3 Dara 2, Film Komedi Di Luar Ekspektasi

Agak-agak gimana gitu mau nonton film komedi tuh. Takut kecewa. Karena gak lucu. Atau réhé bin garing. Atau terlalu slapstick gitu. Tapi, akhirnya ikut juga lah nonton, nemenin teman. Film yang ngehits minggu ini. 3 Dara 2.

Kalau melihat trailer singkatnya film ini bercerita tentang tiga cowok keren yang ‘dikutuk’ jadi ibu rumah tangga. Gender role reversal. Bayangan langsung mikir film lucu kayak slapstick cowok jadi bertingkah kemayu, pake baju cewek gitu, jadi ibu-ibu. Ya, yang kayak-kayak jamannya Dono-Kasino-Indro. Ish ish ish…..jadul banget.

Tapiiiiii….ternyata film ini di luar ekspektasi. Film ini lucu gila 😀

Reaksi penonton

Sepanjang menonton film ini di Bioskop XXI Plaza Bintaro, 1 November 2018 pukul 19.15, suara ketawa penonton selalu terdengar. Merata dari film dimulai sampai selesai. Apalagi buat mereka yang ambang tertawanya sederhana, itu suaranya begitu renyah. Bahagia banget. Mendengar mereka ketawa saja jadi pengen ikut tertawa. Memang tertawa itu menular

Emang lucu gitu?

Meski soal lucu itu subyektif, tapi saya bilang film ini memang lucu. Ekspektasi slapstick seperti Warkop DKI atau lucu-lucu cowok yang berganti peran jadi cewek tidak dominan. Hanya selewatan. Yang ada malah kelucuan dari sisi cerita ditambah olah peran para pemainnya.

Adegan ketika para cowok dengan tingkah kikuk bersalah berhadapan dengan para istrinya itu saja sudah berhasil mengundang kelucuan. Belum lagi ketika ketika mereka ‘dihukum’ oleh ‘Rano Karno KW’, tangan kanan mertuanya, untuk menguras kolam renang dengan….. ‘sisiuk’ (gayung mandi, bahasa Sunda). Gerak badan mereka yang kelelahan itu beneran lucu. Apalagi ketika kemudian mereka disuruh menyikat kolam renang dengan …sijat gigi. Absurd sih. Tapi adegan Tora Sudiro yang kesal dengan pelampung berbentuk kuda yang juga disuruh dibersihkan itu menurut saya sih lucu banget.

Bintang benderang nan lucu itu

Dan bintang kelucuan di film ini menurut saya adalah Cut Mini.

Berperan sebagai mertua dari Tora Sudiro, dia sudah mengocok perut dari saat film dibuka dengan adegan berfoto bersama saat kawinan cucunya. Sederhana sih, bagaimana kipas yang dia pegang tanpa atau memang disengaja menutupi wajah Tora – sebagai menantu yang tidak disukainya – dalam foto sudah cukup membuka kelucuan film ini. Lalu dilanjut dengan acara saat makan ketika dia melihat bagaimana istrinya Tora di film itu melayani suaminya dengan baik. Banyak adegan dan dialog yang lucu. Mereka berhasil membangkitkan kelucuan dari sejak awal. Termasuk dengan istilah sedikit ngeres, Mokondo.

Kelucuan-kelucuan terus dilemparkan oleh Cut Mini di sepanjang film.

Communication is essential

Yang saya suka dari film ini adalah adanya benang merah pelajaran yang dipetik. Di luar berbagai adegan yang sedikit lebay dan ‘masa sih kayak gini’, film ini berhasil mengetengahkan sebuah pelajaran berharga. Pelajaran dalam berumahtangga. Bahwa apapun yang terjadi, seorang suami seyogianya memperlakukan istri sebagai partner dalam bahagia maupun duka. Suami sebagai seorang laki-laki akan lebih baik menepikan egonya sebagai seorang laki-laki yang melakukan segalanya sendiri, dan menerima ‘bantuan’ dari pasangan, meski sekecil ‘bantuan’ berupa berbagi cerita.

Film 3 Dara 2, berhasil menyuguhkan sesuatu yang menarik. Dan benar-benar di luar ekspektasi.

Keren

One thought on “3 Dara 2, Film Komedi Di Luar Ekspektasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s