Tempo del Gelato: Es Krim Hitz Dalam Suasana Keren

Tempo del Gelato Yogyakarta di waktu senja

Jarang sekali si Ayah makan es krim gelato. Image di pikiran si Ayah gelato mah belum halal. Makanya itu yang ditanyakan ke si Kakak yang ngajak ke sana di Hari pertama Liburan Anak secapeknya sesantainya di Yogyakarta. Lalu… Cus saja kita ke sana. Tempo del Gelato. Jakal. Jalan Kaliurang Ade dibonceng si Kakak, sementara si Ayah pake ojol.

Suasana keren

Sang puteri menyambut si Ayah.

Turun dari ojek, si Ade yang sudah datang duluan menyambut di pintu. Ngeliat dia nongol saja, si Ayah lalu bergumam. ‘Ish ish ish….keren nih buat spot foto’. Iya, keren euy. Bangunannya dibuat artistik. Nyeni. Susunan bata merahnya yang diekspos itu keren banget. Sudah deh, si Ayah yang hobi motoin orang – tapi gak ngerti fotografi – langsung nyuruh si Ade berpose. (Dan dia pun sudah hapal sifat si Ayah, jadi langsung saja dia berpose).

Artistik ya dan keren, seperti kerennya dua bidadari ini

Berjalan ke dalam, kembali si Ayah dibawa terkesan dengan suasananya. Beneran, sore itu penuh banget dengan pembeli yang keliatan banyaknya wisatawan. Tapi keukeuh, si Ayah mah tertarik dengan interiornya. Nyeni. Ada rasa-rasa kolonial artistiknya gitu. Dilengkapi banyak foto-foto entah siapapun dengan berbagai pose es krim gelatonya. Sangat menarik.

Ya sudah, pasrah disuruh si Ayah berpose 😁

Es krim cone guede berbagai varian

Melirik ke antrian, si Ayah melihat dominannya pengantri itu wanita. Sepertinya kompakan kalo si pria, entah suami atau pasangan atau temannya, lebih memilih menunggu dan mencari kursi. Si Ayah juga demikian. Dan dari pengantri itu, dominannya juga berjilbab. Bisa jadi mereka tertatik dengan tulisan besar Halal di salah satu dinding atasnya.

Lihat yang di belakang, banyak ibu ibu yak

Karena sudah pernah ke sini, si Kakak langsung masuk ke antrian kasir yang langsunh berhadapan dengan pintu masuk. Di atas kepala si mbak kasir tertera menu es krim yang dijual.

Es krim cone 25 ribu rupiah
Es krim cup bervariasi, dari mulai 20 ribu sampai seratus ribu lebih

Untung belinya dua, kalo tiga bakalan nyisa

Si Kakak tinggal order berapa jumlah es krim yang diorder. Di sini dia tidak ditanya rasa es krim apa yang dipilih. Dan lalu dia mendapatkan nomor antrian. Saat itu di dapat nomor 60an, sementara pesanan baru sampai 30 atau 40an. Lumayan panjang dan lama.

Sabar.

Padahal si Ayah lagi berjaket tebal, meriang, tapi masa gak cobain sih

Sambil nunggu, si Ayah melihat sekeliling. Gile. Es krim conenya gede banget. Hak habis deh kalo dimakan Ayah sendirian. Untung tadi pesannya cuman dua biji, jadi bisa dimakan bertiga. Si Ayah juga lihat es krim yang dibawa pengunjung bermacam macam. Ada yang kayak oreo, hijau matcha, plain vanila, coklat kentara atau merah tua ngejreng. Es krim rasa buah naga. Hmmm… penasaran, apa ada es krim rasa yang gak pernah ada?

Asyiknyaaa

Rasa tergantung selera

Setelah beberapa kali di WA si Kakak yang nanyain ‘Ayah mau rasa apa? Sorbet ginger atau matcha atau cinamon?’ Dan si Ayah jawab datar ‘Ayah gak ngerti, Kakak saja yang milih’, akhirnya dia milih sendiri. Salah satunya adalah plain coklat.

Menunggu kepastian wkkakw

Ya gitu, si Ayah mah pasti mikir kalo soal rasa ya tergantung selera. Pilihan rasa yang aneh-aneh tentunya cocok untuk generasi si Kakak, tapi tidak buat si Ayah. Membingungkan. Tapi ya kalo mencicipi mah baru terasa enak. Ya, untuk rasa yang standar, si Ayah mah kadang suma bandingin sama es krim Feast kesikaan yang dibeli di Indomaret atau Alfamart.

Suasananya itu loh

Tapi yang seru adalah rasa yang ditimbulkan: kebersamaan. Di sebelas kiri si Ayah ada sepasang suami istri duduk di kursi tinggi lalu didatangi dua pria usia lulus kuliah. Dua pemuda itu lalu memberikan es krimnya ke si Ayah. Gestur bagaimana si Ayah menolak – karena mungkin tidak doyan, si anak yang ‘memaksa’, si ibu yang merayu, si ayah lalu memciba, dan si anak anak yang tertawa. Itu priceless. Juga satu keluarga yang menguasai kursi sebelah kanan si Ayah, rame dengan berbagai cerita. Sementara di depan kita, seorang mbak dengan mas nya asyik mencicipi es krim dari satu cone yang sama. Indahnya. Serasa dunia milik berdua. Yang lain ngontrak……

Cusss

Monggo….

Outlet Biru – Tujuan Wisata Belanja di Yogyakarta

Hari pertama liburan anak secapeknya sesantainya di Yogyakarta digunakan si Ayah untuk mampir ke toko baju. Bukan mau belanja sih. Sebenarnya hanya pengen tahu saja, karena si Ayah pernah dibeliin empat baju keren harga murah oleh si Kakak. Dan si Ayah cocok.

Nama tokonya Outlet Biru, disingkat OB. Terletak di Jalan Wahid Hasyim, sudut perempatan dengan Selokan Mataram.

Outlet ini persis berada di tepi jalan, dengan lahan depan pun dipakai untuk menempatkan baju dan pakaian lainnya. Karenanya, tempat parkir outlet ini berada terhalang satu dua rumah.

Sepintas outlet ini tidak berbeda dengan toko baju lainnya. Penuh barang dengan isi toko cukup padat. Tapi si Ayah suka sekali di sini. Karena model pakaiannya keren-keren. Dengan merk bagus. Taoi harga murah. Bisa jadi outlet ini menjual pakaian sisa ekspor. Sebut saja merek terkenal, ada di sini. Lengkap juga, ada kemeja, kaos, sepatu, tas dan aksesoris.

Si Ayah memilih kaos tanpa lengan buat olah raga, model keren dengan merek keren, cuman 50 ribu. Beli dua deh. Dia juga beli dua kaos untuk jalan-jalan, harga 60 ribu. Ya, kisaran harga di sini ya segituan. Kemeja dan kaos sekitar seratusan.

Lumayan, si Ayah gak perlu bawa baju banyak dari rumah buat jalan-jalan ini. Beli saja di sini.

Si Ayah sih rekomendasikan wisata belanja ke sini. Worth lah.

Menyantap Masakan Banjar di Jogja – Kindai

Hari pertama Liburan si Ade sama si Ayah dan Kakak dimulai tanggal 26 Desember, sehari setelah Natal. Maksudnya sih dengan harapan sudah lewat masa puncak pergi Liburan. Kita (si Ade dan si Ayah) memilih menggunakan pesawat, penerbangan jam 11an.

Kindai, Gejayan, Jogja

Tiba setengah jam lebih cepat (Thanks Air Asia. Keren !) kita mampir ke penginapan dahulu. Naro koper. Lalu kita bertemu dengan si Kakak, yang datang dengan motor dari tempat kost-nya. Dia mengusulkan tempat makan yang hits buat anak kost, enak dan murah.

Kindai, Warung Masakan Banjar

Aneh juga sih ke Jogja tapi kuliner yanh dicicipi pertama kali adalah kuliner Kalimantan. Tapi, lidah adalah lidah. Yang penting mesti mencicipi kuliner yang hits di tempat yang dikunjungi terlepas tradisional atau khas daerah tersebut atau bukan?

Kindai.

Terletak di Jl. Jemb. Merah No.116D, Kaliwaru, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283.

Lesehan makan dengan mural artistik

Warung makan ini sederhana. Di sayap kiri ada bangunan baja sederhana. Lantai dasar parkir motor, atasnya tempat makan. Ada banyak meja untuk lesehan di sana. Dindingnya keren dengn mural menarik.

Hits, banyak pengunjung, tapi pelayanan cepat. Jempol

Sementara di bangunan utama, dengan beberapa meja dan kursi, pengunjung sudah mulai memadati. Antrian lumayan banyak. Si Ayah minta rekomendasi si Kakak apa yang enak. Karena kita order makanan di sini.

Yang terkenal di warung ini adalah Sate Banjar. Emang enak. Disuguhkan dengan nasi dan soto Banjar. Sedap. Soto Banjar sendiri bisa dipesan terpisah.

Adik Kakak saat makan bareng setelah enam bulan

Yang si Ayah paling sukai adalah justru yang dipesan si Ade. Nasi kuning dengan berbagai pilihan lauk. Ada telur, sambel goreng ati, ayam panggang dan lain-lain. Nasi kuningnya enak, apalagi sambel goreng atinya. Bumbunya pas di lidah.

Sate, soto, ayam panggang dan nasi kuning. Wuenak tenan

Si Ayah sengaja minta Kakak untuk pesan tiga jenis masakan berbeda. Jadi kita bisa sharing, makan bersama-sama. Mencicipi semua masakan. Makan seperti ini lebih seru, lebih aktab dan lebih dekat. Apalagi bagi si Ayah yang hampir enam bulan tidak ketemu si Kakak. Tidak salah si Kakak bawa kita ke sini sebagai tempat pertama yang dikunjungi.

Sharing makanan pesanan, merasakan kebersamaan

Pelayanan di Kindai bagus. Makanan tersaji cukup cepat dari saat kita order. Minta tambahan makanan pun tidak menunggu terlalu lama. Dan …harganya murah.

Karena pengalaman ini, saya sih rekomendasikan Warung Masakan Banjar Kindai ini sebagai tempat yang harus dikunjungi dan makanannya harus dicicipi.

Kuy….

Liburan tanpa ibu

Namanya anak, kalo berada dekat sama ibu tuh pasti manja. Tidur pengen dibangunin. Susu pengen dibikinin. Beresin kamar dinanti-natiin. Dan sifat anak demikian, dalam skala terkecil pun suka terbawa saat liburan. Demikian pula si Kakak sama si Ade.

Tahun lalu si Ayah punya ide. Liburan barengan sering, kenapa gak coba liburan sama si Ayah doang. Seru kali ya.

Si Ayah melihat beberapa benefit Liburan tanpa Ibu

  1. Si Ayah bisa lebih dekat dengan anak-anak gadisnya, secara anak cewek naluriah deket banget sama ibunya
  2. Si Ayah bisa menanamkan ajaran kehidupan dari sudut pandang cowok ke anak gadis dengan lebih lepas. Contoh tergampang bagaimana keberanian anak perempuan juga bisa muncul ketika masuk ke gua gelap kecil dan basah.
  3. Anak-anak diajari untuk ekspresif mengutarakan apa yang dirasa selama wisata dengan beragam warna emosi. Seru, takut , ngeri, lucu, panik.
  4. Anak-anak bisa bermaen eksplor wisata sebebasnya, sepuasnya, secapeknya, pergi pagi pulang larut tanpa mengkhawatirkan kondisi ibu yang sangat logis jika mudah lelah. Seorang ibu akan sangat kuat menerima beban rumah tangga – anak, masak, cuci dll, tapi ketika diajak bermain tentu ada batasnya. Tiga tempat wisata dalam satu hari, misalnya.
  5. Memberi ruang buat si Ibu setahun sekalu untuk refreshing , me time dengan kegiatan yang dia sukai termasuk bersama teman-temannya, tanpa dibebani pikiran tentang anak.

Dengan persetujuan bersama, terutama ijin si Ibu, kita mulai wisata secapeknya itu tahun lalu, di Malang. Sembilan hari. Alhamdulillah. Seru banget. Anak-anak happy. Dan itu diulangi liburan akhir tahun ini. Di Yogyakarta. Sekalian nengok dan ngajak refreahing si Kakak di tengah kesibukan nyusun skripsi. Dan kini, liburan secapeknya itu lebih panjang. Dua belas hari.

Dan hasil liburan itu anak-anak mendapatkan kegembiraan lain, yang berbeda-beda nuansa. Tapi jelas, mereka bahagia.

Meski

….. Kulit Ayah menjadi eksotis a.k.a gosong bin tutung 😎

Mau ikut jejak si Ayah?

#adedanayah #kakakdanayah

Itinerary Liburan Anak Secapeknya Sesantainya di Yogyakarta

Cus… Ini itinerary yang dijalani si Ayah waktu liburan secapeknya sepuasnya sesantainya si Ade dan si Kakak.

11D10N, sebelas hari sepuluh malam

Hari 1

Penerbangan tiba jam 12an, maka kami lakukan yang ringan-ringan saja.

  • Makan di Rumah Makan Kinjai Banjar
  • Belanja kaos murah meriah keren Outlet Baju Biru
  • Mencicipi es krim guede di Tempo del Gelato
  • Mengunjungi Monumen Jogja Kembali
Es Krim Gelatonya guedeee. Don’t worry. Halal

Hari 2

Makan pagi di Soto Ayam Klaten Pak Min

  • Hutan Pinus Pengger
  • Puncak Becici
  • Kebun Buah Mangunan
  • Taman Bunga Matahari
  • Pantai Gua Cemara
  • Gumuk Pasir
  • Pantai Parang Kusumo sampai sunset
Jalan di antara pohon yook

Acara padat banget. Sesuai rencana awal.

Hari 3

  • Ketep Pas
  • Ratu Boko
Menunggu…..

Hari yang gagal. Rencana mencari sunrise di Putuk Setumbu dibatalkan karena cuaca gak mendukung. Rencana ke Kaliurang pun batal karena alasan yang lucu. Jadi banyak bersantai. Rencana awal ke Kaliadem, Ulen Sentanu. Tapi sunset di Ratu Boko menggantikan semuanya.

Hari 4

  • Ayunan Langit
  • Gua Kidang Kencono
  • Sungai Mudal
  • Pulepayung
  • Waduk Sermo
In the dark

Acara padat tersesat tapi mantap. Rencana awal ke Kedung Pedut tapi katanya lebih bagus ke Sungai Mudal. Ayunan Langit tidak ada dalam rencana. Juga gagal melihat sunrise di Suroloyo karena cuaca tidak mendukung membuat mager. Tapi dapat Gua Kidang Kencono yang amat sangat mengasyikan. Rencana awal ke Kalibiru diganti Pulepayung yang posisinya lebih tinggi.

Hari 5

  • Sindu Kusuma Edupark
  • Trampoline di Hartono Mall
Happy, meski tidal sesuai ekspektasi

Tidak sesuai rencana juga. Si Ade dan Kakak mager. Rencana berenang berubah. Dan bermain trampoline menjadi penyelamat hari ini.

Hari 6

  • Sunmor UGM
  • Taman Pintar
  • Km 0
  • Vredeburg
  • Malioboro
  • Alun-alun Lor
Senja di Mana?

Menikmati Jogja minggu pagi terutama sekitar UGM. Jogging di Graha Sabha lanjut Sunmor UGM. Si Ade kangen-kangenan sama si Kakak di tempat kost nya.

Hari 7

Jogja Bay

Hanya satu acara. Berenang sepuasnya. Si Kakak gak ikut karena demam dan ada asistensi di kampus.

Ini penyebab kulit si Ayah terbakar

Hari 8

  • Merapi the World Landmark
  • Museum Gunung Merapi
  • Merapi lava tour
On road, on gravel, on river

Mengganti Rencana yang batal sebelumnya. Hari yang melelahkan tapi menyenangkan.

Hari 9

  • Gua Kalisuci
  • Pantai Siung
  • Pantai Pok Tunggal
Apa yang sedang mereka kerjakan?

Hari yang padat dengan perjalanan panjang. Berkemah di Pantai Pok Tunggal.

Hari 10

  • Pantai Pok Tunggal
  • Pantai Sadranan
  • Pantai Indrayanti
  • Pantai Krakal
  • Tebing Breksi

Hari yang padat dan menyenangkan.

Hari 11

Santai, Makan dan berenang di Yats Colony

Hari 12

Santai di Hotel untuk pulang