Bermain itu juga belajar. Belajar juga bermain

Kemarin si Ade ngajak main di rumah. Permainannya adalah menulis satu kata dalam bahasa Inggris, lalu lawan mainnya meneruskan membuat kata baru dari huruf terakhirnya. Awalnya si Ayah bingung maksud dia apa. Soalnya, terus terang si Ayah tidak siap mengetahui kalo anak kelas satu SD ngajakin main game seperti itu. Dan idenya purely dari dia. Entahlah, apa dia menguping dari orang apa liat dari youtube. 

Akhirnya dia yang mulai. Ternyata main seperti ini menyenangkan ya. Karena kita orang dewasa pun jadinya ditantang berpikir. Di sini si Ayah bisa dengan lucunya memberi ‘clue’ petunjuk kata selanjutnya kalau si Ade kesulitan. Jadi seperti tebak-tebakan. Kadang kalo otak si Ayah lagi kedinginan, giliran si Ade yang memberi petunjuk. 


Di permainan ini, si Ayah pun bisa memberikan pengertian tentang kata yang dipakai, atau penjelasan kata baru. Atau, membetulkan kata-kata yang si Ade tulis. Contohnya kata ‘rubber’ untuk penghapus atau karet itu huruf ‘r’ nya dua. 

Alhamdulillah tuh. Kita bermain bisa lebih dari setengah jam. Malah mendekati satu jam karena kita berpikirnya sambil ledek-ledekan. Kita berpikir agak lama agar menemukan kata yang huruf ujungnya tidak itu-itu saja. 

Tuh. Jadi sepanjang itu pula si Ade – dan juga si Ayah – terlepas dari gadget deh.