Persib ke LPI: Ball is Rolling, Sepokbola Kita Menggeliat

Membaca berita olahraga salah satu harian, di mana klub Persib berkeinginan pindah ke LPI, saya langsung berkomentar sendiri – ‘wah, persepakbolaan kita benar-benar menggeliat ke arah yang bagus niy’.
Saya bukan penggila bola, jarang nonton bola, tidak pernah mengorbankan tidur untuk bola. (Boleh dong cowok tidak suka bola). Paling sekali dua saya menonton liga asing – Spanyol, Inggris, pokoknya yang sempat saya tonton dan enak ditonton. Dan itulah alasan saya tidak pernah menonton bola lokal, tidak ada yang bisa ditonton – monoton, tidak banyak pergerakan, gak ada gol indah.

129617767991574126

(Persib tahun 80an, jamannya Ajat Sudrajat – foto dari website Persib www.persib-bandung.or.id/)

Nah, mungkin titik balik terjadi pada AFF kemarin. Mata awam bola disuguhi penampilan yang cukup bagus – atau bagus lah untuk ukuran lokal. AFF menarik perhatian karena ternyata pesepakbola kita memberi suguhan yang enak ditonton – kalo segi teknis kualitas tanyakan ahlinya.

Dan dari harian yang saya baca, saya melihat bahwa peubahan sepak bola kita sudah memantul – ball is rolling – ke arah yang baik terutama dengan melihat fakta seperti ini:

  • Klub mulai profesional. Lihat saja dari titel pengurusnya. Dulu kita hanya mengenal titel ‘Ketua Umum’, sekarang bertaburan titel seperti CEO, Direktur Utama, Director, Komisaris. Kueren kan. Tidak mungkin ada jabatan itu jika organisasinya tidak profesional.
  • Klub mulai independen, tanpa bergantung dari dana pemda. Artinya, insya Allah campur tangan politik pastinya akan berhadapan dengan kepentingan profesional klub
  • Klub mulai berani bersuara lantang dalam hal ketidakadilan, baik di lapangan maupun dalam organisasi resmi PSSI. Pembangkangan beberapa klu yang pindah dari LSI ke LPI menunjukan hal ini. Pembangkangan seperti ini ya sah-sah saja kali yah demi membuat sebuah perubahan ke arah lebih baik
  • Klub mulai berani mengeluarkan uang untuk membeli pemain asing. Ini juga bukti profesionalisme. Gimana mau membeli pemain bagus jika nantinya tidak ada pertanggungjawaban keuangan.
  • Banyaknya pemain asing yang tertarik bermain di klub kita akan menambah kualitas teknis persepakbolaan kita. Ini suatu yang sangat menarik, karena agak tidak mungkin seorang pemain profesional dari Inggris atau Amerika Latin mau jauh-jauh datang berlabuh ke negara yang mereka kenal masih sebagai negara berkembang jika mereka tidak yakin jika kompetisi di sini akan bagus.
  • Dengan adanya pemain asing – yang rata-rata bertampang kinclong, akan banyak menarik minat masyarakat – dan perempuan – untuk menontonnya. Bagaimana seorang Irfan Bachdim yang blasteran, atau Gonzales atau Younghusbands atau Lee Hendrie dll bisa menjadi pujaan para wanita – dan juga pujaan beberapa pria. Saya pikir kesuksesan Laga pertama LPI pun ada andil besarnya tampang good lookingnya Irfan Bachdim. Meskipun ada bule atau blasteran yang bertampang OK tidak menciutkan nyali pesepakbola lokal untuk berpenampilan oke. Lihat saja, kita pun punya Marcus.
  • Adanya LPI sedikit banyak memberikan alternatif kompetisi. Memang kita mempunyai PSSI, namun jika PSSI tidak bisa diharapkan – tentunya dari harapan masyarakat luas – saya pikir sah-sah saja punya double competition. Kita lihat siapa yang bertahan – survive, dan siapa yang didukung masyarakat.

Namun demikian, jangan dilupakan jika kita pun harus manut dengan hukum FIFA. Jadi, relakan saja Irfan gak bisa ikut Timnas, karena memang aturannya begitu kok – harus dari klub yang diakui lembaga yang diakui FIFA. Tapi, timnas kan bukan akhir tujuan.

So, GO! GO! Sepakbola Indonesia.

Cag, 28 Jan 2010

Hmm… Sayang. Ternyata Federer kalah. Djokovic mainnya biasanya bagus, but I don’t like his attitude. Jadi saya support Murray lah, kasihan Inggris dah lama gak dapat Grand Slam. Untuk putri, saya dukung either Li Na atau Clijster

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s