Mesjid Nurul Iman Blok M Square – Oase di tengah keramaian

Jarang, amat jarang saya bepergian ke Blok M. Sebisa mungkin saya hindari area ini. Simpel alasannya. Muacettttt. Karenanya, cukup terkejut juga dengan perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah adanya Blok M Square. 

Kunjungan pertama ke gedung ini tujuannya satu: nyari peralatan naik gunung. Eiger. Katanya di sini stocknya lengkap. Dan beneran, lengkap. 

Sore ini, kali kedua saya ke gedung ini. Tujuannya pun satu, meski beda dengan yang pertama. Tujuan sekarang mencari ilmu. Ya, kajian Rabu maghriban. 

Seperti biasa, saya pergunakan angkutan Commuter Line yang murah meriah nyaman. Turun di Stasiun Kebayoran Lama yang bisa dikatakan jauh lebih bagus dibandingkan Stasiun Coorparoo di Brisbane tempat saya pernah tinggal sementara. Dari sana, disambung ojek online yang juga simpel dan murah. Diskon 50% lagi. Turun di Melawau. Ongkos Kebayoran – Melawai cuman 5000 perak. 

Sesampainya di Blok M Square, saya langsung gunakan lift ke Lantai 7.  Jangan salah, gunakan lift yang ada di tengah, karena lift lainnya tidak mencapai lantai 7. 

Ketika pintu lift terbuka, bisa dikatakan mulut saya ternganga. Suwer, ups, saya tidak menduga menemukan sebuah oase. Sama sekali imaji saya tidak seperti ini. Saya awalnya mengharapkan sebuah musola yang sedikit sempit dan kumuh. Area Blok M gitu loh, yang konotasi di benak masih kumuh. 

Kenapa disebut oase?

Ya, pas dibuka saya dihadapkan dengan miniatur Ka’bah yang berada di tengah area terbuka dikelilingi koridor dengan ornamen khas Islam. Meski udara sebenarnya panas, tapi kok ya saya merasa adem dan teduh. 

Ternyata area ini sering dipakai sebagai tenpat calon jamaah haji melakukan manasik – latihan untuk berhaji. Masya Allah. Pinter juga nih, latihan panas-panasan, agar tidak kaget dengan panasnya Saudi. 


Masuk area wudu, jamaah pria diarahkan ke sebelah kiri. Meski tidak terlalu besar, area basah wudunya cukup representatif untuk ukuran mall di Blok M. Tersedia juga urinoir dan enpat kamar mandi. 


Ketika masuk ke area utama solat, saya dibuat kagum juga. Luas. Beneran. Gak nyangka gitu, di lantai teratas mall ada masjid luas. 


Area masjid juga berkarpet merah tebal. Bukan karpet hijau standar. Tenal ini mah. Dinding-dindingnya dihiasi aksen geometris khas Islam, disertai pilar-pilar. Keren we lah. 


Menengadah, saya disajikan gambaran langit berawan. Sementara itu bagian mihrab diisi mimbar beratap, partisi. Ada meja besar di sebelahnya untuk pengajian. 


Saat saya masuk, sekitar setengah jam menuju waktu Magrib, jamaah sudah banyak yang datang. Hari itu, Rabu, memang ada kajian bersama ustadz Khalid Basalamah. Kajian – dulu lebih dikenal dengan kata pengajian – ini rutin dilaksanakan tiap minggu. Ternyata, Mesjid Nurul Iman ini memiliki banyak aktivitas. 


Salah satu aktivitas yang menarik yang dilihat di papan pengumuman adalah aktivitas petualang muslim. Wah, patut dihubungi nih, apa aktivitas ini bisa diikuti orang dewasa 😁. 


Sebelum pulang, saya coba ambil beberapa gambar dari beberapa sudut sekitar mesjid. 


Saat pulang, disarankan para jamaah untuk turun melewati tangga mall, yang berarti harus melewati area parkir. Alasan memakai tangga ada dua. Pertama, lift tentunya akan penuh dan menunggu lama. Biarkanlah dan berilah kesempatan orang tua dan ibu-ibu yang menggunakannya. Kedua, duduk lama di kajian, biarkan kaki ini bergerak dengan berjalan menuju tangga. 


Mari kita mengaji …..

2 thoughts on “Mesjid Nurul Iman Blok M Square – Oase di tengah keramaian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s