Jalanan Rusak (Lagi) di BSD City

Pagi tadi, saya bermobil ke kantor melewati BSD City. Saya kembali dibuat heran, karena jalanan yang saya lalui kok sudah rusak lagi. Jangan melihat terlalu jauh dan terlalu panjang, lihat saja sepenggal jalan dari keluar tol sampai ke pertigaan arah Victor-Taman Tekno. Banyak lubang-lubang besar menganga, dan juga lubang yang tidak terlalu lebar, namun dalam – seperti persis berada sebelum perumahan De Latinos.

Saya memandang kerusakan jalan di BSD City cukup membahayakan. Sebabnya adalah karena kerusakan-kerusakan itu berada di antara kemulusan jalan yang cukup panjang. Bisa dibayangkan seorang pengemudi yang membawa kendaraannnya cukup kencang, namun mendadak menginjak rem. Ada tiga kemungkinan yang terjadi:

  • Jika sempat menginjak haruslah bersyukur, terhindar dari celaka. Namun apa yang terjadi adalah terjadinya kemacetan yang cukup panjang, orang akan sangat hati-hati melewatinya.
  • Jika tidak sempat menginjak rem, berarti siap-sap membanting stir untuk menghindar; dengan hasil celaka – bagi dirinya atau orang lain
  • Jika tidak membanting stir, artinya kita mengorbankan kendaraan kita untuk rusak.

Dan kejadian itu akan lebih berbahaya pada malam hari, di kala jalanan lengang dan pengemudi cenderung berjalan kencang.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, tanggung jawab siapakah ini? Pemda-kah atau Pengembang? saya jamin pastinya terjadi silang sengketa mengenai hal ini.

Pertanyaan dari segi teknis adalah apakah kelas jalan tersebut telah sesuai dengan kondisi kenyataan – berada di antara berbagai permukiman dengan intensitas kendaraan yang lewat begitu banyak, ataukah terbalik: pengguna jalan melebihi kapasitas jalan – dengan contoh truk pengangkut tanah ternyata bisa melewati jalan tersebut.

Apakah yang pertama atau yang kedua yang terjadi, kita sudah dihadapkan kepada sebuah kesalahan – baik berupa penyalahgunaan penggunaan jalan, atau kesalahan pendesainan jalan. Dan masyarakat sebagai pengguna hanya dihadapkan atau dipaksa dihadapkan dengan sebuah kenyataan salah: “Sabar saja. Mungkin belum ada sisa uang pajak untuk perbaikan jalan”.

Mengenaskan bukan?

Cag, 16 Feb 2011

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s