Gak Perlu lah Berkilah: “Orchad Road Saja Banjir Kok”

Sore ini hujan mengguyur sebagian kota Jakarta. Hujan deras yang terjadi tidak seberapa lama ternyata telah membuat genangan-genangan air, mulai dari setinggi buku telunjuk sampai sedalam satu telapak tangan, atau sudah cukup merendam sepatu sampai tumit. Kembalilah Jakarta dibuat macet, berhubung kendaraan cenderung akan berjalan untuk melintasi genangan itu.

Genangan air akan berarti satu: drainase yang buruk. Drainase buruk di sini tidak melulu berarti tidak tersedianya saluran pembuangan – culvert, got, gorong-gorong, tetapi lebih kepada buruknya prasarana yang mengantarkan air genangan hujan mengalir ke saluran pembuangan.
Sederhana saja contohnya, yaitu persis di depan Grand Indonesia – Hotel Kempinski. Saat hujan cukup lebat terlihat air hujan mengalir deras mencari celah masuk ke gorong-gorong. Sepanjang beberapa puluh atau ratus meter air itu tetap saja mengalir karena tidak ditemukannya lubang menuju gorong-gorong (dan bahkan saluran air pun tidak terlihat). Sampai akhirnya berlabuhlah air hujan itu di daerah level terendah, dan terjadilah genangan setempat – atau banjir.

Padahal secara logika saja, akan sangat gampang untuk mencegah terkumpulnya air itu dengan mengalirkannya lewat saluran atau lubang kecil yang menuju saluran air lebih besar. Dan itulah yang harus dilakukakn: memperbanyak salurang air atau lubang untuk mengalirkan air ke gorong-gorong.

13001873061192049643

Apakah sistem drainasenya sudah baik? Mungkin ada gorong-gorong di bawah trotoar, tapitidak terlihat lubang penyalur air ke gorong-gorong

Namun, kenyataan berbicara lain pula. Di beberapa – dan banyak – tempat, akan ditemukan pula lubang-lubang saluran kecil yang mengarah ke gorong-gorong yang sama sekali tidak berfungsi. Tidak berfungsinya lubang itu bukan karena tersumbat, karena di daerah perkotaan cenderung lebih bersih dan bebas dari daun-daun jatuh yang umumnya menyumbat, melainkan karena posisi lubangnya sendiri yang lebih tinggi dari lantai jalan. Padahal air bukanlah makhluk yang bisa mengalir atau melompat ke daerah lebih tinggi. Beberapa foto yang diambil memperlihatkan masalah umum yang terjadi.

Secara logis, inilah problem utama terjadinya genangan. Kementrian Pekerjaan Umum selayaknya mempunyai solusi mudah untuk membantu Pemda DKI, yaitu dengan melakukan pemeriksaan saluran-saluran atau lubang-lubang kecil seperti itu, terutama di jalur-jalur utama. Apalagi di jalur-jalur utama itu, saluran-saluran itu – termasuk gorong-gorongnya berada di bawah trotoar. Modifikasi ringan mungkin bisa dilakukan dengan cara melapisi jalan agar levelnya lebih tinggi merata dan bisa mngalirkan air ke arah lubang itu. Dan alternative lain adalah membuat saluran pembuangan kecil menuju gorong-gorong secara terbuka, sehingga mudah untuk diperiksa dan dibenahi dan juga memodifikasi kansten – balok beton kecil pembatas jalan, yang berada persis di sebelah lubang berbentuk halus – tidak patah segi empat – sehingga memudahkan dan mengarahkan air hujan ke lubang tersebut.

130018744721300767

Banyak ditemukan posisi lubang terlalu tinggi dibanding lantai jalan sehingga air susah masuk. Modifikasi sedikit saja sudah cukup banyak memberi pengaruh, seperti memperbesar lubang, membuat lubang menjadi terbuka, dan memberi sodetan kecil di kansten-nya untuk memberi jalan air.

Sekarang lah saatnya bagi Pemda DKI dan Kementrian Pekerjaan Umum untuk melakukan pengecekan dan perbaikan ringan seperti itu. Mengapa sekarang? Pertama: karena sekarang sudah memasuki musin kemarau dan musim hujan selanjutnya masih jauh sehingga tepat untuk melakukan perbaikan. Kedua: meskipun berada di musin kemarau, hujan masih tetap terjadi sehingga hujan bisa dipakai sebagai alat ukur genangan masih terjadi di beberapa tempat.

Jika perbaikan seperti itu bisa dilakukan, tidak perlulah pemerintah berkilah: “Orchad Road saja banjir kok”.

Cag, 15 Maret 2011

karena kebaikan akan menghasilkan kebaikan yang lain

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s