9 Pencapaian Terminal 3 Keberangkatan Yang Patut Diapresiasi

Belakangan ini, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta mendapat sorotan. Bandar Udara terbaru di kawasan Cengkareng ini menjadi pembicaraan karena adanya plafon yang ambruk dan banjir. Kejadian yang sebenarnya muncul di area tertentu yang tidak luas itu, menyita perhatian dan mendapat liputan yang sangat luas. Suatu hal yang wajar, cibiran muncul terkait dengan kualitas bangunan serta kualitas pekerjaan. Kritik-kritik pedas pun serta merta bermunculan. Tidak apa. Itu bagus untuk sebagai bagian dari evaluasi dan introspeksi serta memperbaiki diri. 

Namun demikian, janganlah sampai kejadian di atas menafikan beragam hal kemajuan yang harus diapresiasi. 

Inilah sembilan hal yang diapresiasi, versi penulis. 

1. Megah, lapang

‘Capek’ dengan Terminal 1 Domestik yang crowded dan beratap rendah, maka memasuki Terminal 3 ini kita diberikan atmosfer yang sama sekali berbeda. Lapang. Lega. Luas. Kesan yang didapat dari atap plafon yang tinggi. 

Desain yang lapang ini mirip dengan bandara-bandara di luar negeri. Ambillah contoh Terminal 3 Changi. Juga Chek Lap Kok dan Suvarnabhumi. Jika disebut kemegahannya mirip dengan bandara-bandara tersebut terlalu berlebihan, akuilah bahwa kemegahannya – apapun persepsi kriteria kemegahannya – membanggakan. Di sinilah penulis ingin mengapresiasinya: muncul sesuatu yang bisa dibanggakan. 

Area sebelum masuk gate keberangkatan [Foto: Rifki Feriandi]

Koridor lapang, ceiling tinggi. Dada serasa bebas [Foto: Rifki Feriandi]

Pintu masuk kedatangan. Kesan modern sudah muncul [Foto: Rifki Feriandi]

Area tunggu terbuka, sangat tinggi, membuat nyaman [Foto: Rifki Feriandi]
2. Check-in counter nyaman dan luas

Sama seperti Bandara di luar negeri, check in counter di Terminal 3 ini pun sudah modern. Jumlah konternya pun banyak. Sehingga, jikalau terjadi antrean sepanjang apapun, sepertinya masih nyaman. 

Di beberapa tempat, tersedia pula check-in machine bagi mereka yang bepergian tanpa bagasi. Jumlah mesin otomatis ini cukup banyak. Semoga jumlahnya terus bertambah – dan selalu terpelihara baik – sehingga membantu para pejalan. 

Check in machines [Foto: Rifki Feriandi]

 Check in counter yang cukip banyak dan nyaman [Foto: Rifki Feriandi]

3. Banyak tempat duduk

Passanger friendly. Itu yang ingin saya sematkan ke Terminal 3.  Iyes. Salah satu buktinya adalah banyak ya fasilitas untuk kenyamanan penumpang. Salah satu fasilitas yang penting adalah tempat duduk. 

Di Terminal 3, kita dengan gampang menjumpai banyak tempat duduk. Banyak. Buka hanya satu dua seadanya. Juga, tidak hanya dalam bentuk kursi yang standar berbentuk kursi, tapi juga dalam bentuk bangku atau pilar rendah penahan taman. 

Dari sisi peletakan, tempat duduk ini pun ternyata bisa dibuat menarik. 

 Kursi-kursi yang banyak  [Foto: Rifki Feriandi]

Tempat duduk di sekitar taman [Foto: Rifki Feriandi]

Jarak antar kursi dibuat cukup lapang [Foto: Rifki Feriandi]

Tempat duduk dalam bentuk bangku yang diletakan menarik [Foto: Rifki Feriandi]

 Kursi-kursi berbentuk sofa nyaman [Foto: Rifki Feriandi]


4. Ada free wifi dan free charger telepon

Tidak perlu dijelaskan terlalu panjang, but these are two important things in the current live. Wifi gratis dan colokan charger hape gratis. Iya, charger gratis. Iya, gratis. Jangan sampai dianggap memakai fasilitas negara tanpa ijin 😁😝. 

Free charger station [Foto: Rifki Feriandi]

 Temukan simbol free wifi ini  [Foto: Rifki Feriandi]


5. Banyak toko dan restoran

Meski belum seluruh bagian terminal terisi, namun sudah banyak restoran bermunculan. Mulai dari international style sampai dengan real local food. You name it. Saya duga, berbagai fastfood outlet murah meriah akan terus bermunculan. Bagus lah, memberi alternatif lebih banyak kepada penumpang. 

Real local food ada loh. Tuh, Roti Unyil Bogor  [Foto: Rifki Feriandi]Tempat makan yang nyaman  [Foto: Rifki Feriandi]

Masih banyak resto di lantai bawah dari lantai check in  [Foto: Rifki Feriandi]

Bahkan di lantai ruang tunggu sekitar gate pun banyak resto dan toko  [Foto: Rifki Feriandi]


6. Entertainment menarik

Untuk hal ini saya acungu semua jempol. Kentara sekain perbedaan terminal ini dengan terminal lainnya. Juga terlihat jika terminal ini sedikit banyak mengejar image modern terminal. Entertainment berupa layar teve cukup banyak tersedia dan diletakkan di tempat startegis dan bisa dilihag banyak orang.

Taman. Ini juga satu area penting yang mengentertaint penumpang. Mirip lah dengan taman di Changi – meski kembali lagi pasti saja ada yang menganggap itu terlalu lebay. But, hey….akui saja lah. Mirip tidak perlu sama bukan?

Entertainment monitor. Boleh diperbanyak tuh  [Foto: Rifki Feriandi]

Entertaintment berupa foto bahagia bersama di spot taman  [Foto: Rifki Feriandi]

Tamannya keren, bukan? [Foto: Rifki Feriandi]

7. Display keren

Bagian ini pun saya suka. Sebagai seorang narsiswan 😁, banyak spot display yang menarik untuk berfoto. Cocok lah buat si Ade yang mengikuti jejak ayahnya yang narsis. 

Instalasi seni, meski kadang susah dimengerti   [Foto: Rifki Feriandi]

Pameran juga membantu mengurangi kebosenan  [Foto: Rifki Feriandi]

Display keren buat si Ade  [Foto: Rifki Feriandi]

Ini juga keren  [Foto: Rifki Feriandi]

Menarik nih  [Foto: Rifki Feriandi]


8. Jalur pemeriksaan banyak

Apresiasi tinggi buat pengelola ketika saya melihat area pemerksaan akhir sebelum masuk gate area. Jalur pemeriksaannya banyak euy. Semoga ini memudahkan dan memperlancar penumpang saat membludak. 

Jalur pemeriksaan yang keren dan banyak  [Foto: Rifki Feriandi]


9. Special Tenant

Bagian ini mungkin luput dari banyak perhatian. Dua tenant yang saya lihat cukup spesial. Tenant yang bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia. Yaitu, tenant Pertamina dan Satinah. Khusus untuk tenant terakhir, saya berprediksi bahwa ini juga Untuk lebih mendayakan instansi pemerintah daerah. 

Promosi daerah melalui instansi pemerintahan daerah – Sarinah  [Foto: Rifki Feriandi]

Dukungan Pertamina dalam budaya  [Foto: Rifki Feriandi]

Konter Pertamina tanpa penekanan keperminyakan  [Foto: Rifki Feriandi]

Itulah sembilan hal penulis apresiasi. Semoga apresiasi ini membuat semua pihak tang terkait bangga akan apa yang telah diraih dan apa yang telah dilakukan tidaklah sia-sia. 

Semoga juga ini tidak menutup kita untuk tetap memberikan saran, pendapat dan kritikan kepada pengelola untuk menuju ke arah yang lebih baik lagi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s