Yuk kenali Hazard! Safety (is not) First

Pernah dengar guyon komentar seorang pengemudi metro mini ugal-ugalan ketika ditegur penumpangnya:

“Bang pelan dong. Kalem saja biar selamat”

“‘Naek metro mini, bayar dua ribu kok nyari selamat’?

Lucu ya, tapi miris karena mungkin itu yang terjadi. Keamanan dan keselamatan belum menjadi prioritas pertama kita. Dan belum juga menjadi prioritas pemerintah kita. Itulah kenapa kita harus lebih mengedepankan keselamatan dan keamanan dari segi apapun dalam segala langkah kita. Hazard – bahaya – yang mengancam nyawa mengintai di sekitar kita. Karena itu, mari kita bersama-sama mengenali hazard – bahaya – yang ada di sekitar kita dan mensosialisasikannya kepada khalayak umum, sehingga kita setidaknya bisa berbuat kebaikan dalam hal mengurangi kejadian cedera atu meregang nyawa. Tulisan ini mengawali serial Yok kenali Hazard!! yang merangkum hazard-hazard apa saja yang saya temuin dalam kehidupan sehari-hari.

########

Kasus pertama adalah yang saya temui setiap hari kerja.
129674380516196542491296743501370573769

Foto di atas diambil di stasiun kereta Palmerah. Pemandangan yang bisa ditemui tiap pagi, kedatangan kereta pengangkut karyawan dan pegawai kantoran. Terlihat jelas kan ada suatu bahaya (hazard) mengintai? Ya, pejalan kaki berada di dekat jalur kereta, dan bahkan sangat dekat dengan kereta yang lewat. Bahayanya apa? Yang jelas, bahayanya adalah bagaimana jika pejalan kaki itu terserempet kereta yang lewat searah dengan pejalan kaki. Bagaimana jika si pejalan kaki tidak berkonsentrasi, entah sedang mengobrol atau berbicara berhandphone ria, sehingga arah jalannya sedikit bergeser ke arah rel? Bagaimana jika tiba-tiba ada yang iseng kemudian sedikit mendorong orang ke arah kereta? Bahaya cedera sampai yang fatal seperti meninggal akan dengan gampang ditemui.

Saya pikir kita belum mampu membuat stasiun seaman dan senyaman stasiun Sommerset-Singapur. Namun seyogyanya pihak pemerintah berusaha keras ke arah itu, minimal dengan memasang sebuah pagar pengaman di sekitarnya pejalan kaki – meski untuk mengamankan satu jalur pejalan kaki. Atau membuat jalur keluar baru yang tembus ke peron. Di lain pihak, penumpang kereta pun sejatinya harus mendahulukan keselamatan dan keamanan diri, dan menghindari bahaya tersebut (ups, saya termasuk penumpang itu).

Lalu apa yang harus dilakukan? Secara umum langkah-langkah itu adalah:

Pertama: pemerintah harus punya niat baik mempertimbangkan keselamatan dan keamanan terhadap infrastruktur publik.

Kedua: masyarakat pun harus sadar dengan keselamatan dirinya dengan tidak memaksakan sesuatu yang membahayakan diri. Kecelakaan yang diakibatkan karena kelalaian diri, selain terlihat bodoh, juga akan berimbas kepada yang lain. Dan pemerintah juga akan terkena imbas itu.

Ketiga: biasakan lagi sikap dan budaya bersih, sehat, aman. Juga tumbuhkan sikap hati-hati dalam setiap langkah. Berdo’alah sesuai agamanya di setiap kesempatan, karena jika sesama makhluk tidak ada yang menolong, serahkan kepada khalik – Sang Pencipta – untuk mengintervensi.

Keempat: jadilah masyarakat yang baik dan menebarkan kebaikan kepada orang lain. Singkirkan segala bahaya yang kira-kira akan menimpa orang. Beritahu seseorang jika melihat ada bahaya mengintainya.

Kelima: beritahu pemerintah jika dibutuhkan campur tangan pemerintah – daerah atau pusat – untuk mengatasi dan menyingkirkan atau mensiasati bahaya tersebut. Teleponlah layanan bebas pulsa yang biasanya ada di instansi-instansi vital. Atau jadilah wartawan kecil-kecilan yang mereportasekan berita tersebut di media umum semisal kompasiana.

Dari sinilah akan muncul masyarakat yang beradab – civil society.

Cag, 1 February 2011

Ternyata saya mencederai tulisan itu dengan masih berjalan di sebelah rel kereta itu. Tapi saya berhati-hati loh. Ah, dasar, saya ternyata manusia biasa.

– lakukanlah kebaikan, karena kebaikan akan menghasilhan kebaikan lainnya –

Disclaimer – http://www.aurecongroup.com/apac/disclaimer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s