Tips Aman Menyalakan AC Mobil Saat Panas Terik

2017_heatstroke-infographic-808-x-808-c
Salah satu kampanye jangan tinggalkan bayi atau anak-anak di dalam mobil Child Safety | Foto: nhtsa.gov

Terbayang kan jika sinar matahari yang berubah menjadi panas terperangkap di dalam mobil. Pengap. Dan itu ternyata, menjadi penyebab banyak kematian di Amerika Serikat ketika banyak anak kecil atau bayi yang tidak diawasi, terperangkap di dalam mobil.

Tapi, tulisan ini tidak tentang itu. Meski ada hubungannya sih.

Beberapa hari ini kembali banyak berseliweran berita berbahayanya menyalakan AC setelah parkir saat kondisi panas terik. Kabarnya itu berkaitan erat dengan penyakit kanker yang datang dari mengirup zat-zat berbahaya dari interior mobil yang terkena paparan matahari. Tetapi, bukan karena itu saya ingin berbagi informasi ini, tetapi melulu dengan apa yang dirasakan.

Sebagai ayah yang berprofesi ternak teri – anter anak anter istri, saya mengalami kondisi gak nyaman ketika mau menyalakan AC mobil yang diparkir saat panas terik. Sebelum-sebelumnya saya masuk mobil, langsung menyalakan AC. Maksudnya sih biar langsung adem, gitu. Tapi kondisi yang terjadi malah gak nyaman. Dalam pengapnya mobil dan tekanan udara di dalam meningkat, angin yang keluar dari lubang AC mobil malah terasa gimana gitu, gak enak banget. Ketika terhirup pun, rasanya beda. Sama sekali gak segar. Terkadang, itu membuat limbung atau pusing sejenak.

Sejak frekuensi menyetir lebih sering, dan perasaan gak nyaman itu sering muncul, maka saya mengubah cara menyalakan AC mobil yang menurut saya sih aman dan gampang.

  1. Setelah buka pintu, nyalakan mobil. Pastikan bahwa saklar AC mobil dalam posisi OFF, sehingga mesin tidak kaget.
  2. Buka jendela mobil. Jendela kiri-kanan depan saja sih cukup, tapi lebih cepat jika dibuka juga jendela belakang.
  3. Langkah di atas itu dilakukan tanpa saya masuk dulu ke dalam mobil selama 15 detik. Gak lama kok lima belas detik.
  4. Lalu, nyalakan AC mobil. Saya tetap berada di luar mobil selama 15-30 detik selanjutnya. Tentunya waktu tunggu ini saya gunakan dengan waspada, melihat sekeliling. Jika ada gelagat tidak bagus, lakukan langkah yang dianggap lebih baik. Alhamdulillah selama ini tidak terjadi apa-apa.
  5. Setelah itu, barulah saya, sebagai pengemudi, masuk. Kalau barengan bersama keluarga, saya juga suruh mereka masuk.
  6. Terkadang, agar keluarga nyaman tidak lama menunggu masuk mobil di panas terik, saya biasanya berlari duluan ke parkiran. Jadi saya bisa mengademkan mobil dulu sebelum keluarga masuk mobil.
  7. Jendela mobil jangan dulu ditutup. Biarkanlah udara luar masuk selama perjalanan dari tempat parkir menuju loket pembayaran. Jika jarak tempat parkir ke loket dekat, rasakan saja kapan kondisi di dalam mobil sudah terasa nyaman dan jendela boleh ditutup. Logis kan. Membuka jendela saat menyalakan AC mobil itu berfungsi membuang udara panas yang ada di dalam mobil, kan.

Terkadang juga kita lupa untuk melakukan tahapan di atas jika mobil diparkir tidak langsung di bawah matahari. Tetapi, apa yang saya rasakan sih sebenarnya sama. Tidak nyaman. Meski dalam intensitas lebih ringan. Makanya, langkah itu pun saya lakukan setiap saat menyalakan AC, baik itu diparkir di bawah terik matahari atau terlindung bangunan.

Langkah ini ternyata seirama dengan saran dari mobil123. Portal otomotif terkemuka ini menambahkan dalam beritanya, “Tidak ada salahnya untuk tetap membuka kaca penumpang belakang sebesar kurang lebih 5 cm. Tujuannya adalah untuk benar-benar memastikan udara panas sudah keluar”.

Satu lagi tips yang kepikiran, tapi terus terang ini tergantung di mana kita parkir mobilnya. Iya, membuka sedikit jendela – sedikit saja – selama parkir agar udara bisa keluar. Kembali, tips ini tergantung jenis mobil Anda dan lokasi parkir. Jika mobil Anda aman, ada talang air yang menutupi bukaan jendela kecil itu, mungkin tips ini boleh dicoba. Tapi jika tidak ada talang air, membuka jendela – meski sedikit – akan riskan dari pencurian atau air hujan yang masuk.

Melongok Dapur Mitsubishi Dalam XPANDER Plant Tour

IMG_20180210_164642
Xpander Plant Tour – dengan topi ditandatangani Rifat Sungkar | Foto: Rifki Feriandi

“Wah, itu mah rahasia dapur”

Sering kita mendengar kalimat itu. Kalimat keengganan untuk menceritakan sesuatu yang dianggap sebagai sebuah rahasia kesuksesan. Padahal, apa benar di dapur itu banyak rahasia?

Tetapi, sepertinya tabu membuka dapur itu tidak terjadi pada hari Rabu, 7 Februari 2018 kemarin. Saat itu, saya bersama belasan rekan dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dan Mobil123.com mengunjungi pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di kawasan Cikarang. Yap betul. Mitsubishi membuka dapurnya dengan mengundang berbagai komunitas dan blogger untuk melihat proses produksi Xpander, salah satu produk Mitsubishi yang ngehits banget. Kesempatan yang super langka. Tentunya, senang dong. Tidak banyak orang yang mendapatkan kesempatan istimewa ini. Tiga jam perjalanan dari titik berkumpul di fx dan menunggu waktu kunjungan sambil makan di rumah makan Padang Sederhana di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi ini sama sekali tidak terasa melelahkan.

FB_IMG_1518074180560
Sebagian peserta tur dari Indonesian Blogger Sociopreneur – Mobil123. Fokus di pabrik Mitsubishi Motor yang apik dan bersih. Abaikan perut yang kebetulan sama buncitnya | Foto: Rifki Feriandi

Ternyata, Mitsubishi sengaja membuat acara yang diberi tajuk XPANDER PLANT TOUR ini sebagai ungkapan rasa terimakasih. Seperti diutarakan Mr Kyoya Kondo President Director PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam sambutannya, Plant Tour untuk komunitas dan blogger ini adalah sebagai apresiasi terhadap konsumen dan masyarakat terkait suksesnya produk Xpander. Apresiasi ini ditunjukan juga dengan kehadiran jajaran Dewan Direksi Mitsubishi Motor lainnya dalam pertemuan itu.

IMG_20180207_142740
Mr Kyoya Kondo memberi penjelasan singkat | Foto: Rifki Feriandi

Mau tahu pabrik Mitsubishi dan “dapur”nya itu?

Mitsubishi Plant

Sebelum masuk ke “dapur”, saya ceritakan sedikit mengenai pabriknya. Memasuki kawasan pabrik, saya disambut bangunan yang bersih banget. Saya harus meninggalkan imaji pabrik yang kotor, hitam dan berdebu. Pabrik Mitsubishi ini luas banget. 51 hektar. Diresmikan Presiden Jokowi di tahun 2017, kapasitas produksi pabrik ini mencapai 160 ribu per tahun. Dengan produksi Xpander sebanyak 50 ribu, maka Mitsubishi berrencana melakukan ekspor apda Mei 2018.

IMG_20180207_145211
Rifat Sungkar – Selain keamanan, Xpander mengusung konsep kenyamanan dengan 19 titik penyimpanan. Cocok untuk orang Indonesia | Foto: Rifki Feriandi

“Keren ya, dalam dua tahun sudah mampu ekspor”, sempat saya nyeletuk saat berbicara dengan Mas Rifat Sungkar – pereli nasional yang mejadi Ambassador Mitsubishi -setelah acara penjelasan Direksi di Conference Room. Mas Rifat meralat celetukan saya. “Bukan dua tahun Mas. Masih dalam satu tahun loh”. Oh iya ya. Keren banget euy. Btw, Mas RIfat punya 4 mobil Xpander loh. “Pantas, saya gak kebagian Mas”, canda saya. 🙂

Dalam paparannya, Mas Rifat mengemukakan beberapa hal spesifik tentang pabrik. Satu yang sangat menarik perhatian saya adalah pabrik ini didesain dengan kualitas dan teknologi yang ramah lingkungan. Reduce CO2 dari proses pengecatan dan penggunaan 70% Water Recycle.

IMG_20180207_133838
Konsep Green tidak saja dilihat dari rumput hijau, tapi bahkan pengurangan kadar CO2 dalam proses pengecatan dan penggunaan 70 % air yang didaur ulang. Abaikan foto penulis 🙂 | Foto: Rifki Feriandi

Puantas….. inveronmetnal friendly – nya sudah kentara dari tampilan plant nya.

Tur melihat jeroan dapur Mitsubishi

Saat yang ditunggu akhirnya tiba. Para peserta kunjungan dibagi dalam beberapa bis. Ya, bis yang memudahkan perjalanan dari satu gedung pabrik ke gedung lainnya. Sebelum masuk ke dalam bis, semua peserta diberi informasi aturan yang harus diikuti. Aturan utama adalah tidak berbicara atau mengajak ngobrol pegawai di pabrik dan berjalan di jalur yang telah disediakan. Aturan yang sangat dimengerti demi keselamatan kita sendiri dan semua yang terlibat, karena selama kunjungan, proses produksi tetap berjalan Ada satu aturan yang menarik: dilarang membawa ponsel dan kamera. Ini dimaksudkan tidak boleh mengambil foto atau video selama tur.

“Loh, katanya melongok dapur. Kok gak boleh moto?”. Begitu awal saya berpikir. Tapi yen tak pikir-pikir, logis banget ya. Yang wajar itu melongok “dapur”, tapi kan “resep”nya tidak perlu ditengok lah.

Proses produksi di pabrik ini melewati beberapa tahapan. Stamping, welding, painting, assembling dan quality inspection. Dari mulai pengepressa plat-plat menjadi berbagai bentuk bagian mobil, perangkaian sampai dengan inspeksi kualitas. Meski kapasitas produksi akan ditingkatkan, tapi kualitas tidak boleh berkurang. Begitu pesan yang disampaikan Takao Kato, President Director PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI).

Karena ini menjadi pengalaman pertama saya mengunjungi pabrik mobil, maka saya begitu menikmati berbagai hal yang saya lihat. Susunan rak-rak penyimpanan di kiri dan kanan terlihat sangat rapi dan terstruktur. Mesin-mesin robotik beroperasi dengan otomatis, seperti sebuah orkestra. Menyaksikan mesin robotik melakukan pekerjaan pengelasan dengan presisi di titik-titik las yang sama itu agak sedikit menakutkan bagi saya. Iya, kabel-kabel yang menjuntai dengan lengan-lengan mesinnya itu bak tangan-tangan aliens yang mengambil alih pekerjaan manusia. Memang, tenaga pegawai terlihat sangat sedikit. Hanya di bagian-bagian pengawasan dan bagian-bagian yang membutuhkan skill dan sentuhan human. Di sini sepertinya terlihat bahwa menaikan derajat manusia ke pekerjaan lebih tinggi, dan biarkan pekerjaan berulang dan membosankan dilakukan oleh mesin. Terbukti, bahwa di bagian perakitan, saya melihat tenaga-tenaga pegawai yang terampil dan cekatan sedang beraksi.

Yang sangat saya kagumi adalah bagaimana keselamatan diutamakan. Selain dalam bentuk jalur-jalur jalan khusus untuk pejalan kaki – baik itu pengunjung saat itu atau karyawan yang melintas, pembatas yang jelas antara area kerja dan area umum, juga petugas-petugas yang berjaga di area lintasan mesin di atas rel. Dan…semua area dalam kondisi bersih dan kinclong. Mudah-mudahan ini tidak hanya karena pabriknya masih baru, tetapi sudah menjadi culture perusahaan.

Test drive

Bagian akhir dari kunjungan, komunitas dan blogger diberi kesempatan untuk menjajal performa Xpander. Test drive dilakukan di area Car Pool. Dengan latar belakang mobil-mobil siap kirim yang berjajar rapi, track test drive berupa lintasan lurus, belok, angka delapan sudah tersedia. Ada enam sampai sepuluh mobil yang disiapkan untuk diuji coba, baik itu mobil matic atau manual. Tentunya, tiap mobil dipandu oleh tim Rifat Drive Labs. Peserta bisa menjadi penumpang, dan satu orang di antaranya bisa berkesempatan menjadi driver untuk mengetahui beberapa keandalan Xpander. Karena antrean cukup panjang dan mendapat bagian di akhir, cukuplah saya menjadi penumpang saja. Test yang dilakukan meliputi uji pengereman, suspensi, handling dan radius putar. Tidak lupa juga sebelumnya dilakukan pengenalan pengoperasian mobil. Ini hal utama yang terkadang terlupa saat test drive, karena kita inginnya langsung mengemudi.

27544915_10210606892151842_4120356371285474641_n
Foto bersama blogger Indonesian Social Blogpreneur – Mobil123 dan Brand Ambassador Mitsubishi, RIfat Sungkar | Foto: Ani Berta

Anyway… kunjungan langka ke pabrik peraih peringkat bintang empat ASEAN NEw Car Assessment Program.