Aksi Sosial Rumah Baca: Apa itu Rumah Baca

Rumah Baca. Apa itu?

Rumah baca sebenarnya tidak berbeda dengan perpustakaan. Yaitu tempat di mana buku-buku terkumpul dan dipajang untuk dibaca atau dipinjam. Kata rumah baca sering dipakai mungkin karena kesannya akrab. Ada kata ‘rumah’ nya, gitu. Sementara kata ‘perpustakaan’ cenderung resmi, formal dan berat. Yang sekarang terbayang di benak saja adalah rak buku yang tinggi, buku-buku besar dan berat, dan konter peminjaman. Padahal itu mah imaji perpustakaan jaman old.

Ada beberapa hal menarik terkait rumah baca, dibandingkan dengan perpustakaan:

  • Rumah baca bisa dibuat sesederhana dan sekecil mungkin. Ruangan kecil di kolong fly over, bekas gardu jaga terbengkalai, warung mungil tak terpakai bisa disulap menjadi rumah baca.
  • Rumah baca tidak melulu harus memiliki ruangan. Bisa juga berkeliling, salah satunya dalam bentuk lapak di keramaian. Taman-taman kota atau ruangan terbuka lainnya bisa menjadi spot buka lapak. Buku-buku koleksi tinggal digelar. Ada effort sih, angkut, tata, angkut lagi. Tapi bukankah usaha berbanding lurus dengan bahagia. Deeuuuh 😂. Yang penting, harus jelas lah kalau lapak itu adalah Rumah Baca dan bukan jualan buku.
  • Sementara itu, Rumling, Rumah Baca Keliling secara harfiah menggunakan moda transportasi untuk berkeliling. Bisa dalam bentuk sepeda, angkot, kuda, sampan dan lain-lain.
  • Jika perpustakaan umumnya dikelola oleh lembaga formal, maka Rumah Baca bisa dikelola mandiri oleh masyarakat.
  • Umumnya Rumah Baca didirikan secara swadaya, baik secara individu maupun aksi sosial kelompok.
  • Pengurusan Rumah Baca juga dengan cara swakelola oleh masyarakat, umumnya anak muda, tanpa imbalan. Beneran aksi sosial. Mulia tenan. 👍
  • Rumah baca dibuat sederhana termasuk dalam penggunaan sistem pengkategorian buku. Buku-buku di rumah baca biasanya dikategorikan denga sistem warna, tidak dengan Dewey System. Bahkan, banyak Rumah baca juga yabg tidak memiljji sistem pengkategorian. Ini area yang perlu diperkuata rumah baca.
  • Dalam hal peminjaman, juga dibuat sederhana dan tidak rumit. Namun, berhubung koleksi bukunya cenderung sedikit , dan untuk menjaga agar tidak banyak hilang, sebagian Rumah Baca tidak melayani peminjaman.

Mari kita buat Rumah Baca agar anak-anak Indonesia mendapatkan akses yang sama ke sumber bacaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s