Biro Travel ONH Plus terekomendasi

Dalam beberapa kesempatan, saya ditanya beberapa orang “Apa sih Biro Travel ONH Plus yang direkomendasikan?”. Terus terang jawaban terhadap pertanyaan tersebut cukup sulit, karena pastinya jawabannya tidak objektif dan cenderung sangat subyektif. Berhubung subyektif itulah, saya lebih suka mengemukakan apa yang saya alami terhadap Biro Travel yang saya pakai, tidak dalam posisi menilai Biro Travel lain dan biarkan pembaca mengambil keputusan sendiri.

Bagus tidaknya – atau lebih tepat cocok tidaknya – Biro Travel yang dipakai bagi saya bisa dilihat dari programnya itu dari satu ritual haji saja dulu: Wukuf.

Kenapa wukuf?

Al hajjul Arafah. Haji itu adalah Arafah. Arafah adalah wukuf. Belum berhaji jika kita tidak berwukuf. Karena itu, bagaimana sebuah Biro Travel mengelola program pada saat pelaksanaan wukuf di Arafah, di situlah akan terlihat bagus tidaknya atau cocok tidaknya sebuah Biro Travel.

Saat berhaji dua tahun lalu, saya merasa bersyukur karena saya bisa menjalani wukuf dengan baik. Sejak awal bimbingan, saya mendapatkan tuntunan bahwa waktu wukuf di Arafah adalah waktu yang sangat MAHAL. Mahal karena saat itulah waktu utama berhaji dan bahkan bisa dikategorikan sebagai waktu utama seumur hidup. Kala itu posisi kita akan sangat dekat dengan Khalik, du’a-du’a kita diijabah …. dan sayangnya waktunya sangat pendek. Lalu, bukankah sebuah keteledoran luar biasa bagi kita yang mengabaikan waktu SPESIAL itu dengan tidak melakukan ibadah yang khusu’ dalam mengisi waktunya. Dan keteledoran itu adalah sebuah kewajaran bagi kita sebagai jamaah dengan pemahaman agama yang pas-pas-an: keteledoran sebagai bukti ketidakpahaman, kekurangpahaman atau bahkan ketidakseriusan. Di sinilah peran Biro Travel dengan para pembimbing hajinya akan terlihat menonjol dalam mengantarkan jamaahnya memanfaatkan waktu tersebut.

Alhamdulillah. Saya mendapati tuntunan dan bimbingan berwukuf yang baik. Waktu mahal itu bisa diisi dengan baik, dengan sangat sedikitnya kesempatan atau waktu yang terbuang percuma selain dari beribadah, berdzikir dan berdo’a. Dengan digawangi paling sedikit tiga ustadz – yang sampai saat itu bukanlah merupakan figure terkenal atau selebritas – kami menjalani satu demi satu ibadah dengan terstruktur dan terencana. Nuansa tenda kami terasa syahdu, mengiringi kami untuk meraih kekhusu’an sampai tanpa terasa air mata meleleh di pipi. Hapalan do’a kami yang tidak seberapa dan ketidaktahuan kami tentanng apa lagi yang harus dilakukan untuk mengisi waktu yang “sedikit” itu, diimbangi oleh Ustadz yang menuntun dan memimpin do’a-do’a. Dan jeda waktu yang ada pun sengaja tidak memberikan keleluasaan untuk sekedar merokok – yang merupakan aktivitas makruh – dan mengobrol untuk berghibah. Dan itulah yang saya syukuri, karena tanpa adanya tuntunan dan bimbingan seperti ini, bisa jadi saya akan abai dalam memanfaatkan waktu mahal itu.

Itulah apa yang saya dapati dengan berhaji plus di bawah bimbingan Biro Travel Haji Al Maghfirah.

Jadi, apa rekomendasimu RIfki?

Rekomendasi saya: “Apapun Biro Travel nya, telusuri saja program-program yang akan diikuti, terutama program selama menjalankan wukuf di Arafah, dan dapatkan kesan-kesan alumni Biro itu terhadap aktivitas-aktivitas selama wukuf”

Mudah-mudahan subyektifiktas saya sedikit memberi peluang obyektifitas dalam menentukan pilihan.

Semoga Allah menuntun kita dalam membuat keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s