Yuk, Cobain Telanjang Kaki

Pernahkah Anda berjalan telanjang kaki atau barefoot atau nyeker? Pernah lihat pemuda-pemuda Baduy yang berjalan ke sekitar Tangerang Selatan sambil membawa madu untuk dijual? Mereka berjalan tanpa alas kaki alias nyeker, seterik apapun cuaca hari itu. Penasaran kan, gimana rasanya? Lalu apa manfaatnya telanjang kaki? Berbahaya gak?

Manfaat telanjang kaki

Menurut situs hellosehat.com, beberapa manfaat telanjang kaki adalah:

  • meningkatkan sirkulasi darah
  • mengurangi peradangan
  • meningkatkan kualitas tidur
  • refleksologi gratis
  • mengurangi resiko penyakit jantung
  • meningkatkan postur dan keseimbangan tubuh
  • meningkatkan kebugaran

Testimoni merasakan telanjang kaki

IMG_20180215_084510
Rasakan gradasi kekerasan aspal jalanan beserta nuansa kering dan basahnya | Foto: Rifki Feriandi

Minggu kemarin, setelah lelarian di kompleks perumahan The Green BSD, saya melakukan pendinginan dengan berjalan kaki tanpa alas kaki alias telanjang kaki alias nyeker. Agak ngeri-ngeri gimana gitu pertama kali menjejak kaki polos ini. Maklum, permukaan yang pertama dijejak adalah jalanan beraspal. Lebih nyaman sih jika kita menjejak rumput atau tanah, karena menjejak aspal jalanan itu lebih takut adanya benda-benda tajam. Tapi, setelah dicoba, gak apa-apa tuh. Memang tidak dipungkiri benda-benda tajam dengan ukuran kecil atau sangat kecil, seperti kerikil atau pasir sediit tajam, menyentuh kulit. Tetapi, biarkan saja. Nanti juga terbiasa.

IMG_20180215_084358
Tekstur blok tegel yang jelas dirasakan berbeda dengan lembutnya rumput | Foto: Rifki Feriandi

Di kawasan tempat saya berolahraga lari itu, saya mencoba merasakan kembali kulit alas kaki ini bersentuhan dengan berbagai macam permukaan: jalan beraspal, jalan dengan paving blok, plesteran semen yang diberi corak-corak, kansteen pinggir jalan, tanah licin dan rumput. Saya juga sengaja berjalan di atas jalanan aspal yang kering dan yang basah. Di sinilah saya memetik manfaat telanjang kaki: bersyukur karena indra perasa di kaki masih berfungsi normal. Bersyukur karena Allah begitu hebatnya menciptakan kaki dengan simpul-simpul syarafnya yang bisa memberitahu jika yang dijejak itu permukaan kasar atau lembut, kering atau basah, panas atau adem.

IMG_20180215_084220
‘Kalakay: atau daun kering pun akan terasa beda mana yang kering sekali dan yang jatuh sebelum waktunya. Juga tekstur dekoratif perkerasan jalan ini bisa terasa | Foto: Rifki Feriandi

Ketika saya kemudian berjalan ke Jaletreng, saya lalu berjalan telanjang kaki di atas batu-batu yang disusun rapi. Foot terapi. Serius, tekanan dari batu terhadap berat tubuh ini terasa di telapak kaki. Rasanya enak, seperti dipijit. Di beberapa posisi, ketika batu-batu itu terlalu besar atau mencos, memang akan terasa sakit. Tapi, ya itulah terapi kan. Pasti ada rasa sakitnya. Tapi, setelahnya itu akan menjadi enak.

IMG_20180215_084943
Rumput pun bisa digunakan untuk membersihkan kaki dari lumpur tanah basah yang menyelip di antara jari | Foto: Rifki Feriandi

Manfaat lain telanjang kaki adalah bisa merasakan menyelipnya lumpur ke sela-sela jari kaki. Ini geuleuh saudara-saudara. Paling kesal kalau ini terjadi, persis seperti kesalnya lumpur menyelinap di lubang sendal jepit lalu nempel di sela-sela jari kaki. Kapan lagi coba kita kesal karena bolokot kakinya? Dan yang serunya, kita bisa langsung bersihkan kaki itu langsung tanpa menyiramkan air? Bagaimana bisa? Ya, pakai saja embun-embun yang menempel di rumput-rumput yang diinjak. Seru tahu. Kaki bersentuhan dengan rumput itu, adeeeem.

Hmmm… Jadi ketagihan nyeker nih.

Resiko nyeker

Dari situs yang sama, diketahui beberapa resiko bertelanjang kaki:

  • kekhawatiran menimbulkan masalah dengan kaki akibat daya dukung kaki yang kurang
  • infeksi virus, infeksi jamur, infeksi bakteri dari kotor atau permukaan basah
  • kekhawatiran menginjak benda tajam, pecahan kaca atau paku, sehingga menimbulkan tetanus
  • kemungkinan terkena cacing tambang karena kontak langsung dengan kotoran hewan

Etapi, kalo melihat resiko seperti itu, nyekernya kadang-kadang saja lah. Meski sahabatku bilang suaminya suka barefoot karena menjadikan sehat dan telapak kaki menjadi kuat, saya mah telanjang kakinya kapan-kapan saja. Lah wong, lari saja masih belang betong.

Tapi, yuk kita coba telanjang kaki biar kita bisa bersyukur

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s