Ternyata Vonvon Membuka Tabir Siapa Diriku

Jarang-jarang saya cobain games atau apps atau apa disebutnya yang niatnya seru-seruan macam Vonvon. Tapi, hari ini tergelitik juga setelah melihat di statusnya Om Ciko Florisco. Keren men, Om Ciko saja dari jauh kayak Andhika Pratama dan dekatnya kayak Nicholas Saputra. Jadi penasaran nih…..

Akhirnya dicoba deh.

Hasil pertama seperti ini. Dari jauh kayak Nicky Tirta dari dekat kayak Tommy Kurniawan. Mirip gak??? Ada yang bilang sih, wajah saya teh kayak Tommy Kurniawan. Padahal mah jauuuuuh bedanya yak. Etapi, kalo yang kanan ini bolehlah agak mirip dikit. Ahem….

nicky-tommy

Foto yang kedua katanya dari jauh mirip Jonathan Frizzy, kalo dekat mirip Fandy Christian. Terus terang, gak kenal siapa mereka. Eh, Jonathan mah tahu namanya, tapi Fandy mah baru tahu namanya. Kalau dilihat, yang kanan oke lah rada-rada mirip. Tapi setelah di gugling, pantesan aja mirip. Lah, foto kanan lebih banyak mengambil bagian foto sayanya. Foto Fandy nya sendiri mah wajahnya beda banget. Dia mah kurus.

jonathan-fandy

Anehnya, eh lucunya, dua foto lainnya pun dianggap mirip Jonathan dari jauh dan Fandy dari dekat. Yang ini kayaknya agak jauh banget yak, gak mirip ke mana-mana.

jon-fandy

Kalo yang ini bolehlah, dikiiiit banget.

jon-fandy1

Lalu, dicoba foto yang lain lagi. Muncullah nama Mike Lewis dan Nino Fernandes. Hadeuh… Di sinilah Vonvon bisa membuat hati gembira. Saya gugling image kedua nama, woow bule eh indo ternyata. Terus, bayangin coba, belah mana miripnya sama mereka berdua.

mike-nino

Foto satunya lagi jadi mirip punyanya Om Ciko nih. Mirip Andhika Pratama dan Nicholas Saputera. Hm….. Apa lebih mirip Yasser Arafat kali ya.

andhika-nicholas

Foto yang satu ini agak-agak gimana gitu. Dari jauh kelihatan kayak bapaknya, dari dekat kelihatan kayak anaknya. Padahal sih, foto saya gak mirip mereka berdua. Saya yakin, foto saya lebih mirip …… Om Pasikom 🙂

dani-al

Etapi, ternyata foto yang lain pun dimiripkan dengan bapak anak yang sama. Lihat sebelah kanan deh, mirip ya sama yang tengah. Jangan-jangan tabir diriku mulai terkuak. Coba sekali lagi cermati. Yang tengah sama yang kanan mirip kan 🙂

al-dani

Ternyata bukan tabir itu yang terkuak. Karena, di foto satunya lagi, didapati jika saya dari jauh terlihat seperti karet gelang, tetapi dari dekat terlihat seperti Lee Min Ho. Hmmm…. Haruskah aku bangga?

lee min

Otidak…. Karena ternyata, foto si Cepot pun dari jauh terlihat seperti karet gelang dan dari dekat terlihat seperti Lee Min Ho.

leemin1

Jadi…tabir sudah terbuka. Karena cepot dan aku dari jauh sama-sama kelihatan seperti karet gelang dan dari dekat kayak Lee Min Ho, Jelas…kalo aku teh lebih mirip…si Cepot.

Entahlah…. Vonvon memiliki naluri yang sama denganku. Karena cover facebook ku pun menceritakan yang sama…..

10730862_10205081260973974_512387955168919859_n

Keterangan foto: Yang paling kiri merasa seperti di sebelahnya, kenyataan seperti yang berwarna merah, lalu diphotoshopnya kelewat ganteng.

Terima kasih Vonvon sudah memberi hiburan sekejap di hari yang mendung ini.

Wassalam……

Kok Bisa, Mengurus BPJS Kurang dari Setengah Jam

Deretan "pengantri" duduk menunggu panggilan | Foto: Rifki Feriandi
Deretan “pengantri” duduk menunggu panggilan | Foto: Rifki Feriandi

Itu pertanyaan istri siang ini. Seperti juga yang ada di benak saya sendiri ketika mau mengurus BPJS Kesehatan keluarga. Stigma negatif pengurusan yang melelahkan muncul .

Tapi,  ternyata. OMG. Kejadian saat saya mengurusnya di Kantor BPJS Kesehatan Tangerang Selatan di Ruko Taman Tekno BSD hari Selasa, 16 Januari 2018 pukul 11, itu sedikit membuka wawasanku. Ternyata, cepat juga ya.

Ini reportase kejadian hari itu :

  • Datang,  langsung memberikan berkas dokumen ke petugas pemeriksa dokumen yang berada di luar ruangan.  Pemeriksaan berjalan cepat karena si Bapak petugasnya cekatan sekali.  Beliau tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana kita harus pergi: ke dalam ruangankah,  ambil no antriankah atau disuruh pulang dan menunggu kartu diantar ke rumah. Pemeriksaan dokumen saya berjalan kurang dari semenit,  dan saya dirujuk ke dalam untuk mengambil nomor antrian. Respek dengan Pak Petugas karena di sela pemeriksaan pun dia masih bisa melayani pertanyaan-pertanyaan mereka yang kebingungan mengisi formulir.
  • Masuk ke dalam ruangan,  mengambil antrian untuk perubahan BPJS perusahaan menjadi BPJS Mandiri.  Mendapat nomor antrian 95 dengan sisa antrian di depan saya 9 orang.  Saya diminta naik ke lantai 1. Melihat sekeliling di lantai dasar,  ternyata ruko kecil itu tidak sumpek ternyata. Banyak tempat duduk. Demikian juga di lantai atasnya. Pengatur suhu ruangan pun berjalan normal.
Pelayanan memuaskan, pelanggan senang | Foto: RifkI Feriandi
Pelayanan memuaskan, pelanggan senang | Foto: RifkI Feriandi
  • Dapat antrian di pukul 11.03, lalu dipanggil pukul 11.19. Jadi,  menunggu 9 antrian selama16 menit. Dengan dilayani tiga petugas, itu berarti rata-rata satu orang memakan waktu proses 5 menit 20 detik. Catatan saya sendiri,  untuk mengurus empat kartu BPJS dalam tanggungan saya,  memakan waktu lima menit saja.
  • Jadi total pengurusan dari mulai datang sampai selesai adalah 22 menit.
  • Setelah selesai, saya temukan bahwa di luar kantor – area pemeriksaan dokumen, telah sepi. Petugas yang cekatan tadi saat itu bisa menghela nafas dan bercengkerama dengan Pak Satpam.
Kondisi kantor BPJS yang cenderung sepi mendekati jam 12 siang | Foto: Rifki Feriandi
Kondisi kantor BPJS yang cenderung sepi mendekati jam 12 siang | Foto: Rifki Feriandi

Meski mungkin hal di atas relatif,  tergantung kapan,  jam berapa,  di kantor mana dan seberapa beruntung kita,  tetap saja saya harus angkat topi dengan kecekatan dan profesionalitas para petugas. Angkat topi.

Menimba dari pengalaman di atas, mungkin sedikit tips di bawah ini dapat membantu.

  1. Buang stigma pengurusan lama,  antrian panjang,  petugas ketus,  bikin kesal dan stigma negatif lainnya. Jika itu sudah muncul sejak awal, kita sudah dibuat cape sendiri sebelum  sesuatu terjadi. Be happy atuh lah
  2. Cari informasi selengkap mungkin sebelum pergi ke kantor BPJS.  Contohnya jika pembuatan kartu baru,  lebih baik buat melalui aplikasi di ponsel saja.  Itu yang dilakukan beberapa teman. Dan itu praktis,  tidak berbelit. Jangan sampai kita bersungut-sungut saat membuat kartu baru dan datang hanya untuk memberikan dokumen dan lalu disuruh pulang dan menunggu kartunya di rumah saja. Jangan sampai muncul emosi yang tidak perlu lalu menyalahkan petugas. Berpikir positif saja,  BPJS sedang berusaha memberikan kemudahan agar tidak mengantri.
  3. Persiapkan dokumen dengan lengkap.  Dokumen apa yang dibutuhkan,  asli dan salinannya,  bisa ditanyakan ke help center BPJS di nomor yang bisa dicari di gugel. Di sana kita akan dipandu oleh customer service. Untuk kartu pindahan Perusahaan ke Mandiri seperti yang saya urus,  dokumen yang dibutuhkan,  asli dengan fotokopi, adalah:
    • Kartu Keluarga
    • KTP semua anggota keluarga dalam satu KK
    • Akta lahir anggota keluarga yang tidak memiliki KTP
    • Kartu BPJS sebelumnya untuk seluruh anggota keluarga
    • Buku Tabungan dari bank Pemerintah (Mandiri,  BNI, BRI, BTN)  – (dicopy halaman depan saja).
    • Dokumen dilengkapi dengan formulir isian. Form bisa didapatkan di konter  atau dicari saja di internet.
  4. Pelajari kapan –  hari dan waktu –  kantor BPJS sibuk. Main-main lah ke sekitar kantor BPJS di beberapa waktu. Atau minta anak buat lihat kondisi. Meski kantor BPJS dibuka jam delapan pagi, saya justru menghindarinya. Pikiran saya cenderung berkata kalau pagi itu padat.  Betul saja,  sekali ke sana jam segituan sudah padat. Teman-teman juga berkata yang sama. Sementara terlalu dekat ke jam istirahat pun kepikir akan terganggu petugas yang beristirahat. Petugas juga manusia,  bukan?  Jadi,  saya lalu memilih jam sebelas. Dan Alhamdulillah jam segitu sudah longgar. Untuk harinya,  saya menghindari hari Senin di mana biasanya awal hari itu kantor apapun akan sibuk.
  5. Jangan baperan jika melihat banyak orang yang sedang mengurus BPJS. Jangan putus asa akan mengantri panjang,  lalu membatalkan rencana.  Kuat dong.  Banyak orang ternyata tidak identik dengan banyak pengantri. Banyak kejadian,  yang mengurus BPJS tidak datang sendiri. Terkadang ditemani istri atau suami,  dan terkadang pun membawa beberapa anggota keluarga lainnya. Seperti saat itu,  di depan saya ternyata membawa dua anggota keluarga. Dan ternyata, keramean di halaman depan – tempat pemeriksaan dokumen, tidak identik dengan ramainya pengantri di dalam.
  6. Keluarkan stok sabar. Jangan terburu-buru dan ingin segera dilayani.  Anda tidak berbeda dengan pengunjung yang lain. Mereka sama-sama membutuhkan pelayanan terbaik dari BPJS. Dan percaya saja bahwa Mas/Mbak petugas BPJS pun berusaha yang terbaik dalam melayani pelanggan. Dan itu terlihat saat proses dokumen saya. Saat itu saya melihat para petugas melakukan pekerjaannya dengan profesional.  Sikap kita yang sabar,  ramah dan sopan akan berbalas dengan sikap profesional dan cekatan serta petugas yang tambah semangat.

Kembali, salut dengan pelayanan BPJS Kantor Tangerang Selatan.  Semoga mempertahankan segala hal yang telah baik dan selalu meningkatkan pelayanan.

Alamat BPJS Kesehatan Tangerang Selatan

Ruko Taman Tekno Widya Blok C1, Jalan Tekno Widya, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314

Aksi Sosial Rumah Baca: Apa itu Rumah Baca

Rumah Baca. Apa itu?

Rumah baca sebenarnya tidak berbeda dengan perpustakaan. Yaitu tempat di mana buku-buku terkumpul dan dipajang untuk dibaca atau dipinjam. Kata rumah baca sering dipakai mungkin karena kesannya akrab. Ada kata ‘rumah’ nya, gitu. Sementara kata ‘perpustakaan’ cenderung resmi, formal dan berat. Yang sekarang terbayang di benak saja adalah rak buku yang tinggi, buku-buku besar dan berat, dan konter peminjaman. Padahal itu mah imaji perpustakaan jaman old.

Ada beberapa hal menarik terkait rumah baca, dibandingkan dengan perpustakaan:

  • Rumah baca bisa dibuat sesederhana dan sekecil mungkin. Ruangan kecil di kolong fly over, bekas gardu jaga terbengkalai, warung mungil tak terpakai bisa disulap menjadi rumah baca.
  • Rumah baca tidak melulu harus memiliki ruangan. Bisa juga berkeliling, salah satunya dalam bentuk lapak di keramaian. Taman-taman kota atau ruangan terbuka lainnya bisa menjadi spot buka lapak. Buku-buku koleksi tinggal digelar. Ada effort sih, angkut, tata, angkut lagi. Tapi bukankah usaha berbanding lurus dengan bahagia. Deeuuuh 😂. Yang penting, harus jelas lah kalau lapak itu adalah Rumah Baca dan bukan jualan buku.
  • Sementara itu, Rumling, Rumah Baca Keliling secara harfiah menggunakan moda transportasi untuk berkeliling. Bisa dalam bentuk sepeda, angkot, kuda, sampan dan lain-lain.
  • Jika perpustakaan umumnya dikelola oleh lembaga formal, maka Rumah Baca bisa dikelola mandiri oleh masyarakat.
  • Umumnya Rumah Baca didirikan secara swadaya, baik secara individu maupun aksi sosial kelompok.
  • Pengurusan Rumah Baca juga dengan cara swakelola oleh masyarakat, umumnya anak muda, tanpa imbalan. Beneran aksi sosial. Mulia tenan. 👍
  • Rumah baca dibuat sederhana termasuk dalam penggunaan sistem pengkategorian buku. Buku-buku di rumah baca biasanya dikategorikan denga sistem warna, tidak dengan Dewey System. Bahkan, banyak Rumah baca juga yabg tidak memiljji sistem pengkategorian. Ini area yang perlu diperkuata rumah baca.
  • Dalam hal peminjaman, juga dibuat sederhana dan tidak rumit. Namun, berhubung koleksi bukunya cenderung sedikit , dan untuk menjaga agar tidak banyak hilang, sebagian Rumah Baca tidak melayani peminjaman.

Mari kita buat Rumah Baca agar anak-anak Indonesia mendapatkan akses yang sama ke sumber bacaan.

Empat Peran Yang Bisa Dimainkan Pria Terkait Kanker Serviks

Beberapa hari lalu di awal bulan Desember, saya “terdampar” di sebuah acara. Terdampar, karena saya menjadi salah satu dari beberapa orang terganteng di acara itu. Persis, mayoritas yang hadir adalah para wanita. Tidak salah, karena topik dalam acara ngobrol enak itu adalah tentang penyakit yang akrab dengan perempuan: kanker serviks. Di acara itu, pakar kesehatan dr. Yuslam Edi Fidianto, SpIG hadir memberikan pencerahan tentang Kanker Serviks; apa itu, kenapa, sebabnya, sampai dengan bagaimana mencegah kanker itu lebih awal. Juga hadir Ibu Elly Sumbangsih, penyintas dobel kanker yang bercerita pengalaman hidupnya melewati dua kasus kanker, salah satunya kanker serviks.

DP4pfJJVwAAvh-X
Acara ngobrol-ngobrol tentang Kanker Serviks dengan Mayapada Hospital. Menyempil lima orang pria yang concern dengan kesehatan wanita 😉 | Foto: panitia

Lalu kenapa si Ayah ini – iya saya sendiri – hadir, menyempil di antara ibu-ibu? Mau tebar pesonakah? Atau cuci mata? Wkwkwkw….

Alasannya ideal. Menjadi bapak siaga. Keren kan? (Hmm…narsisnya kumat).

Jujur saja, si Ayah sering mendengar seliweran tentang kanker serviks. Tapi ya itu tadi, informasi yang masuk selalu diabaikan dengan alasan yang bias gender banget. “itu kan masalah cewek, lah”. Tapi, yen tak pikir-pikir, si Ayah itu jadi cowok terganteng di rumah, menjadi satu-satunya bidadara yang dikelilingi tiga bidadari. Satu istri dan dua anak perempuan, salah satunya sudah gadis, mahasiswa semester 5. Jadi, kenapa si Ayah tidak ikut saja dalam acara ini untuk mengetahui lebih jelas tentang kanker serviks. Sudahlah tidak mungkin dibanggakan sebagai Pahmud (Papah Muda), bolehlah si Ayah berusaha menjadi cowok bertanggung jawab, suami dan ayah siaga (Co cwiiit). Lagipula kehadiran si Ayah cukup aman, karena ahli yang berbicara juga cowok kan?

Acara ngobrol-ngobrol yang diadakan oleh Mayapada Hospital itu berjalan sangat seru dengan dialog antara pemateri dan para peserta. Tanya jawab yang terjadi juga memperdalam kupasan topik kanker serviks (angkat topi juga buat moderatornya yang berhasil mengajak peran serta peserta untuk banyak bertanya). Sebagai hasilnya, si Ayah menemukan benang merah empa peran yang bisa dimainkan pria terkait kanker serviks.

1. Pria berpengetahuan

Adalah penting bagi seorang pria untuk memahami apa itu kanker serviks, bukan saja untuk menambah perbendaharaan pengetahuan di kepalanya, tetapi juga untuk menggunakan pengetahuan itu secara baik buat sekeliling – dalam hal ini keluarga.

Pengetahuan pertama yang si Ayah dapatkan adalah mengetahui apa itu Kanker Serviks, dan bahwa Kanker Serviks bukanlah kanker rahim. dr. Yuslam menjelaskan bahwa serviks adalah leher rahim. Leher rahim adalah jalan masuk menuju rahim dari vagina. Jadi kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim itu, bukan pada rahimnya.

waspada-gejalagejala-kanker-serviks
Cervix = Mulut Rahim | Foto: mayapadahospital.com

Kanker serviks menjadi menakutkan bagi wanita, karena menurut data WHO, kanker serviks sudah memunculkan 10.3% kematian dari 92ribu kasus kematian akibat kanker. Kanker serviks umumnya menimpa wanita dewasa, meski belakangan ini usia wanita yang terserang kanker serviks semakin muda, yaitu di kisaran 20-22 tahunan. Kenyataan ini cukup menyedihkan, dan diperkirakan hal ini berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks dan bagaimana tindakan pencegahannya. Karena sebenarnya…..

Kanker serviks adalah kanker yang bisa dicegah.

Lebih lanjut dr Yuslam menyatakan bahwa penyebab terjadinya kanker serviks sudah diketahui para dokter, yaitu adanya infeksi virus yang dikenal dengan Human Paipilloma Virus (HPV), dengan Virus tipe 16 dan 18 sebagai penyebab banyak kematiah.

Adapun faktor penyebab kanker serviks adalah:

  • Higienitas yang buruk, dalam arti bukan higienitas dengan kontak luar, tetapi higienitas dalam berhubungan seksual
  • Menikah terlalu muda – semakin muda sering berhubungan kemungkinan beresiko
  • Wanita yang memiliki banyak anak – lebih dari lima – memiliki resiko tinggi
    Berganti-ganti pasangan

Jadi bisa dikatakan penyebab virus itu ternyata ditularkan melaui hubungan seksual (intercourse), dan TIDAK tanpa hubungan seksual. Sementara itu kebiasaan hidup yang kurang baik, seperti kebiasaan merokok, stress, kekurangan asupan vitamin c dan e, pun bisa memudahkan terjangkit kanker servik ……dan kanker serviks bukan penyakit turunan. Catat itu 🙂

Jadi sebagai pria yang berpengetahuan itu memahami pengetahuan secara benar, tidak memakai asumsi. Paham. (eh…. 🙂 )

2. Pria aktif dan siaga

Sebuah pengetahuan akan percuma jika tidak dipakai. Karena pengetahuan ini tidak bisa dipakai seorang pria, maka dia haruslah meneruskan pengetahuan itu kepada para wanita yang berada di sekelilingnya. Janganlah bidadari-bidadari kita terkena kanker serviks karena ketidakpedulian kita sebagai seorang bidadara. Bagikan pengetahuan dasar kanker serviks di atas. Lengkapi juga informasi itu dengan pengetahuan tambahan seperti bagaimana gejala dan mencegah kanker serviks itu.

IMG_7582
Nuansa hijau tosca, warna kampanye peduli kanker serviks | Foto: Rifki Feriandi

Gejala-gejala yang biasanya muncul dan perlu diperhatikan adalah keputihan yang berulang-ulang dan tidak sembuh-sembuh. Selain itu, mayapadahospital.com menyebutkan gejala dan keluhan yang akan muncul ketika kanker servis berada pada stadium lanjut:

  • Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.
  • Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  • Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  • Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  • Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  • Nyeri di daerah panggul.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya

Sebagai seorang ayah atau suami, seorang pria bisa melakukan peran yang aktif dalam berkomunikasi dengan anak atau istrinya untuk mengidentifikasi gejala-gejala seperti di atas secara dini. Dengan kesiagaan seorang pria, maka gejala-gejala yang muncul akan menuntun kepada dininya tindakan pencegahan yang bisa dilakukan.

3. Pria peduli

Kepedulian seorang pria dalam masalah kanker serviks ini bisa dilakukan dengan bersama-sama melakukan pencegahan terjangkitnya virus HPV. Langkah pencegahan akan terkait dengan faktor penyebab kanker serviks. Karenanya, langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Higienis. Menjaga kebersihan alat reproduksi dan kebersihan saat berhubungan
  • Jangan menikah terlalu muda usia. Usia menikah di Indonesia – yang berarti juga organ reproduksi wanita sudah siap – adalah 18 tahun. Pelapis mulut rahim di bawah usia 16 tahun sangat rentan infeksi kanker.
  • Lakukan gaya hidup sehat – gizi bagus, tidak merokok, hindari stress
WhatsApp Image 2017-11-30 at 20.09.29
Bukankah bertanya itu wujud peduli 🙂 | Foto: Rifki Feriandi

Langkah pencegahan disarankan tidak menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Karenanya, selain langkah pencegahan di atas, seorang pria bisa secara aktif peduli terhadap istri atau anaknya yang sudah aktif secara seksual (sudah menikah) dengan melakukan vaksin HPV serta pemeriksaan papsmear. Mengenai apa itu papsmear, ah wanita pastinya lebih tahu dari pria. Kalau ada yang belum tahu, ada artikel yang mengupas tentang papsmear dan lengkap dari mayapadahospital.com

Selain itu, ada satu hal lain yang bisa langsung aktif dilakukan seorang pria sebagai wujud kepeduliannya: higienis dalam berhubungan (higienis dengan alat kelamin pria) dan disunat. Ya, SUNAT. Tapi, kalau sudah sunat ya meski menjadi pria peduli gak perlu disunat lagi atuh 🙂 )

4. Pria pendukung

Tiga peran aktif di atas sebenarnya sudah cukup menjelaskan bagaimana seorang pria secara aktif mendukung para wanita dalam lingkaran keluarganya. Dan peran aktif lainnya diperlukan – dan bahkan sangat dibutuhkan – untuk mendukung anggota keluarga yang sudah terkena kanker serviks. Dukungan dari suami – atau ayah – terhadap pasien kanker serviks akan sangat bernilai bagi pasien, terutama memberikan suntikan semangat dan moral untuk tabah dalam menjalani pengobatan. Itu juga saya dapatkan dari sesi berbagi dari Bu Elly Sumbangsih.

Sepintas, orang tidak melihat Bu Elly berbeda. Dan Bu Elly pun berlaku seperti perempuan umumnya. Dengan wajah ceria, santai dan terkadang berguyon, siapa sangka jika Bu Elly ada “double premier cancer survivor”. Ya, beliau adalah survivor dua kanker; kanker usus dan kanker serviks.

Dalam acara itu, Bu Elly bercerita bagaimana kisah beliau ketika mendapatkan kenyataan kena kanker dua kali, bagaimana pergulatan kehidupan dan perasaannya dengan akibat terkena kanker, salah satunya dipaksa untuk menopouse dini, dan juga bagaimana dia menjalani hidup senormal mungkin. Dan secara tegas Bu Elly mengemukakan tiga resep sehingga dia bisa lolos dari depresi dan menjalani kehidupan tidak berbeda. Tiga resep itu adalah Ikhlas, Sabar dan Bersyukur. Dan tiga resep itu dipraktekkan betul oleh beliau.

IMG_7586
Bu Elly berbagi pengalamannya sebagai double premier cancer survivor | Foto: Rifki Feriandi

Dan…iklhas, sabar dan bersyukur pula yang bisa dilakukan seorang pria – entah itu sebagai suami atau ayah – untuk selalu setia menemani penderita kanker dalam menjalani segala aspek kehidupannya, baik dari tahapan penyembuhan sampai menjalani kehidupan seorang survivor yang berbahagia.

Deuh… memang dibutuhkan seorang pria sejati untuk menjalani itu semua. Tapi, bukankah semua pria pun dilahirkan untuk menjadi pria sejati – Sejati dalam tindakan.

Menutup obrolan, Bu Elly menitip pesan untuk semua wanita untuk menjaga diri baik-baik, aware dengan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh sendiri dan berani untuk melakukan pemeriksaan sebagai deteksi dini.

Informasi seputar Kanker Serviks, papsmear dan info kesehatan lainnya, bisa dilihat di:
Website Mayapada Hospital : http://www.mayapada.com
Facebook : ttps://www.facebook.com/MayapadaHospital/
Instagram :  @mayapadahospital
Twitter : @RSmayapada

Yuk Baca 10 Tips Liburan Keluarga Akhir 2017 Yang Nyaman

Jum’at ini hari terakhir anak saya yang SD ujian akhir. Seminggu lagi dia – dan juga teman-temannya – bergembira. Liburan telah tiba. Saat-saat yang ditunggu dia dan seluruh keluarga. Juga keluarga Anda, bukan?

Bebas ekspresi saat liburan | foto: Rifki Feriandi | lokasi: Gua Jepang Tahura

Tapi ….. excitement mereka harus ditunda dulu, karena kakaknya – bagi yang punya kakak di tingkat lebih tinggi seperti mahasiswa – masih berkutat dalam tugas dan ujian, yang mungkin akan selesai dalam dua tiga minggu lagi. So, ada cukup waktu nih untuk merencanakan liburan keluarga dengan lebih matang agar liburannya menyenangkan dan nyaman.

Bagaimana caranya merencanakan liburan lebih matang itu?

Nah. Ini ada 10 tips yang diutarakan oleh Bernard P Wanandi, Vice President Director MSIG Insurance dalam acara Blogger Gathering Mobil123 untuk menyambut libur akhir tahun. Tips ini juga sedang saya praktikan agar perjalanan wisata saya dan keluarga di akhir Desember nanti menjadi liburan tidak terlupakan dan tanpa keluhan 🙂

Pak Bernard memberi paparan dalam gathering ‘Menyambut libur akhir tahun yang meriah’ | foto: Rifki Feriandi

1. Buat itinerary

Itinerary umumnya berisi tempat atau lokasi wisata mana yang mau dikunjungi dengan urutan-urutannya serta waktu perkiraan keberadaan di lokasi tersebut. Membuat itinerary itu memudahkan. Betul. Dengan membuat itinerary, kita bisa tahu hal-hal yang harus dipersiapkan, seperti di lokasi wisata mana kita harus menginap, bagaimana moda transportasi di tempat wisata, apakah perlu menyewa kendaraan ataukah ikut bersama travel. Yang saya alami tentang pentingnya membuat itinerary itu adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berada di satu lokasi wisata. Jangan sampai kita berada di satu lokasi wisata hanya untuk satu dua jam – sehingga membuat rencana ke empat tempat dalam satu hari, eh ternyata satu lokasi wisata itu memerlukan waktu full day untuk mengeksplorenya. Pikirkan juga lokasi wisata yang disepakati bersama, dengan mempertimbangkan kemampuan fisik anggota keluarga.

2. Rencanakan moda transportasi lebih awal

Untuk perjalanan dengan transportasi berjadwal, seperti pesawat, kereta api atau bis umum, disarankan agar kita membeli tiket lebih awal. Alasannya, selain agar tidak kehabisan tiket, dihindari ongkos tiket yang mahal. Saya alami sendiri, jika ongkos pesawat ke kota tempat wisata yang akan kami datangi lebih mahal sekitar seratus ribu rupiah beberapa hari setelah pertama kali saya cek. Cek juga beberapa situs online utuk mendapat harga kompetitif

3. Hitung perkiraan pengeluaran selama perjalanan dan siapkan uang tunai secukupnya.

Hal ini untuk menghindari kita membawa uang cash terlalu banyak yang memenuhi kantong, dan rawan akan pencopetan. Tapi uang tunai pun harus tersedia secukupnya untuk mengantisipasi sulitnya menemukan mesin ATM.

4. Bawa barang seperlunya

Hal ini agar kita tidak kerepotan dalam beraktivitas, terutama saat check in dan chek out atau pindah moda transportasi. Pastikan juga tasnya dilengkapi identitas yang jelas. Bawa juga tas kecil untuk menyimpan ponsel, dompet dan tiket. Dan jika dibutuhkan, bawa tas ransel untuk bepergian seharian, karena tidak mungkin toh kita bepergian dengan membawa semua barang.

5. Tepat memilih hotel.

TIps ini penting untuk memberikan kenyamanan dalam perjalanan. Apakah lokasi hotel mudah dijangkau. dekat dengan objek wisata dan lokasinya aman. Bukankah kita tidak mau berwisata jika ternyata tidak ada transportasi dari hotel ke lokasi wisata, atau lokasinya jauh dari objek wisata. Ini membuat fisik lelah. Artinya tidak nyaman liburannya.

Sesuaikan juga harga hotel dengan budget liburan. Jika memesan secara online, bandingkan harga dari beberapa platform. Dan yang tidak kalah penting, sesuaikan fasilitas hotel dengan kebutuhan. Jangan sampai membayar mahal untuk fasilits yang sebetulnya tidak kita butuhkan.

Tips ini saya langsung praktekkan. Ternyata, saya bisa memutuskan jika di hari pertama dan kedua kita tidak perlu menginap di hotel yang berbintang dengan fasilitas kolam renang dan lain-lainnya, karena berdasarkan itinerary yang disusun, kami hanya akan “mampir” di hotel untuk mandi dan tidur. TIdak ada kesempatan untuk berenang, karena tidak ada waktu dan fisik pun harus dijaga. Kemudian, saya pun akhirnya tahu kapan kiranya kita perlu menginap di hotel dengan fasilitas kolam renang untuk berleha-leha dan menikmati fasilitasnya. Ternyata, tips ini memangkas biaya cukup besar.

Satu saran Pak Bernard yang harus dipraktikkan adalah cari tahu juga performa hotel dari rekomendasi orang lain. Dengan google, kita akan bisa mendapatkan kesan-kesan dari wisatawan yang pernah mengunjungi hotel yang kita cari. Jangan sampai kita menggerutu dan liburan tidak nyaman gara-gara pelayanan hotel tidak memuaskan.

6. Hindari hal-hal yang membuat Anda menjadi pusat perhatian

Selama dalam perjalanan wisata, tentunya kita akan berinteraksi dengan orang lain, masyarakat, sesama pelaku wisata, pemandu atau tidak mustahil berinteraksi dengan orang-orang yang memang memiliki itikad jelek, seperti pencuri dan penjahat lainnya. Untuk kenyamanan perjalanan wisata, hindari hal-hal yang membuat kita menjadi pusat perhatian. Contoh sederhana adalah hindari memakai pakaian mencolok sehingga kita terlihat benar seperti ‘turis kaya dari kota’. Hindari juga penggunaan gadget mahal di tempat umum. Turis merupakan sasaran empuk pelaku kriminal. Bukankah kita juga tidak akan nyaman jika kemana pergi kita was-was seperti dibuntuti orang?

7. Tinggalkan rumah dengan aman

Tips yang satu ini sepertinya tidak ada hubungannya dengan kenyamanan berwisata. Tapi, apakah kita akan liburan dengan perasaan was-was dengan rumah yang kita tinggalkan? “Waduh, kayaknya listrik belum dimatikan. Gimana kalau konslet? Wah, jendela belum dikunci nih?”.

Untuk itu, tips di bawah ini perlu juga diikuti:

• Cabut kabel alat-alat elektronik

• Cabut aliran tabung gas dari kompor

• Tutup rapat wadah berisi minyak atau pemicu api lainnya

• Kunci seluruh akses masuk ke rumah seperti jendela dan pintu, termasuk pagar

• Simpan barang berharga di lemari yang terkunci

• Matikan seluruh keran air

• Letakkan ember di titik-titik kebocoran

Rumah aman, liburan nyaman | foto: Rifki Feriandi

Dengan mengikuti tips di atas, saat kita melangkah ke luar rumah pun hati sudah nyamann.

8. Beri informasi

Memberi informasi kepada orang terdekat merupakan tips yang penting. Hal ini bertujuan agar mereka tahu keberadaan kita jika terjadi sesuatu. Dan akan terasa lebih penting bagi mereka yang melakukan solo traveling.

Sementara itu memberi informasi kepada ketua RT dan tetangga pun penting meski dengan tujuan berbeda. Informasikan kepada ketua RT dan tetangga berapa lama Anda berpergian, sehingga mereka akan tahu jika ada gerak-gerik mencurigakan di rumah kita saat kita tidak berada. Juga beri informasi kepada satpam dan minta secara baik-baik untuk mengecek kediaman secara berkala (dan jangan lupa siapkan oleh-oleh buat mereka :))

9. Jangan mengumbar informasi

Sepertinya kontradiksi dengan tips di atas. Tapi dalam jaman now ini, terkadang kita terlalu banyak sesumbar di media sosial. Padahal itu bisa saja disalahgunakan orang yang bermaksud jahat. Ini juga secara tidak langsung memberi informasi terang benderang bahwa kita sedang tidak berada di rumah. Sementara itu, untuk mereka yang suka solo traveling, jangan beritahu orang asing bahwa Anda sedang solo traveling. Katakan saja Anda sedang menunggu teman atau keluarga.

10. Lindungi dengan Asuransi yang memberi perlindungan komprehensif

Asuransi Perjalanan, baik itu selama dalam perjalanan maupun asuransi keamanan rumah, akan memberikan kenyamanan tambahan selama berwisata. Liburan menjadi nyaman karena semuanya tidak perlu dirisaukan. Hati menjadi tenang.

Hal-hal yang biasanya menyebabkan kerisauan seperti di bawah ini, sekarang bisa dilindungi asuransi. Sebut saja hal-hal mengganggu sebagai berikut:

• Rencana penerbangan yang ditunda atau dibatalkan

• Kehilangan bagasi, dokumen perjalanan, uang maupun barang pribadi selama perjalanan

• Menderita sakit selama di tempat tujuan

• Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap atau bahkan meninggal dunia – skenario terburuj

• Kebakaran terhadap rumah dan perabot rumah selama ditinggalkan

Salah satu perusahaan yang menyediakan perlindungan selama liburan adalah Asuransi MSIG. Asuransi MSIG menyediakan Travel Insurance berupa Overseas Travel Insurance dan Domestic Travel Insurance. MSIG memberikan keunggulan sebagai perusahaan yang well established dengan asuransi sebagai bisnis intinya. Dengan demikian financial stability-nya menjadi andalan.

MSIG menawarkan kemudahan dalam klaim: lapor dulu, submit dokumen belakangan. Dan …harga preminya terjangkau, seharga jajan di gerai kopi.

Untuk informasi lebih lanjut, menarik juga untuk mengunjungi www.msigonline.co.id atau melalui 021-252 3852.

Sooooo…. Yuk kita matengin lagi rencana liburannya dengan mengikuti tips di atas.

Libur (nyaman) tlah tiba…libur (nyaman) tlah tiba…Hore…hore…hore….