Aku bukan Jupe!!!

Tidak perlu lah kau katakan ‘updatelah statusmu kawan, agar kamu tetap eksis’

Tidak usah lah juga kau bilang ‘sering-sering berkomenlah sobat, biar kamu punya teman’

Karena aku bukan Jupe

Ku-update statusku jika kupunya waktu

Kuberi komentar hanya status-status yang menggelitikku…

… itupun jika kupunya waktu

Kuberikan jempolku, namun bukan untuk diobral, tapi untuk yang seru, haru, baru …

… itupun jika kupunya waktu

Karena sekali lagi, aku bukan Jupe

Tidaklah mengapa kau sebut ku anti sosial

Gak apalah kau kutuk ku tak punya teman

– di dunia maya

Karena teman yang sejati kan tahu dan pahami

Tidak perlu menjadi Jupe tuk jadi teman sejati

Maaf kawan, aku bukan Jupe

… tapi mungkin aku adalah Junot yang bisa menjadi kawan yang baik di dua dunia (maya dan nyata)

Cag, 101010 (maaf tidak jam 10.10)

Masa sih bingung. Jupe = JUrig PEsbuk. Junot = JUrig NOTes

Kasih ibu tak bersudut

Aku Lahir dari Perut Ibu…
(Bukan kata orang…memang betul KAN….??)

Bila dahaga, yang susukan aku….ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku….ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut….Ibu
Bila bangun tidur, aku cari…..ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ….ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati….ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah….ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya….ibu
Bila nakal, yang memarahi aku….ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma…..ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah….ibu
Bila takut, yang menenangkan aku….ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk….ibu
Aku selalu teringatkan ….ibu
Bila sedih, aku mesti telepon….ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu…. .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil… “ibuuuuu! “
Bila sakit, orang paling risau adalah….ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga…..ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku….ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau…. ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. …ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal…..ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku….ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku…ibu
Yang selalu memuji aku….ibu
Yang selalu menasihati aku….ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan…..ibu

namun setelah aku punya pasangan……………..
Bila senang, aku cari….pasanganku
Bila sedih, aku cari…..ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada….pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada….ibu
Bila bahagia, aku peluk erat….pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat….ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa…..pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah….ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu…aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Selalu… aku ingat pasanganku
Selalu… ibu ingat aku
Setiap saat… aku akan telepon pasanganku
Entah kapan… aku ingin telepon ibu
Selalu…aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan… aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:

“Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja… masih ingatkah kau pada ibu?
Tidak banyak yang ibu inginkan… hanya dengan menyapa ibupun cukuplah”.

Berderai air mata jika kita mendengarnya……..
Tapi kalau ibu sudah tiada……….
IBUUUU…RINDU IBU…. RINDU SEKALI….
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya….
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya……
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…… .
Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis
ibunya….
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup meluangkan waktu untuk menjaga ibunya yang telah renta…..

Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di
dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu
segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak
lalu membacanya.

Upah membantu ibu:

1) Membantu pergi belanja : Rp 10.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 10.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 10.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 10.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 5.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 5.000,-

Total Jumlah Upah Ibu = Rp 40.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu
mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Biaya mengandung selama 9 bulan –> GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu –> GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu –> GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu –> GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu –> GRATIS

Total Jumlah Nilai Kasihku = GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis “Telah Dibayar Lunas Oleh Ibu” ditulisnya pada muka surat yang sama.

Cag, 30 October 2009,

Share dari http://zakeologi.myblogrepublika.com/2009/10/28/kasih-ibu-tak-bersudut/

Hari Qurban telah menanti kita, siapa yang ingin berqurban untuk Ibunya ?
Sumber: http://www.rumah-yatim-indonesia.org

Mudik: bersilaturahim dengan Illahi

Mudik artinya bertemu dengan saudara dan kerabat
Mudik artinya mempererat silaturahim
Mudik artinya mengharap berkah Illahi

Adakalanya mudik pun berarti bersilaturahim dengan Illahi langsung dalam waktu singkat
Seperti terjadi pada 319 umatNya
Yang tewas menghadapNya dalam rentang seminggu

Untuk mudik mereka siapkan bekal
Untuk mudik mereka siapkan tenaga
Untuk mudik mereka siapkan waktu
Untuk mudik mereka siapkan harta
Tapi untuk mudik apakah mereka siapkan nyawa?

Jika mudik berarti bersilaturahim dengan Illahi
Kita semua akan mudik
Untuk mudik ini
Sudah siapkah bekal kita
Sudah siapkah amal dari tenaga kita
Sudah siapkah amal dari waktu kita
Sudah siapkah amal dari harta kita
Sudah siapkah kita melepas nyawa…

Ramadhan sebagai waktu bertobat tahunan, telah lewat
Manfaatkan waktu bertobat harian yang selalu tersedia
untuk membersihkan diri
dengan SHALAT

Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, wa’afinii, wa’fuannii

Sehingga kusiapkan harta, tenaga, masa dan nyawa untuk mudik ini

Cag, 23 September 2009

di sepanjang jalan tol Padaleunyi

Di sepanjang tol Padaleunyi hari Sabtu itu
kubaca ayat-ayat kauniahMu
mengenai tunduk patuhnya alam
dan juga laku makhlukMu yang berakal
namun tidak mengakal

Kutatap gerak pohon-pohon berlarian di sisi kanan
dengan hijau bermacam hijau
daun segar tumbuh baru atau daun tua hirup seribu bau
Hijau
Bahkan daun sekarat, pucat tidak bernyawa pun
Masih menyisakan hijaunya

Hijau beragam hijau juga sawah berundak di bawah jembatan kereta besi yang indah
dengan bayi padi kuning menghijau segar meretas hidup
berkawan induk semangnya yang memudar hijaunya berganti kuning

Tunduk patuh nuansa hijau

Namun

Lihatlah beberapa batang pohon merana,
sendirian ataupun bergerombolan
merangas dan gundul disengat matahari yang terik
tanpa kuasa melindungi diri
bugil, tanpa sehelai daun pun tersisa

Lihatlah juga rumput-rumput di lereng bukit tertebas
Hijau kaku, menguning dan berubah coklat
dan kering
Dan semak ilalang di ujung sini
Mengepulkan asap dari tubuhnya yang menghitam

Semua mengharap tetesan segarnya alam
Dan cipratan serta siraman bulir-bulir air
yang tak datang di bulan September
Bulan datangnya hujan – dulu
yang justru berubah menjadi pertanda datangnya kemarau – sekarang

Alam sudah berubah karena tunduk dan patuh

Dan juga karena manusia pun tambah serakah

Di jembatan Cipada kulihat
Sebuah bukit berubah coklat
Gundul dengan badannya yang sedikit demi sedikit terkelupas
Dikeruk, digali, disisir dan dikupas
Juga diangkut
Digerogoti sesama makhluk, yang justru berakal

Sedikit demi sedikit lama lama hilang bukit

Di pintu keluar tol Mmohammad Toha
PeringatanNya jelas tertera
Di kanan benih kehidupan disemaikan….
Di kiri jasad-jasad justru dibenamkan…

Cag, 12 September 2009

… jika kita sempat menyadarinya …

Bulan tua hilang rona masih menyisakan bayangannya di ufuk barat

Empat puluh lima derajat

Burung gereja hinggap di atap rumah

Burung tekukur mulai bernyanyi berirama seperti tepekur

Entah burung apa lagi yang hanya terdengar cicitannya, tanpa terlihat bentuknya

Meski tak ada hujan di malam hari

Tapi tetumbuhan dengan ikhlasnya tetap menyegarkan pagi

Dan bumi atas perintahNya tetap berputar

Menebar sepoi-sepoi angin, menyejukkan

Ah, ternyata bumiku masih indah

…. Jika kita sempat menyadarinya …

Cag, 8-9-9