk dan kurang tidur. Gelisah karena sedang berantem dengan pasangan. Gelisah karena kekesalan tehadap anak yang lain atau mungkin gelisah karena cemas.

Kali lain si anak bandel minta ampun. Bisa jadi saat itu sedang terjadi ‘perang’ antara ayah ibunya.

Cobalah lihat juga jika suatu ketika salah satu dari kita melakukan sebuah dosa – yang disebut dosa kan jika mengerjakan sesuatu yang tidak ingin diketahui orang, apapun dosa itu tapi hati pasti akan mengakui. Bisa jadi pada saat yang bersamaan akan dilihat bahwa anak akan merasa gelisah.

Banyak orang yang berpikir modern tidak percaya bahwa ada tali bathin antara anak dan orang tua. Tapi, haruskah kita menunggu bukti nyata yang kemungkinan akan membuat kecewa?

Itulah bisa jadi mungkin akan kita dapati sebuah kenyataan seorang anak yang bermasalah secara psikologi karena sebenarnya kitalah yang bermasalah. Karenanya, selalu berbuat baiklah sehingga hati kita selalu dalam keadaan tenang. Dan jika hati kita tenang, anak kita pun mendapatkan sambungan tali psikologi yang baik. Dan jiwa yang baik akan menciptakan perilaku yang baik. Dan perilaku baik menjadikan sebuah pribadi yang baik. Yakinlah sekarang, bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan.

Cag, 7 Mareti 2011

Ketika saya dalam kondisi fisik dan jiwa yang nyaman,si Ade yang sedang saya gendong akan cepat tertidur pulas dan nyaman di gendongan. Kepulasan yang tidak hanya terlihat dari terpejam matanya, namun saya rasakan dari ‘lepasnya’ badan dia di dekapan saya

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s